fbpx
hello world!

Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Published: 
November 21, 2020

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar.

“Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers virtual pekan lalu.

Meski disarankan tetap di rumah untuk mengekang penyebaran COVID-19, Dewi berbagi beberapa tips agar orang tetap aman saat bepergian.

Selain mengamalkan protokol kesehatan 3M, menggunakan masker , mencuci tangan, dan menjaga jarak , Dewi mengatakan, penting untuk mengecek sarana dan prasarana destinasi sebelum melakukan perjalanan. .

“Tidak semua tempat wisata didesinfeksi secara teratur,” katanya, seraya menambahkan bahwa pengunjung juga perlu diperiksa.

Fira Basuki, Head of Social, Branding and Communication Jakarta Aquarium, sependapat dengan pernyataannya, mengatakan penting untuk memilih tempat wisata yang sesuai dengan protokol kesehatan.

“Pilih tempat wisata yang aman yang memastikan seluruh karyawannya melakukan rapid test secara teratur dan negatif COVID-19,” ujarnya seperti dikutip antaranews.com.

Fira menambahkan, penting untuk dilakukan pengecekan apakah fasilitas tersebut sudah didesinfeksi dan dilengkapi dengan wastafel serta hand sanitizer di setiap sudutnya.

Terkait kebersihan diri, Dewi mengimbau para pelancong untuk membawa hand sanitizer, alat makan, dan sajadah sendiri bagi umat Islam.

Agar tetap aman selama perjalanan, menurut Fira, wisatawan bisa memilih hari-hari yang tidak terlalu ramai, seperti antara Senin hingga Kamis.

“Anda juga dapat menelepon tujuan dan menanyakan hari-hari mana yang biasanya kurang ramai untuk mereka.”

Fira juga menyarankan untuk memilih tempat wisata yang memiliki area makanan sendiri dan mencari penawaran khusus yang akan menghemat uang wisatawan.

Meskipun pemerintah daerah melakukan kampanye yang kuat tentang protokol kesehatan, banyak pelancong masih mengabaikannya selama akhir pekan yang panjang.

Menurut gugus tugas COVID-19 nasional, sekitar 600.000 pelanggaran protokol kesehatan dicatat setiap hari selama istirahat lima hari dan lebih dari 1 juta wisatawan dipantau karena gagal mematuhi aturan 3M.

Dewi mengatakan satuan tugas telah menerima lebih banyak laporan pelanggaran protokol kesehatan dari 28 Oktober hingga 1 November dibandingkan hari-hari biasa. (jes)

Catatan editor: Artikel ini adalah bagian dari kampanye publik oleh satuan tugas COVID-19 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related posts

November 21, 2020
Paket tur pribadi meningkat di tengah pandemi

Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pariwisata di Indonesia secara bertahap meningkat ketika orang mulai merasa bosan di rumah. Mengunjungi tujuan domestik dalam kelompok kecil tampaknya menjadi jenis perjalanan yang paling populer saat virus masih menyebar. Ghufron, operator tur Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, misalnya, mengaku kembali membantu wisatawan pada long weekend akhir Oktober […]

Read More
November 21, 2020
Bagaimana agar tetap aman saat bepergian selama pandemi

Dengan tujuan wisata yang mulai dibuka kembali setelah ditutup sementara karena pandemi COVID-19, dorongan untuk menghilangkan demam kabin dan mengunjungi mal atau tujuan wisata terdekat bisa sangat besar. “Akhir pekan panjang telah berakhir, tetapi mungkin orang masih ingin keluar selama akhir pekan,” kata Kepala Satgas Data dan Teknologi Informasi COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi […]

Read More
November 21, 2020
Candi Prambanan akan menambah kuota wisatawan untuk liburan akhir tahun

Candi Prambanan di Yogyakarta berencana menambah kuota wisatanya untuk liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Presiden Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pada Selasa bahwa kuota akan dinaikkan menjadi 7.000 wisatawan per hari, atau sekitar 60 persen dari kapasitas normal Candi Prambanan, pada fase keempat dari adaptasi normal […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram