fbpx

Pemandangan indah Gunung Cikuray dapat dilihat dari Garut. Dua ratus kilometer berkendara dari Jakarta, jalan berdebu yang dikeringkan oleh matahari yang terik akan tiba-tiba membawa Anda ke tanaman hijau dramatis di mana pegunungan terasa dekat, menunjukkan surga mungkin tidak terlalu jauh dari neraka kota.

Anggota Tentara Indonesia (TNI), polisi dan satuan keamanan sipil di bawah sayap pemuda Ansor Nahdlatul Ulama, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), membawa bendera nasional berukuran 30 x 40 meter di Lembah Sumilir di Karanganyar, Jawa Tengah, pada 1 Agustus. JP / Maksum Nur Fauzan

Seorang anggota Banser diliputi dengan emosi saat membawa bendera raksasa. JP / Maksum Nur Fauzan

Tim Pengangkat Bendera Nasional membawa bendera nasional. JP / Maksum Nur Fauzan

Anggota Banser membawa bendera raksasa ke lembah Sumilir di Karanganyar, Jawa Tengah, pada 1 Agustus. JP / Maksum Nur Fauzan

Siswa berpartisipasi dalam pengibaran bendera nasional raksasa. JP / Maksum Nur Fauzan

Warga menyaksikan acara dengan antusias. JP / Maksum Nur Fauzan

Seorang warga terlihat di becak dengan kain merah dan putih melilit kepalanya. JP / Maksum Nur Fauzan

Siswa SMP 1 negeri di Ngargoyoso membawa bendera di Lembah Sumilir. JP / Maksum Nur Fauzan

Siswa SMP 1 negeri dari Ngargoyoso menampilkan tarian berjudul "Menghargai Negara". JP / Maksum Nur Fauzan

Bendera raksasa itu dikibarkan di lembah Sumilir. JP / Maksum Nur Fauzan

Maksum Nur Fauzan

Lembah Sumilir di Karanganyar, Jawa Tengah, menyaksikan pameran besar nasionalisme pada 1 Agustus.

Para siswa, anggota sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Militer Indonesia (TNI), polisi dan pejabat pemerintahan Karanganyar berkumpul di lembah untuk merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan bendera nasional raksasa. Lima puluh anggota Banser terlihat membawa bendera 30 meter x 40 m dari Terminal Kemuning ke puncak lembah.

Selama bulan Agustus, bendera akan melambai tinggi di atas lembah untuk mengekspresikan cinta penduduk kepada Indonesia. “Bendera merah putih harus menyatukan semua elemen masyarakat. Tidak akan ada ruang untuk pemisahan, ”kata Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Dadang, seorang warga, mengatakan ia berharap acara ini akan mendorong masyarakat untuk menjaga persatuan negara.

Di akhir acara, tarian berjudul “Treasuring the Country” dipentaskan oleh siswa dari SMP 1 negeri dari Ngargoyoso.

Bahagia itu sederhana

itulah yang tergambar dari anak anak ini saat berada di Basecamp Pendakian Gunung Cikuray, dimana mereka secara rutin melakukan kegiatan olahraga lari dari SDN Dangiang 2 hingga basecamp. Sembari sambil istirahat dengan Ceria mereka menirukan bagaimana gaya gaya pendaki saat berfoto atau selfie di Jalur Pendakian Gunung Cikuray.

Ingin tahu apakah polusi udara parah yang menyelimuti langit Jakarta dapat berdampak negatif pada sistem pernapasan Anda? Tidak heran lagi, seperti sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa polusi udara kota juga dapat mempersingkat kehidupan penduduknya lebih dari dua tahun.

Indeks Kehidupan Kualitas Udara (AQLI) terbaru, yang dikeluarkan pada bulan Maret oleh Institut Kebijakan Energi di University of Chicago (EPIC), menunjukkan bahwa warga Jakarta dapat berharap untuk memotong 2,3 tahun dari harapan hidup mereka jika tingkat polusi 2016 dipertahankan selama masa hidup mereka.

Buildings stand amid the smog covering Jakarta on Aug. 9, 2019.(Antara/Aditya Pradana Putra)

AQLI mengatakan bahwa kualitas udara bukan masalah yang mendesak di Indonesia 20 tahun yang lalu, tetapi kualitas udara di negara itu telah menurun secara substansial sejak itu.

“Dari tahun 1998 hingga 2016, negara ini berubah dari salah satu negara yang lebih bersih di dunia menjadi salah satu dari 20 negara yang paling tercemar, karena konsentrasi polusi udara partikel meningkat 171 persen,” tulis laporan itu.

Selain Jakarta, di mana polusi udara sebagian besar disebabkan oleh emisi gas kendaraan, laporan tersebut juga menunjukkan ancaman serupa di beberapa provinsi lain yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan gambut, antara lain.

Jika tingkat polusi udara saat ini dipertahankan, penduduk di Sumatra dan Kalimantan dapat mengharapkan hilangnya harapan hidup rata-rata selama 4 tahun, sementara penduduk di Ogan Komering Ilir di Palembang, Sumatra Selatan, dapat mengharapkan hilangnya harapan hidup rata-rata tertinggi pada 5,6 tahun.

AQLI menyoroti beberapa langkah bertahap yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk pada tahun 2017, ketika mengharuskan semua kendaraan berbahan bakar bensin untuk mengadopsi standar bahan bakar Euro-4 pada bulan September 2018.

Namun, Indonesia masih menemukan kesulitan untuk mengendalikan emisi karbon dari pembangkit listrik berbahan bakar batubara, kata laporan itu. Selain karbon, fasilitas tersebut juga mengeluarkan sulfur dioksida dan nitrogen oksida, yang keduanya menjadi partikel ketika mereka bereaksi dengan zat lain di atmosfer.

"Ketika PM [materi partikulat] dihirup ke dalam hidung atau mulut, nasib setiap partikel tergantung pada ukurannya: semakin halus partikel, semakin jauh ke dalam tubuh yang ditembus," kata laporan itu.

Ukuran materi partikulat dilambangkan oleh PM dan angka. PM10 mengacu pada partikel dengan diameter kurang dari 10 mikrometer atau mikron (μm), cukup kecil untuk melewati rambut di hidung, dan bisa langsung masuk ke paru-paru. PM10 dapat berinteraksi dengan sel-sel paru-paru untuk menyebabkan peradangan, iritasi dan aliran udara yang tersumbat.

PM2.5, sementara itu, bahkan lebih mematikan. Pada kurang dari 2,5 μm, partikel melewati lebih dalam ke dalam alveoli, kantung udara yang tertutup pembuluh darah di paru-paru di mana aliran darah menukar oksigen dengan karbon dioksida.

“Paparan berkelanjutan untuk tambahan 10 mikrogram per meter kubik PM10 mengurangi harapan hidup sebesar 0,64 tahun. Dalam hal PM2.5, […] 10 mikrogram per meter kubik PM2.5 mengurangi harapan hidup sebesar 0,98 tahun, ”kata laporan itu.

Jakarta baru-baru ini berada di bawah pengawasan ketat karena kualitas udaranya yang memburuk. Warga mulai memeriksa kualitas udara secara teratur, dan beberapa bahkan mengajukan gugatan perdata terhadap pemerintah dalam upaya untuk menuntut tindakan yang lebih baik terhadap pembunuh diam-diam.

Bulan lalu, Dinas Kesehatan Jakarta mengungkapkan bahwa jumlah orang yang menderita infeksi pernapasan akut (ISPA, atau ISPA dalam bahasa Indonesia) telah meningkat sejak 2016, dari 1.801.968 kasus pada tahun itu menjadi 1.846.180 pada 2017 dan menjadi 1.817.579 pada 2018. Ia telah mencatat 905.270 kasus ISPA pada Mei 2019.

Badan itu juga mengatakan bahwa polusi udara berkontribusi sebanyak 40 persen terhadap penyebab ISPA.

Ketua Asosiasi Pulmonolog Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara di Indonesia diidentifikasi sebagai penyebab beberapa penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung iskemik dan kanker paru-paru yang menyebabkan 62.000 kematian pada tahun 2012.

"Beberapa penelitian lokal juga menunjukkan bahwa polusi udara menyebabkan berbagai masalah paru-paru seperti 21 hingga 24 persen penurunan fungsi paru-paru," kata Agus. Polusi udara juga merupakan penyebab 1,3 persen kasus asma dan 4 persen kasus kanker paru-paru, katanya. , dan memperingatkan orang untuk tetap sadar dan mengikuti gaya hidup sehat.

Agust juga menawarkan beberapa tips untuk mencegah dampak kesehatan dari polusi udara.

“Saat mengendarai mobil, tutup jendela dan nyalakan AC. Jika tinggal di dalam ruangan, pertahankan kualitas udara di dalam […] dengan tidak merokok atau menyalakan lilin dan bentuk api lainnya, "katanya, menambahkan bahwa menempatkan tanaman hidup di dalam ruangan dan menggunakan pembersih udara juga membantu menjaga kualitas udara.

"Pakailah masker atau respirator untuk mengurangi jumlah partikel polusi [yang masuk] pada organ pernapasan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Widyastuti juga menyarankan warga untuk mengenakan masker N95 untuk melindungi organ pernapasan dari kontak langsung dengan polusi udara.

"Masker bedah biasa tidak benar-benar efektif," kata Widyastuti, seperti dikutip oleh kompas.com.

Dia menambahkan bahwa masker reguler di pasar tidak efektif dalam memblokir polutan terburuk, karena mereka biasanya menyaring partikel hanya lebih dari 10 mikron, sedangkan masker N95 umumnya dipakai oleh dokter dan perawat ketika merawat pasien dengan penyakit menular.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melihat peningkatan popularitas glamping, portmanteau yang glamor dan berkemah.

Beberapa resor, tempat wisata dan tempat perkemahan menawarkan fasilitas luar biasa lengkap untuk malam di luar ruangan, seperti dilansir kompas.com.

Glamping di Lakeside Rancabali di Ciwidey, Bandung. (KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia)

Berikut adalah lima situs glamping yang berlokasi di Jawa Barat. Harap dicatat bahwa harga untuk fasilitas ini sangat berfluktuasi sepanjang tahun, jadi teleponlah terlebih dahulu untuk pertanyaan.

  1. Sisi Danau Rancabali Ciwidey

Di Sisi Danau Rancabali, Ciwidey, Bandung Selatan, wisatawan dapat mengalami bermalam di antara lautan pohon teh bersama dengan pemandangan yang menghadap ke Danau Situ Patenggang.

Di sana, pengunjung dapat memilih antara lokasi glamping yang berbeda seperti Tenda Lakeside, Tenda Keluarga, atau tenda Dome Camping Ground Family Adventure. Setiap lokasi menawarkan pengalaman berbeda untuk menyesuaikan masa tinggal Anda sesuai dengan selera Anda.

Selain berkemah, pengunjung dapat menikmati kegiatan lain termasuk naik perahu di Situ Patenggang, menikmati pemandian air panas di Kawah Rengganis, atau bersantap di Phinisi Resto, yang berbentuk seperti perahu.

Tenda Keluarga dapat menampung antara delapan dan 10 orang dan biaya Rp 2.760.000 (US $ 193,28) per tenda pada hari kerja. Pada akhir pekan ada kenaikan harga 15 persen dan pada akhir pekan selama musim ramai ada kenaikan harga 20 persen.

Tenda Petualangan Keluarga Dome Ground Camping dapat menampung dari empat hingga lima orang, dan biaya Rp 1.200.000 per tenda.

  1. Glamping Tanakita Situ Gunung, Sukabumi

Glamping Tanakita terletak di dekat Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pengunjung dapat menuju ke arah umum Situ Gunung, Sukabumi di Jawa Barat untuk menemukan lokasi ini.

Di Tanakita, pengunjung dapat mengalami glamping dengan fasilitas lengkap sambil menikmati pemandangan Sukabumi dan Bogor dari lokasi perkemahan.

Selain berkemah, pengunjung dapat menikmati kegiatan lain seperti trekking, tali tinggi, berjalan ke air terjun, menjelajahi desa terdekat dan banyak lagi.

Untuk menikmati glamping di Tanakita, pengunjung dikenai biaya Rp 550.000 per malam, yang mencakup tiga kali makan setiap hari selama masa tinggal Anda, trekking dengan panduan ke air terjun dan akses ke rubah terbang.

  1. Glamping Gunung Geulis, Bogor

Lokasi glamping lain yang bisa Anda coba adalah Glamping Gunung Gerulis, Bogor, Jawa Barat, membuat lokasi ini relatif dekat dengan Jakarta.

Perkemahan Glamping Gunung Geulis (GGC) menawarkan pengunjung pilihan antara berkemah lebih dekat dengan alam atau di lokasi perkemahan, dengan pilihan antara tenda kubah, tenda semi-permanen dengan toilet bawaan, atau penginapan permanen.

Perkemahan Gunung Geulis terletak di antara Taman Nasional Gede-Pangrago dan Taman Nasional Halimun-Salak. Di sana, pengunjung dapat menikmati kegiatan lain seperti bersepeda, berenang, paintball, arung jeram dan banyak lainnya.

Untuk opsi Tenda Halimun dengan tenda kubah yang dapat menampung empat orang, pengunjung dikenai biaya Rp 285.000 per orang per malam. Harga ini sudah termasuk tiga kali sehari dan makanan ringan.

  1. Trizara Resort Indonesia, Lembang, Bandung

Di Trizara Resort, pengunjung dapat mengharapkan pengalaman mewah di bawah bintang-bintang. Trizara memiliki 47 tenda yang siap menampung pasangan atau keluarga.

Pengunjung dapat menikmati kegiatan seperti wahana off-road, paintball, flying fox, hiking, bersepeda ATV dan banyak lagi.

Untuk menginap di Trizara, harga mulai dari Rp 1,2 juta per kamar per malam untuk tenda Zana yang dapat menampung dua orang. Harga termasuk fasilitas seperti WiFi, yoga matahari terbit, pancuran, air panas, dan sarapan.

Jenis lain menawarkan berbagai harga, seperti tenda Netra yang harganya Rp 1,6 juta per kamar per malam, atau Nasika dan Svada Rp 1,8 juta per kamar per malam.

  1. Maribaya Glamping Tent, Lembang

Lokasi glamping ini, terletak di Jl. Bandung. Maribaya, dapat dipesan melalui agen perjalanan online.

Seperti sebuah hotel, Maribaya Glamping Tent menyediakan akomodasi bintang empat lengkap dengan air panas dan bahkan hot tub. Mereka menawarkan layanan untuk area barbeque, taman bermain anak-anak, dan restoran.

Harga per malam untuk satu tenda untuk dua orang adalah Rp 2.450.000. Tenda Maribaya Glamping juga menyediakan kamar untuk keluarga.

Hitchhiking, yang didefinisikan sebagai "perjalanan dengan mendapatkan tumpangan gratis dalam kendaraan yang lewat", sangat populer di kalangan pelancong yang lebih memilih untuk mempertahankan anggaran mereka tetap rendah ketika menjelajahi tujuan.

Baik seorang backpacker individu atau sekelompok pelancong, pejalan kaki dapat ditemukan berdiri di sisi jalan sambil menunjuk satu jempol ke atas.

Kegiatan semacam itu dianggap legal di Amerika Serikat dan Eropa, dan perlahan-lahan menjadi populer di negara-negara lain juga, termasuk Indonesia, sejak tahun 2000-an, mendorong komunitas perjalanan bergaya tumpangan untuk muncul di beberapa kota, seperti Jakarta.

Menumpang dapat dilakukan saat Anda bepergian ke seluruh Indonesia. (Shutterstock / File)

Ejie Belula, salah satu anggota komite komunitas Hitchhiker Indonesia, mengatakan kepada tempo.co bahwa ia dan anggota komunitas telah melakukan perjalanan dengan menumpang ke pulau-pulau jauh di kepulauan tersebut, seperti Papua.

"Kami tidak menghabiskan anggaran kami untuk transportasi," kata Ejie baru-baru ini di Jakarta.

Mereka yang tertarik bepergian dengan cara ini harus mempertimbangkan tip-tip di bawah ini terlebih dahulu karena ada risiko nyata yang terlibat:

  1. Jangan pergi sendiri

Ejie menyarankan para pelancong untuk menghindari menumpang sendirian untuk melindungi diri mereka sendiri. Pilihlah untuk bepergian dalam grup yang terdiri dari sedikitnya tiga atau empat orang.

  1. Bersikap fleksibel

Karena Anda tidak dapat memperkirakan kapan seseorang akan memutuskan untuk memberi Anda tumpangan, fleksibellah dengan jadwal perjalanan Anda.

"Jika tujuan Anda berikutnya adalah sekitar empat jam perjalanan, menumpang akan memakan waktu setidaknya enam jam, termasuk waktu tunggu," kata Ejie, menyarankan bahwa Anda harus menambahkan setidaknya dua jam ke rencana perjalanan Anda.

  1. Pilih tempat yang strategis

Tempat paling aman untuk menumpang adalah di suatu tempat di dekat tempat yang ramai dan strategis. Ejie menyarankan gerbang tol, perempatan pasar dan pompa bensin.

  1. Berdiri di sisi yang aman

Selalu mengutamakan keselamatan saat menumpang, karena di jangan berdiri terlalu dekat dengan jalan.

"Pastikan untuk selalu berdiri di sisi jalan yang aman," kata Ejie.

  1. Bersikap komunikatif

Sebagai tumpangan, belajar membuat kesan yang baik pada mereka yang menawarkan tumpangan dengan bersikap ramah dan memiliki sikap yang baik.

Basecamp Pendakian Gunung Cikuray via Kiara Janggot pada hari Idul Adha tanggal 11 Agustus 2019 para Petugas Pemantau melakukan kegiatan Makan Bersama antar rekan relawan Petugas pendakian yang di pimpin oleh ketua Basecamp Bapak Sobar.


Dengan popularitas kegiatan di luar ruangan dan perjalanan yang sedang naik daun, rangkaian aksesori yang tersedia juga semakin luas.  

clone tag: -8519808075919040904

Perusahaan yang memproduksi peralatan untuk kegiatan di luar ruangan terus-menerus menghasilkan produk-produk baru, sementara produk-produk yang sudah populer terus ditingkatkan.

Arief Siagian, manajer lini produk perusahaan peralatan luar ruangan Eiger, mengatakan bahwa merek tersebut baru-baru ini memperkenalkan tiga jenis ransel dan ransel.

"Masing-masing memiliki tujuan yang berbeda, karena kompartemen di masing-masing operator berbeda," kata Arief, Kamis.

Tempo.co telah menyusun daftar perlengkapan outdoor paling populer saat ini.

  1. Hammocks

Dalam dua tahun terakhir, tempat tidur gantung telah menjadi salah satu barang wajib yang paling populer untuk pelancong yang mengunjungi pantai atau pegunungan.

Menurut history.com , banyak ahli antropologi percaya bahwa tempat tidur gantung itu ada sekitar 1.000 tahun yang lalu di Amerika Tengah, di mana suku Maya dan masyarakat adat lainnya membuat mereka keluar dari kulit pohon atau serat tanaman.

Tempat tidur gantung sering direkomendasikan karena sangat tahan lama, ringan dan kompak, menjadikannya teman perjalanan yang luar biasa.

2. Buff

Mengganti slayers untuk keperluan penutup kepala atau masker, buff adalah headwear multi-fungsi yang dapat digunakan untuk menutupi kepala, leher, hidung, dan mulut Anda.

Penggemar juga dianggap lebih mudah dikenakan daripada slayers, yang harus Anda ikat secara manual. Mereka mulai mendapatkan popularitas di tahun 2010.

3. Kantung air

Paket hidrasi yang mengandung reservoir atau kandung kemih yang terbuat dari karet, kantung air menyediakan hidrasi yang mudah bagi penggemar alam luar.

Dengan selang yang relatif panjang, wisatawan dapat minum langsung dari kandung kemih tanpa repot membuka dan menutup ransel. Mereka dapat digantung atau diselipkan di luar ransel.

4. Trekking poles

Sebelumnya hanya digunakan untuk ski atau panjat es, tiang trekking sekarang digunakan untuk hiking biasa. Selain memberikan stabilitas lebih, ujung runcing membantu pejalan kaki mendukung berat badan mereka selama kenaikan.

Tiang-tiang ini sering dilengkapi dengan cakar karet atau ujung karbida untuk mencengkeram jalan alami.

5. Tas Mendaki

Selain dari banyak variabel ransel, tas pendakian juga cocok untuk hiking ekstrim. Contoh dari Eiger adalah tas 50 liter, dengan pengikat gulungan atas yang terbuat dari tali anyaman.

Di bawah tas, ada kait di mana Anda dapat menggantung alat panjat Anda. Pada bagian belakang, tas memiliki sistem aliran udara yang menyediakan sirkulasi udara untuk mencegah perasaan lembab yang disebabkan oleh hujan atau keringat.

Gunung megah: Pemandangan indah Gunung Cikuray dapat dilihat dari Garut. Dua ratus kilometer berkendara dari Jakarta, jalan berdebu yang dikeringkan oleh matahari yang terik akan tiba-tiba membawa Anda ke tanaman hijau dramatis di mana pegunungan terasa dekat, menunjukkan surga mungkin tidak terlalu jauh dari neraka kota.

Arah menuju Pendakian Gunung Cikuray via Kiara Janggot

Selamat datang di Garut, tanda yang diletakkan di dua kolom menyerupai gerbang bertuliskan. Dan setelah itu, persiapkan diri Anda untuk pemandangan panorama pegunungan yang tak berujung yang tampaknya mengejutkan mengelilingi wilayah yang dikenal sebagai Swiss Jawa.

Keindahan luar biasa daerah ini telah dikenal luas di seluruh dunia sejak zaman kolonial.

Bahkan legenda Charlie Chaplin mengunjungi Garut dua kali untuk merangkul keindahan daerah yang tenang, yang dijaga oleh tiga gunung - Papandayan, Guntur dan Cikuray.

Komedian pertama kali datang ke sini pada tahun 1927, kemudian kembali pada tahun 1935, tinggal di Grand Hotel Ngamplang di wilayah Cilawu, sebuah resor berbukit yang bagus sekitar 3,4 kilometer dari pusat kota.

Tidak ada yang tahu apa yang membawa Chaplin dua kali ke daerah itu, yang terletak sekitar 60 kilometer barat daya Bandung, ibukota Jawa Barat.

Tapi begitu Anda mendarat di Garut, Anda akan tahu ada banyak tempat bagus untuk dikunjungi di dekat kota kecil.

Rambu jalan hijau yang menunjukkan situs menarik yang pasti tidak dapat dilewatkan saat berada di kota dapat dengan mudah ditemukan.

Tetapi sebelum itu, mengapa tidak hanya menikmati suguhan gratis dari alam dan rasakan angin segar berhembus melalui sawah yang tak ada habisnya di kedua sisi jalan.

Anda cukup menarik mobil Anda dan berhenti sejenak, untuk merangkul kehijauan yang agung di bawah gunung biru jauh, pemandangan yang akan Anda ingat dari gambar anak-anak, sambil menyeruput minuman es kelapa dari pedagang kaki lima yang ada di mana-mana.

Menikmati momen mewah di ujung jalan ini, orang mungkin berpikir: Siapa yang butuh Bali ketika Anda memiliki Garut di dekat Anda?

Setelah merasa diisi ulang, Anda dapat naik ke tujuan Anda berikutnya, Cipanas, area resor yang menawarkan air panas langsung dari gunung.

Daerah yang terletak di barat laut kota di kaki Gunung Guntur ini dipenuhi dengan sejumlah villa dan hotel. Namun, pastikan Anda memesan kamar terlebih dahulu sebelum tiba di Cipanas, karena tempat ini macet dengan pengunjung yang datang dari Jakarta untuk akhir pekan.

Jika Anda menginginkan privasi dan tempat yang lebih tenang, Anda bisa menuju ke utara ke resor yang lebih damai di Samarang.

Anda dapat tetap tinggal di Mulih K 'Desa atau Kampung Sampireun, dua resor indah dan eksklusif yang menawarkan akomodasi back-to-nature.

Mulih K 'Desa adalah sebuah resor di mana setiap kamar, yang menyerupai gubuk, dipisahkan oleh sawah. Desainnya, serta makanan dan layanannya juga hadir dengan sentuhan tradisional. Makanan disajikan dalam piring kaleng sementara teh panas datang dalam termos bergaya batik yang dibawa oleh pelayan pakaian tradisional. Ini memberi pengunjung rasa hidup di desa-desa tradisional.

Kampung Sampireun tidak jauh berbeda dari Mulih K 'Desa karena juga dikelola oleh manajemen yang sama. Tetapi perbedaan yang paling mencolok adalah bahwa sawah di Mulih K 'Desa telah memberi jalan ke sebuah danau kecil di Kampung Sampireun. Jadi setiap pengunjung harus menggunakan sampan kecil untuk mencapai tempat-tempat lain di resor.

Kampung Sampireun terkenal di kalangan berbulan madu yang mencari jalan keluar yang manis karena menawarkan suasana romantis dengan lilin yang berkilauan di setiap sudut resor. Hotel ini juga menawarkan perawatan spa kelas satu untuk pasangan dan paket makan malam romantis.

Nah, setelah beristirahat sesuka hati, saatnya menjelajahi kota. Anda dapat mengunjungi candi Cangkuang, satu-satunya candi Hindu yang pernah ditemukan di Jawa Barat. Candi ini terletak di sebuah pulau kecil di tengah Danau Cangkuang. Seseorang harus naik rakit bambu untuk mencapai lokasi.

Bagaimana dengan sedikit istirahat: Pengunjung ke Garut yang sekarat karena udara segar dan pemandangan indah dapat menikmati pemandangan sawah. Pulau di mana candi abad ke-8 ini dipenuhi oleh pohon-pohon dari semua ukuran, memberikan keteduhan selamat datang bagi pengunjung yang menjelajahi situs.

Tidak seperti candi-candi Jawa lainnya yang bercirikan arsitektur megah, Candi Cangkuang lebih sederhana dengan hanya satu bangunan yang masih berdiri. Tetapi bagian yang paling menarik adalah pengunjung dapat menemukan makam pemimpin Muslim Arief Muhammad di dekat kuil. Arief adalah seorang raja dari kerajaan Jawa Timur yang datang ke tempat itu untuk dakwah karena Islam.

Setelah haus akan sejarah padam, saatnya untuk berpetualang di Garut. Berada di pusat tiga gunung, Garut adalah tempat yang bagus untuk hiking.

Tetapi bagi mereka yang menginginkan liburan yang lebih santai, jalur hiking dapat dengan mudah ditukar untuk perjalanan ke Kampung Naga, sebuah desa tradisional Sunda yang terletak sekitar 25 kilometer dari Garut.

Desa ini juga menawarkan keindahan luar biasa terutama setelah Anda menaklukkan 500 anak tangga untuk menjelajahi kompleks rumah kayu dan jerami yang sempit di antara sawah dan Sungai Ciwulan.

Surga kecil: Desa tradisional seperti Kampung Naga masih dapat ditemukan di wilayah ini. Pemukiman ini mungkin mengingatkan Anda pada desa Sunda kuno lainnya di Badui karena cara hidup dan budayanya yang sederhana.

Kembali ke pusat kota, pastikan Anda mencicipi kelezatan lokal terkenal yang disebut dodol, camilan manis yang terbuat dari santan, ketan dan gula aren.

Mengingat popularitasnya, beberapa toko suvenir dan hadiah bahkan telah memperkenalkan generasi baru dodol yang disebut chocodol, yang hanya merupakan dodol cokelat. Dikemas dalam bungkus modern dan modern, dodol jenis baru ini ditujukan untuk kaum muda yang mencari makanan ringan alternatif.

Jadi, jika Anda mencari tempat yang bagus yang menawarkan pemandangan indah dan pengalaman berbeda tidak jauh dari Jakarta, Garut adalah jawaban Anda.

Kiat dan trik

• Anda dapat mencapai Garut dengan mobil atau dengan bus dari Jakarta. Terminal bus utama berada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan atau Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Segera setelah Anda mencapai Garut, Anda dapat berkeliling menggunakan transportasi umum dalam bentuk van mini, yang berlimpah di daerah tersebut dan dapat membawa Anda ke tempat-tempat paling terpencil.

• Untuk menemukan penginapan, kunjungi www.pwisata.garutkab.go.id untuk menemukan daftar hotel dan resor. Ingat untuk membuat reservasi sebelum pergi ke sana, terutama ketika Anda bepergian selama akhir pekan.

Rizal Fahreza adalah seorang petani muda ulung dengan fokus menghidupkan kembali popularitas jeruk Garut, buah khas kota kelahirannya di provinsi Jawa Barat.

Rizal Fahreza (kiri) dan mentornya dalam bisnis pertanian jeruk, Achmad Syamsudin, memilih jeruk di kebun pendidikan EPTILU di Garut, Jawa Barat.

Jeruk Garut adalah ikon Kabupaten Garut (selain domba) dan itu bahkan merupakan bagian dari logo pemerintah daerah Garut. Namun, sejak tahun 1980, keberadaan jeruk Garut telah terancam punah karena serangan Degenerasi Citrus Vein Phloem (CVPD), yang dapat menghancurkan tanaman jeruk di wilayah tersebut, yang kemudian membuat banyak petani menjauh dari menanam buah jeruk.

Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang kondisi pertanian jeruk di daerah Garut, Rizal, bersama dengan seniornya di Institut Pertanian Bogor (IPB) Achmad Syamsudin, yang juga mentornya, memulai bisnis pertanian jeruk. Bersama-sama mereka berjuang untuk mengembalikan popularitas jeruk keprok (jeruk keprok) dan jeruk siam (jeruk siam).

"Jeruk Garut hampir tidak memiliki masa depan; Jeruk Garut adalah kemenangan yang hanya pantas untuk diingat; Jeruk Garut adalah kisah masa lalu, yang biasanya diceritakan dalam pertemuan sebelum maghrib (doa malam)," kata Rizal.

Lahir di Garut pada 8 Mei 1991, Rizal adalah alumnus departemen agronomi dan hortikultura di Sekolah Pertanian IPB (Faperta).

Mulai ketika ia masih belajar di IPB pada tahun 2012, Rizal dan Achmad melakukan penelitian bersama pada komoditas buah nusantara, salah satunya adalah jeruk, kemudian mereka sepakat untuk mengembangkan jeruk sebagai tanaman utama.

"Saya sudah banyak berdiskusi dengan Pak Achmad Syamsudin terkait tanaman jeruk, dan ternyata kami memiliki visi dan misi yang sama untuk pertanian di Indonesia. Akhirnya kami berkolaborasi menanam jeruk. Di lapangan, saya juga mendapat dukungan dari Ayah saya, Dikdik Sontani, yang juga seorang petani, "kata Rizal.

Akhirnya pada tahun 2014, setelah menyelesaikan studinya di IPB, Rizal kembali ke kota asalnya di Garut dan mulai merintis usahanya untuk menanam jeruk di area seluas 2 hektar. Bagian dari tanah adalah tanah milik pribadi, sedangkan sisanya adalah plot komunitas yang beroperasi di bawah sistem sewa. Terletak di Jl. Raya Cikajang di desa Leuwi Ereng.

Ketika Rizal semakin sibuk mengelola pertanian jeruknya, ia memiliki kesempatan pada awal 2015 untuk mengambil bagian dalam Program Magang Pertanian Internasional melalui Program Ohio (TOP), yang merupakan kolaborasi antara IPB dan Universitas Negeri Ohio di Amerika Serikat, juga ditempatkan di California selama 13 bulan.

Ketika berada di AS, Rizal menjalani magang, kursus singkat, simposium, dan seminar di tujuh kampus terkenal di negara itu dan mengunjungi 35 industri pertanian.

Baca juga: 10 Tempat Wisata yang wajib dikunjungi di Garut

Setelah kembali dari AS pada bulan Maret 2016, Rizal mengelola pertanian jeruk dengan fokus pada produksi. Selama periode 2016-2017, ada panen jeruk besar dan jeruk dipasarkan ke Bogor di Jawa Barat, Jakarta dan di luar Pulau Jawa.

Namun, Rizal mengatakan biaya logistik dan transportasi untuk mengirim jeruk ke daerah-daerah ini sangat mahal, hampir 23 persen lebih tinggi. Untuk meningkatkan efisiensi dan menghasilkan lebih banyak pendapatan, perkebunan jeruk menjadi tujuan wisata.

"Saya melihat [bahwa] peluang dalam pariwisata cukup menjanjikan, karena jumlah wisatawan yang berkunjung ke Garut meningkat 2 juta per tahun dan trennya terus meningkat. Akhirnya pada tahun 2016, saya membangun sebuah taman pendidikan yang disebut EPTILU atau 3F [Fresh From Farm] ], "Kata Rizal.

Kegiatan pertanian yang dimulai dengan kebun produksi dan kebun penelitian kini telah berkembang menjadi kebun pendidikan EPTILU.

Kebun pendidikan juga membuka peluang kerja bagi kaum muda di desa, dengan sekitar 22 bekerja pada musim reguler dan 37 selama liburan. Sementara itu, 400 pengunjung mengunjungi situs setiap minggu.

Rizal saat ini juga bekerja untuk mengembangkan 75 hektar kebun jeruk di enam kecamatan di Kabupaten Garut, sebuah rencana yang mendapat dukungan dari pemerintah daerah Garut.
       
Dengan kerja keras dan impian besar untuk memajukan pertanian di Indonesia, Rizal terpilih pada 2017 untuk mewakili Indonesia di ASEAN Youth Social Entrepreneurship Award, dalam sebuah acara perayaan 50 tahun ASEAN di Manila.

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram