fbpx
hello world!

Tidak ada lagi lentera langit di Festival Budaya Dieng tahun depan, kata penyelenggara

Published: 
Agustus 8, 2019

Sejak edisi pertama Festival Budaya Dieng di Jawa Tengah pada tahun 2013, melepaskan lentera langit telah dianggap sebagai bagian ikon dari acara tersebut.

Pada hari Sabtu, ribuan lentera dilepaskan ke langit selama festival, meskipun ada kritik dari para pencinta lingkungan mengenai jumlah sampah yang mereka hasilkan dan ancaman yang mereka tunjukkan pada satwa liar.

Pengunjung melepas lentera di Festival Budaya Dieng 2019 di Dieng, Jawa Tengah, pada 3 Agustus.

Hari berikutnya, penyelenggara festival memposting cerita yang sudah kadaluwarsa di halaman Instagram-nya, mengatakan, "Terima kasih Indonesia, ini akan menjadi Festival Budaya Dieng terakhir dengan lentera. Tahun depan kita tidak akan lagi menggunakan lentera. Terima kasih telah mendukung kami, Anda adalah yang terbaik. Sampai jumpa di Jazz Atas Awan (Jazz Above the Clouds) 2020 ”.

Ketua komite festival, Alif Fauzi, mengatakan kepada kompas.com bahwa penyelenggara mengakui surat resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai risiko lingkungan dari upacara pelepasan lentera.

Surat itu menyatakan bahwa lentera adalah bahaya kebakaran dan membawa risiko merusak hutan, tanah dan masyarakat di sekitarnya, serta risiko polusi limbah, baik yang disebabkan oleh lentera atau bahan lain dari festival tiga hari.

Mengenai bahaya kebakaran yang disebabkan oleh lentera, Alif mengatakan kru keselamatan kebakaran ditempatkan di sisi gunung di dekat acara tersebut. Dia menambahkan bahwa lentera selalu mendarat di sekitar lokasi festival.

“Lentera biasanya padam di langit dan mulai turun setelah sekitar satu menit terbang. Lentera tidak pernah mendarat di luar radius 3 kilometer dari tempat dilepaskan, ”katanya.

Selain itu, ia mengatakan para petugas kebersihan terus aktif selama festival berlangsung.

Meskipun surat kementerian datang sebelum festival tahun ini, penyelenggara memutuskan untuk melanjutkan pertunjukan lentera. Alif mengatakan penyelenggara merasa berkewajiban untuk mengadakan upacara, karena itu adalah bagian penting dari festival dan pengunjung merasa itu menarik.

Penyelenggara menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk menemukan alternatif untuk festival tahun depan.

Dalam sebuah pernyataan, mereka berkata, “Kami mohon maaf bahwa acara pada tahun 2020 tidak akan lagi melibatkan upacara pelepasan lentera. Kami tidak ingin menyebabkan masalah lebih lanjut. Kami berharap untuk menemukan kegiatan yang lebih baik tahun depan yang akan memenuhi standar Festival Budaya Dieng. ”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts

November 21, 2020
Paket tur pribadi meningkat di tengah pandemi

Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pariwisata di Indonesia secara bertahap meningkat ketika orang mulai merasa bosan di rumah. Mengunjungi tujuan domestik dalam kelompok kecil tampaknya menjadi jenis perjalanan yang paling populer saat virus masih menyebar. Ghufron, operator tur Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, misalnya, mengaku kembali membantu wisatawan pada long weekend akhir Oktober […]

Read More
November 21, 2020
Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar. “Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi […]

Read More
November 21, 2020
Candi Prambanan akan menambah kuota wisatawan untuk liburan akhir tahun

Candi Prambanan di Yogyakarta berencana menambah kuota wisatanya untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Presiden Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pada Selasa bahwa kuota akan dinaikkan menjadi 7.000 wisatawan per hari, atau sekitar 60 persen dari kapasitas normal Candi Prambanan, pada fase keempat dari adaptasi normal […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram