fbpx
hello world!

Yogyakarta menawarkan pengalaman mendalam di lima desa wisata ini

Published: 
Agustus 17, 2019

Orang selalu menantikan akhir pekan. Banyak yang menggunakannya untuk bersantai, mengisi ulang dan mempersiapkan diri mereka sendiri untuk hari kerja berikutnya yang penuh dengan tugas-tugas yang menantang.

Beberapa mengunjungi bioskop atau taman hiburan, tetapi cara yang bagus untuk menghabiskan akhir pekan Anda bisa dengan mengunjungi daerah yang menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan.

Nuryanti, 47, rajin menciptakan sejenis batik di desa batik Giriloyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (Shutterstock / Paramarta Bari)

Masuki Yogyakarta, rumah bagi Pantai Parangtritis yang menakjubkan dan jalan perbelanjaan utama Malioboro, yang terletak di jantung kota. Namun, ada permata tersembunyi dalam bentuk desa wisata yang tersebar di sekitar area yang harus dijelajahi setiap orang.

Berikut adalah lima tujuan di Yogyakarta yang harus dikunjungi wisatawan, seperti yang disusun oleh kompas.com:

  1. Desa wisata Bobung

Terletak di desa Putat, Kabupaten Gunungkidul, Bobung adalah tempat pembuatan topeng batik kayu asli. Kerajinan ini berasal dari tradisi penduduk desa dalam melakukan “Topeng Panji” (tarian topeng panji).

Menurut situs pariwisata Yogyakarta, penduduk desa melakukan tarian topeng setiap musim panen untuk mengucapkan terima kasih kepada pencipta mereka.

Selain membuat topeng kayu batik, desa ini juga membuat nampan, boneka, gantungan kunci, dan banyak item lainnya.

Mereka yang mengunjungi desa dapat melihat proses pembuatan batik di atas kayu di bengkel, dan melihat-lihat jenis karya seni batik kayu lainnya di galeri.

  1. Desa wisata Nglanggeran

Jika Anda ingin menghirup udara segar di antara hijau untuk menjauh dari hutan beton, ini adalah tempat untuk Anda.

Terletak di dalam kompleks gunung berapi Nglanggeran kuno dan danau buatan, desa wisata berjarak sekitar 25 menit dari pusat kota, mudah diakses melalui transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Wisatawan dapat tenggelam dalam kegiatan sehari-hari penduduk setempat, seperti menanam padi di sawah, membuat topeng, membuat kerajinan dari daun kelapa muda dan memasak makanan lokal.

Kegiatan luar ruangan yang khas termasuk flying fox, berkemah dan trekking, dan pengunjung dapat memilih untuk bermalam di penginapan desa atau di homestay.

  1. Desa wisata Manding

Undian utama desa ini di Jl. Wahidin Sudirohusodo, Sabdodadi, adalah kerajinan kulit yang dibuat oleh penduduknya, yang memproduksi berbagai kerajinan kulit seperti tas, dompet, jaket kulit dan ikat pinggang.

Para pengrajin kulit desa Manding bekerja setiap hari, dan mereka memajang beragam karya mereka di rumah mereka.

Bahan kulit ditawarkan dengan harga yang wajar dan calon pembeli dipersilakan untuk melakukan tawar-menawar juga.

Desa Manding berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Yogyakarta.

  1. Desa wisata Kelor

Sebuah desa yang subur terletak di dusun Kelor, desa Bangunkerto, Kabupaten Sleman, desa wisata Kelor adalah rumah bagi petani dan produsen makanan yang membudidayakan jamur dan menanam buah ular.

Selain menikmati pemandangan yang subur, hijau, dan hidangan lokal, pengunjung desa ini dapat membenamkan diri dalam kegiatan di luar ruangan, termasuk menjelajahi sungai.

  1. Desa batik Giriloyo

Dikenal karena karya batik lukis tangannya yang berharga, desa Giriloyo dinyatakan sebagai lokasi proyek percontohan untuk menciptakan hub untuk batik tulis tangan dengan pewarnaan alami.

Seniman batik di desa ini tertarik untuk berbagi keterampilan dengan pengunjung melalui berbagai paket wisata.

Mereka yang ingin belajar tentang batik bisa mendapatkan wawasan di sini, membuat pola dengan bekerja dengan lilin panas cair menggunakan canting (alat seperti pena). Sebagai kenang-kenangan, kain batik kecil diberikan kepada setiap pengunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts

November 21, 2020
Paket tur pribadi meningkat di tengah pandemi

Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pariwisata di Indonesia secara bertahap meningkat ketika orang mulai merasa bosan di rumah. Mengunjungi tujuan domestik dalam kelompok kecil tampaknya menjadi jenis perjalanan yang paling populer saat virus masih menyebar. Ghufron, operator tur Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, misalnya, mengaku kembali membantu wisatawan pada long weekend akhir Oktober […]

Read More
November 21, 2020
Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar. “Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi […]

Read More
November 21, 2020
Candi Prambanan akan menambah kuota wisatawan untuk liburan akhir tahun

Candi Prambanan di Yogyakarta berencana menambah kuota wisatanya untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Presiden Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pada Selasa bahwa kuota akan dinaikkan menjadi 7.000 wisatawan per hari, atau sekitar 60 persen dari kapasitas normal Candi Prambanan, pada fase keempat dari adaptasi normal […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram