fbpx
hello world!

Lima perlengkapan outdoor yang harus dimiliki sebelum Mendaki Gunung

Published: 
Agustus 6, 2019


Dengan popularitas kegiatan di luar ruangan dan perjalanan yang sedang naik daun, rangkaian aksesori yang tersedia juga semakin luas.  

clone tag: -8519808075919040904

Perusahaan yang memproduksi peralatan untuk kegiatan di luar ruangan terus-menerus menghasilkan produk-produk baru, sementara produk-produk yang sudah populer terus ditingkatkan.

Arief Siagian, manajer lini produk perusahaan peralatan luar ruangan Eiger, mengatakan bahwa merek tersebut baru-baru ini memperkenalkan tiga jenis ransel dan ransel.

"Masing-masing memiliki tujuan yang berbeda, karena kompartemen di masing-masing operator berbeda," kata Arief, Kamis.

Tempo.co telah menyusun daftar perlengkapan outdoor paling populer saat ini.

  1. Hammocks

Dalam dua tahun terakhir, tempat tidur gantung telah menjadi salah satu barang wajib yang paling populer untuk pelancong yang mengunjungi pantai atau pegunungan.

Menurut history.com , banyak ahli antropologi percaya bahwa tempat tidur gantung itu ada sekitar 1.000 tahun yang lalu di Amerika Tengah, di mana suku Maya dan masyarakat adat lainnya membuat mereka keluar dari kulit pohon atau serat tanaman.

Tempat tidur gantung sering direkomendasikan karena sangat tahan lama, ringan dan kompak, menjadikannya teman perjalanan yang luar biasa.

2. Buff

Mengganti slayers untuk keperluan penutup kepala atau masker, buff adalah headwear multi-fungsi yang dapat digunakan untuk menutupi kepala, leher, hidung, dan mulut Anda.

Penggemar juga dianggap lebih mudah dikenakan daripada slayers, yang harus Anda ikat secara manual. Mereka mulai mendapatkan popularitas di tahun 2010.

3. Kantung air

Paket hidrasi yang mengandung reservoir atau kandung kemih yang terbuat dari karet, kantung air menyediakan hidrasi yang mudah bagi penggemar alam luar.

Dengan selang yang relatif panjang, wisatawan dapat minum langsung dari kandung kemih tanpa repot membuka dan menutup ransel. Mereka dapat digantung atau diselipkan di luar ransel.

4. Trekking poles

Sebelumnya hanya digunakan untuk ski atau panjat es, tiang trekking sekarang digunakan untuk hiking biasa. Selain memberikan stabilitas lebih, ujung runcing membantu pejalan kaki mendukung berat badan mereka selama kenaikan.

Tiang-tiang ini sering dilengkapi dengan cakar karet atau ujung karbida untuk mencengkeram jalan alami.

5. Tas Mendaki

Selain dari banyak variabel ransel, tas pendakian juga cocok untuk hiking ekstrim. Contoh dari Eiger adalah tas 50 liter, dengan pengikat gulungan atas yang terbuat dari tali anyaman.

Di bawah tas, ada kait di mana Anda dapat menggantung alat panjat Anda. Pada bagian belakang, tas memiliki sistem aliran udara yang menyediakan sirkulasi udara untuk mencegah perasaan lembab yang disebabkan oleh hujan atau keringat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts

November 21, 2020
Paket tur pribadi meningkat di tengah pandemi

Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pariwisata di Indonesia secara bertahap meningkat ketika orang mulai merasa bosan di rumah. Mengunjungi tujuan domestik dalam kelompok kecil tampaknya menjadi jenis perjalanan yang paling populer saat virus masih menyebar. Ghufron, operator tur Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, misalnya, mengaku kembali membantu wisatawan pada long weekend akhir Oktober […]

Read More
November 21, 2020
Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar. “Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi […]

Read More
November 21, 2020
Candi Prambanan akan menambah kuota wisatawan untuk liburan akhir tahun

Candi Prambanan di Yogyakarta berencana menambah kuota wisatanya untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Presiden Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pada Selasa bahwa kuota akan dinaikkan menjadi 7.000 wisatawan per hari, atau sekitar 60 persen dari kapasitas normal Candi Prambanan, pada fase keempat dari adaptasi normal […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram