fbpx
hello world!

Singapura akan melarang penjualan gading gajah mulai tahun 2021

Published: 
Agustus 12, 2019

Singapura, Senin, mengatakan akan memberlakukan larangan total terhadap penjualan gading gajah dan produk dalam negeri mulai 2021 karena pemerintah memperketat kampanye melawan perdagangan satwa liar ilegal.

Pengumuman pada Hari Gajah Sedunia mengikuti konsultasi selama dua tahun dengan kelompok-kelompok non-pemerintah, pengecer gading dan masyarakat.

Gambar selebaran ini diambil pada 22 Juli 2019 dan dirilis pada 23 Juli 2019 oleh Dewan Taman Nasional Singapura menunjukkan gading yang disita terlihat di area penahanan di Singapura. Singapura menyita angkut gading gajah penyelundupan terbesarnya dan pengapalan pangolin ilegal ketiga dalam tiga bulan, semuanya berasal dari Afrika dan ditujukan ke Vietnam, kata pihak berwenang 23 Juli. (AFP / Handout / Dewan Taman Nasional)

Pihak berwenang di negara-kota itu melakukan penyitaan gading penyelundupan terbesar yang pernah terjadi bulan lalu, menyita hampir sembilan ton gading selundupan dari sekitar 300 gajah Afrika yang diperkirakan bernilai $ 12,9 juta.

Kargo ilegal itu ditemukan dalam sebuah wadah dari Republik Demokratik Kongo yang dikirim ke Vietnam melalui Singapura dan juga termasuk tumpukan timbangan pangolin.

Singapura telah melarang perdagangan internasional dalam segala bentuk produk gading gajah sejak tahun 1990.

Barang-barang tersebut dapat dijual di dalam negeri jika pedagang dapat membuktikan bahwa barang-barang itu diimpor sebelum tahun itu atau diperoleh sebelum dimasukkannya spesies gajah yang relevan dalam konvensi internasional yang melindungi spesies yang terancam punah.

Dalam sebuah pernyataan Senin, Dewan Taman Nasional Singapura melarang penjualan gading gajah dan produk-produk yang berlaku mulai 1 September 2021.

Pelanggar menghadapi hukuman penjara hingga satu tahun dan denda atas hukuman.

Pedagang dapat menyumbangkan stok gading mereka ke lembaga atau menyimpannya setelah larangan berlaku, kata dewan.

Konsultasi publik oleh pemerintah tahun lalu menunjukkan bahwa 99 persen dari mereka yang merespons mendukung larangan total.

Gading gajah sangat diminati karena dapat dibuat menjadi barang-barang seperti sisir, liontin, dan perhiasan lainnya.

Perdagangan global gading gajah, dengan pengecualian langka, telah dilarang sejak 1989 setelah populasi raksasa Afrika turun dari jutaan pada pertengahan abad ke-20 menjadi sekitar 600.000 pada akhir 1980-an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts

November 21, 2020
Paket tur pribadi meningkat di tengah pandemi

Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pariwisata di Indonesia secara bertahap meningkat ketika orang mulai merasa bosan di rumah. Mengunjungi tujuan domestik dalam kelompok kecil tampaknya menjadi jenis perjalanan yang paling populer saat virus masih menyebar. Ghufron, operator tur Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, misalnya, mengaku kembali membantu wisatawan pada long weekend akhir Oktober […]

Read More
November 21, 2020
Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar. “Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi […]

Read More
November 21, 2020
Candi Prambanan akan menambah kuota wisatawan untuk liburan akhir tahun

Candi Prambanan di Yogyakarta berencana menambah kuota wisatanya untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Presiden Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pada Selasa bahwa kuota akan dinaikkan menjadi 7.000 wisatawan per hari, atau sekitar 60 persen dari kapasitas normal Candi Prambanan, pada fase keempat dari adaptasi normal […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram