fbpx
hello world!

Petani muda itu bekerja untuk mengembalikan popularitas jeruk Garut

Published: 
Agustus 6, 2019

Rizal Fahreza adalah seorang petani muda ulung dengan fokus menghidupkan kembali popularitas jeruk Garut, buah khas kota kelahirannya di provinsi Jawa Barat.

Rizal Fahreza (kiri) dan mentornya dalam bisnis pertanian jeruk, Achmad Syamsudin, memilih jeruk di kebun pendidikan EPTILU di Garut, Jawa Barat.

Jeruk Garut adalah ikon Kabupaten Garut (selain domba) dan itu bahkan merupakan bagian dari logo pemerintah daerah Garut. Namun, sejak tahun 1980, keberadaan jeruk Garut telah terancam punah karena serangan Degenerasi Citrus Vein Phloem (CVPD), yang dapat menghancurkan tanaman jeruk di wilayah tersebut, yang kemudian membuat banyak petani menjauh dari menanam buah jeruk.

Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang kondisi pertanian jeruk di daerah Garut, Rizal, bersama dengan seniornya di Institut Pertanian Bogor (IPB) Achmad Syamsudin, yang juga mentornya, memulai bisnis pertanian jeruk. Bersama-sama mereka berjuang untuk mengembalikan popularitas jeruk keprok (jeruk keprok) dan jeruk siam (jeruk siam).

"Jeruk Garut hampir tidak memiliki masa depan; Jeruk Garut adalah kemenangan yang hanya pantas untuk diingat; Jeruk Garut adalah kisah masa lalu, yang biasanya diceritakan dalam pertemuan sebelum maghrib (doa malam)," kata Rizal.

Lahir di Garut pada 8 Mei 1991, Rizal adalah alumnus departemen agronomi dan hortikultura di Sekolah Pertanian IPB (Faperta).

Mulai ketika ia masih belajar di IPB pada tahun 2012, Rizal dan Achmad melakukan penelitian bersama pada komoditas buah nusantara, salah satunya adalah jeruk, kemudian mereka sepakat untuk mengembangkan jeruk sebagai tanaman utama.

"Saya sudah banyak berdiskusi dengan Pak Achmad Syamsudin terkait tanaman jeruk, dan ternyata kami memiliki visi dan misi yang sama untuk pertanian di Indonesia. Akhirnya kami berkolaborasi menanam jeruk. Di lapangan, saya juga mendapat dukungan dari Ayah saya, Dikdik Sontani, yang juga seorang petani, "kata Rizal.

Akhirnya pada tahun 2014, setelah menyelesaikan studinya di IPB, Rizal kembali ke kota asalnya di Garut dan mulai merintis usahanya untuk menanam jeruk di area seluas 2 hektar. Bagian dari tanah adalah tanah milik pribadi, sedangkan sisanya adalah plot komunitas yang beroperasi di bawah sistem sewa. Terletak di Jl. Raya Cikajang di desa Leuwi Ereng.

Ketika Rizal semakin sibuk mengelola pertanian jeruknya, ia memiliki kesempatan pada awal 2015 untuk mengambil bagian dalam Program Magang Pertanian Internasional melalui Program Ohio (TOP), yang merupakan kolaborasi antara IPB dan Universitas Negeri Ohio di Amerika Serikat, juga ditempatkan di California selama 13 bulan.

Ketika berada di AS, Rizal menjalani magang, kursus singkat, simposium, dan seminar di tujuh kampus terkenal di negara itu dan mengunjungi 35 industri pertanian.

Baca juga: 10 Tempat Wisata yang wajib dikunjungi di Garut

Setelah kembali dari AS pada bulan Maret 2016, Rizal mengelola pertanian jeruk dengan fokus pada produksi. Selama periode 2016-2017, ada panen jeruk besar dan jeruk dipasarkan ke Bogor di Jawa Barat, Jakarta dan di luar Pulau Jawa.

Namun, Rizal mengatakan biaya logistik dan transportasi untuk mengirim jeruk ke daerah-daerah ini sangat mahal, hampir 23 persen lebih tinggi. Untuk meningkatkan efisiensi dan menghasilkan lebih banyak pendapatan, perkebunan jeruk menjadi tujuan wisata.

"Saya melihat [bahwa] peluang dalam pariwisata cukup menjanjikan, karena jumlah wisatawan yang berkunjung ke Garut meningkat 2 juta per tahun dan trennya terus meningkat. Akhirnya pada tahun 2016, saya membangun sebuah taman pendidikan yang disebut EPTILU atau 3F [Fresh From Farm] ], "Kata Rizal.

Kegiatan pertanian yang dimulai dengan kebun produksi dan kebun penelitian kini telah berkembang menjadi kebun pendidikan EPTILU.

Kebun pendidikan juga membuka peluang kerja bagi kaum muda di desa, dengan sekitar 22 bekerja pada musim reguler dan 37 selama liburan. Sementara itu, 400 pengunjung mengunjungi situs setiap minggu.

Rizal saat ini juga bekerja untuk mengembangkan 75 hektar kebun jeruk di enam kecamatan di Kabupaten Garut, sebuah rencana yang mendapat dukungan dari pemerintah daerah Garut.
       
Dengan kerja keras dan impian besar untuk memajukan pertanian di Indonesia, Rizal terpilih pada 2017 untuk mewakili Indonesia di ASEAN Youth Social Entrepreneurship Award, dalam sebuah acara perayaan 50 tahun ASEAN di Manila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts

November 21, 2020
Paket tur pribadi meningkat di tengah pandemi

Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pariwisata di Indonesia secara bertahap meningkat ketika orang mulai merasa bosan di rumah. Mengunjungi tujuan domestik dalam kelompok kecil tampaknya menjadi jenis perjalanan yang paling populer saat virus masih menyebar. Ghufron, operator tur Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, misalnya, mengaku kembali membantu wisatawan pada long weekend akhir Oktober […]

Read More
November 21, 2020
Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar. “Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi […]

Read More
November 21, 2020
Candi Prambanan akan menambah kuota wisatawan untuk liburan akhir tahun

Candi Prambanan di Yogyakarta berencana menambah kuota wisatanya untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Presiden Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pada Selasa bahwa kuota akan dinaikkan menjadi 7.000 wisatawan per hari, atau sekitar 60 persen dari kapasitas normal Candi Prambanan, pada fase keempat dari adaptasi normal […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram