fbpx

Gunung Piramid jadi sorotan masyarakat sejak mayat pendaki muda bernamaThoriq ditemukan di sana. Gunung ini berlokasi di Bondowoso, Jawa Timur. Apa saja fakta seputar Gunung Piramid yang perlu diketahui pendaki? Cek jawabannya dalam tulisan di bawah ya bro!

Belum lama ini, mata publik tertuju pada Gunung Piramid yang terletak di Bondowoso, Jawa Timur. Semua berawal ketika remaja berusia 15 tahun bernama Thoriq Rizky ditemukan tewas di jurang “punggung naga” Gunung Piramid pada hari Jumat (5/7/2019). Setelah 12 hari pencarian, tim pencari menemukan mayatnya tersangkut di batang pohon.

Banyak orang mungkin belum terlalu familiar dengan Gunung Piramid. Jadi, apa saja fakta menarik seputar gunung ini? Berikut adalah 8 di antaranya. Silakan disimak ya bro!

1. Punya Bentuk Piramid serta Diselimuti Mitos

Nama unik gunung ini kabarnya berasal dari julukan yang diberikan masyarakat. Jika dilihat dari kejauhan, gunung ini memiliki bentuk segitiga mirip piramida Mesir. Alhasil, masyarakat akhirnya sepakat memberikan nama Gunung Piramid.

Gunung Piramid mempunyai beberapa mitos yang diyakini penduduk setempat. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, seluruh pendaki tidak diperkenankan mengambil barang apapun sewaktu menaiki Gunung Piramid. Contoh barang yang tak boleh diambil pendaki saat menjelajahi gunung ini adalah buah.

Masyarakat sekitar percaya bahwa siapapun yang melanggar larangan ini tidak akan bisa kembali pulang dalam keadaan hidup. Selain itu, warga setempat juga mengeramatkan tempat bernama Batu Langgar. Lo bisa menemukan tempat ini sebelum tiba di camping ground. Jadi, harap berhati-hati aja ya bro!

2. Jalur Pendakian yang Menantang

Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Piramid, lo harus siap melewati jalur pendakiannya yang menantang. Jalurnya yang miring dan sulit bakal menguji adrenalin para pendaki. Lo perlu menyiapkan kondisi fisik sebaik mungkin agar mampu melalui jalur setapak yang dipenuhi bebatuan dan pasir. Oke, bro?

Ketika berangkat dari batas vegetasi ke puncak, pendaki bakal berhadapan dengan jalur sempit dan panjang. Lo harus berhati-hati saat menapaki jalur ini karena tepat di sebelah kanan dan kirinya adalah jurang curam. Untuk itu, pendaki perlu menyiapkan peralatan memadai serta konsentrasi ekstra agar sukses melewati jalur ini.

Tantangan lain yang bakal ditemui pendaki Gunung Piramid adalah jarak dari start ke campground yang cukup jauh. Lo harus siap melalui deretan hutan pinus, kebun kopi, hingga tiba di jalur yang mulai naik. Meski perjalanan ini lumayan melelahkan, rasa letih pendaki bakal terbayar begitu tiba di puncak.

3. Masih Termasuk dalam Area Gunung Argopuro

Menurut penjelasan salah satu admin @bondowosoexplorer, Gunung Piramid masih berada dalam wilayah gunung lain. Gunung tersebut adalah Gunung Argopura. Pendapat ini berpijak pada pengalaman mereka yang pernah mengunjungi gunung ini secara langsung.

“Puncak Piramid merupakan bagian jajaran dari Pegunungan Hyang Argopuro,” ucap admin, dikutip dari kompas.com, Jumat (5/7/2019).

4. Lokasi Camping Hanya Muat untuk Satu Tenda serta Ukuran Puncak Piramid yang Sempit

Gunung Piramid memang memiliki camping ground. Akan tetapi, lokasinya sangatlah sempit. Area tersebut kabarnya hanya bisa ditempati satu tenda saja. Sempit sekali, bukan?

Bukan cuma area berkemahnya saja, puncak gunung ini juga sangatlah sempit. Puncak Piramid hanya mempunyai luas sekitar 5 meter. Dengan demikian, pembangunan tenda di area ini cukup mustahil. Waspadai segala macam bahaya yang mungkin terjadi di area puncak ya bro!

5. Tidak Relatif Tinggi, namun Tingkat Kemiringannya Terbilang Ekstrem

Dibandingkan dengan gunung lain, Gunung Piramid dapat dikatakan mempunyai ketinggian yang tidak seberapa. Tinggi gunung ini diketahui mencapai 1.521 meter di atas permukaan laut. Meski tidak begitu tinggi, Gunung Piramid tetap “ditakuti” sejumlah pendaki karena mempunyai medan eksrem.

Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kemiringan Gunung Piramid yang sangat terjal. Menurut pendapat admin @bondowosoexplorer, gunung ini diprediksi punya tingkat kemiringan kurang lebih 90 derajat. Menantang adrenalin sekali, bukan?

“Track dikenal sadis dan kejam bahkan tingkat kemiringan sampai 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak,” ujar admin @bondowosoexplorer, dikutip dari kompas.com.

6. Proses Pendakian Menyita Waktu Relatif Lama

Meski Gunung Piramid tidak terlalu tinggi, proses pendakian menuju puncak gunung ini ternyata memakan waktu lama. Hal tersebut dipengaruhi oleh medannya yang sulit dan menantang. Admin @bondowosoexplorer mengatakan waktu normal yang dibutuhkan pendaki untuk sampai ke camping ground gunung ini adalah sekitar 3 jam.

“Normal 3 jam, untuk ukuran profesional menuju camping ground,” katanya, dilansir dari kompas.com.

Sementara itu, waktu pendakian dari camping ground menuju Puncak Piramid sekitar 3 hingga 5 jam. Lama waktu tersebut ditentukan oleh kemampuan masing-masing pendaki. Menurut pengamatan admin @bondowosoexplorer, pendaki pemula atau amatir bisa menghabiskan waktu pendakian hingga 5 jam. Pokoknya, tetap utamakan keselamatan saat mendaki gunung ini ya bro!

7. Area Puncak Tidak Direkomendasikan bagi Pendaki Pemula

Jika tertarik mendaki sampai ke puncak Gunung Piramid, lo disarankan sudah menguasai kemampuan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar lo siap menghadapi medannya yang cukup berbahaya dan menantang. Untuk itu, area puncak baiknya hanya didaki oleh orang berpengalaman demi alasan keamanan.

Selain itu, pendaki juga perlu menyiapkan berbagai macam peralatan penting agar proses pendakian berlangsung aman dan lancar. Dengan membawa peralatan lengkap, lo bakal siap melewati medannya yang miring serta penuh dengan bebatuan. Pendaki juga dianjurkan menyewa jasa guide untuk meminimalisir risiko buruk di sepanjang perjalanan.

8. Sajikan Panorama Indah yang Memanjakan Mata

Gunung Piramid menyajikan pemandangan elok yang bakal membuat para pendaki jatuh hati. Lo bisa menikmati pemandangan asri berupa sungai, hutan pinus, kebon kopi saat berjalan menuju campground. Begitu tiba di puncak, pendaki bakal disuguhi pesona Argopuro dan Alam Bondowoso yang menakjubkan.

Demikian 8 fakta menarik seputar Gunung Piramid. Semoga informasi di atas bermanfaat buat lo yang berminat pergi ke gunung ini dalam waktu dekat. Persiapkan kondisi fisik dan peralatan selengkap mungkin agar perjalanan lo berjalan lancar. Oke bro?

Source: kompas.com

Feature Image - instagram.com/hanifalam5

eminggu sudah berlalu dengan segala rutinitas pekerjaan atau kuliah, saatnya Kamu sambut weekend ini dengan rencana-rencana liburanmu. Buat Kamu yang ingin melarikan diri sesaat dari keramaian kota Jakarta, Jawa Tengah punya banyak destinasi wisata yang bisa Kamu kunjungi. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam, pantai, dan pegunungan.

Kalau Kamu ingin berkunjung ke Jawa Tengah akhir pekan ini untuk berwisata gunung tapi nggak tahu mau ke gunung mana, mungkin Gunung Ungaran bisa Kamu jadikan pilihan. Karena selain gunung ini tak jauh dari pusat ibukota Jawa tengah yaitu Semarang, gunung ini juga nggak terlalu tinggi. Jadi cocok untuk Kamu yang tak punya banyak waktu.

Atau Kamu memang sudah berencana berlibur ke Gunung Ungaran tapi nggak tahu harus melakukan apa saja karena waktumu terbatas? Tenang, saya punya tips menikmati Gunung Ungaran meski Kamu nggak bisa mendaki sampai puncak.

Menikmati kerlap-kerlip lampu kota dari Mawar Camp

tips menikmati gunung ungaran

Pemandangan lampu kota dari area camp Mawar. Sumber foto

Area Mawar camp merupakan gerbang pendakian Gunung Ungaran, namun di sini disediakan area khusus camping. Bagi Kamu yang nggak punya banyak waktu untuk mendaki, tempat ini bisa jadi pilihan tempat yang cocok untuk menghabiskan akhir pekanmu. Kamu bisa merasakan dinginnya udara gunung, indahnya pemandangan kota, kegagahan Gunung Merbabu, juga sunrise yang hangat.

Dari area camp ini Kamu akan melihat indahnya pemandangan kerlap-kerlip lampu. Meski setiap harinya Kamu tinggal di kota dan sudah terbiasa dengan kerla-kerlip lampu, pasti akan ada sensasi yang  berbeda saat Kamu menikmatinya dari ketinggian. Apalagi duduk santai sama gebetan dan teman-temanmu di depan tenda, ada kopi, api unggun dan ditambah musik dari gitar. Kamu bisa nyanyi bareng dan joget-joget bareng juga, pasti bakalan seru.

Akses ke tempat ini juga cukup mudah. Dari pusat kota Semarang Kamu bisa menggunakan mobil atau motor. Perjalanan akan emakan waktu sekitar 1-1,5 jam, tergantung kondisi keramaian jalan. Lebih asyik lagi karena kendaraanmu bisa masuk hingga area camp, jadi Kamu tak perlu berjalan kaki.

Ada juga penginapan kalau Kamu enggan tidur di alam terbuka

tips menikmati gunung ungaran

Penginapan Pondok Umbul Sidomukti. Sumber foto

Kalau Kamu enggan tidur beralas rumput di bawah pohon pinus, Kamu bisa menyewa kamar di penginpaan yang tak jauh dari camp area. Pondok Umbul Sidomukti ini dibangun di area wahana wisata alam Umbul. Jadi kalau Kamu menginap di sini Kamu bisa menikmati dua hal sekaligus.

Wisata Umbul Sidomukti merupakan wisata alam yang menyajikan pemandangan khas pegunungan, permainan outbond yang menantang adrenalin, juga kolam renang dari mata air alami Gunung Ungaran. Akan jadi tempat yang cocok untuk Kamu menghabiskan waktu libur, apalagi jika bersama pasangan atau keluarga.

Tarif untuk menginap di Pondok Umbul Sidomukti ini bervariasi, tergantung dari jenis kamar yang ingin Kamu pesan. Namun kisaran harga kamarnya adalah sekitar Rp575.000;- hingga Rp1.600.000;-

Menyeruput hangatnya kopi sambil menikmati indahnya pegunungan

tips menikmati gunung ungaran

Menikmati hangat kopi sambil meresapi udara dingin gunung. Sumber foto

Tak jauh dari area camp Mawar terdapat  sebuah cafe kopi bertema outdoor. Saat malam hari Kamu bisa menikmati hangatnya kopi dan beberapa cemilan sambil memandang indahnya lampu kota dari jauh. Sedangkan saat siang hari Kamu bisa mencoba sensasi berjalan di kegelapan Goa Tirta Mulya yang berujung di tepi jurang.

Menyapa warga desa Promasan yang masih minim listrik

tips menikmati gunung ungaran

Desa Promasan yang masih minim listrik di bawah puncak Ungaran. Sumber foto

Kalau Kamu ingin benar-benar merasakan suasana desa yang masih minim listrik, Kamu bisa berjalan mendaki dari pos pendakian Mawar menuju desa Promasan. Lama waktu tempuh berkisar 3-4 jam, tapi bagi Kamu yang sudah terbiasa mendaki mungkin hanya akan butuh waktu 2 jam. Desa ini hanya memiliki listrik dari mesin diesel dan biasanya hanya dinyalakan dari jam 6 sore hingga jam 12 malam.

Untuk menuju ke Promasan Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang sudah di pasang di sepanjang jalur pendakian. Di Promasan ini Kamu akan menemukan sebuah kehidupan desa yang damai, sederhana dan jauh dari kata kemewahan. Kamu akan disambut keramahan warga yang tak terlalu banyak jumlahnya. Senyum bocah-bocah cilik yang masih polos juga akan memberimu ketenangan tersendiri.

Bagi saya, Promasan adalah tempat yang bisa menyejukkan mata dan juga jiwa. Kamu bisa bercengkerama dengan warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai pemetik teh. Kamu juga bisa lho masuk ke perkebunan teh tanpa dipungut biaya apapun. Kamu bisa berfoto sepuasnya, dimanapun yang Kamu mau. Karena di sejauh mata memandang hanya ada kebun teh yang hijau dan menyegarkan.

Di balik desa Promasan ini bertengger puncak Ungaran yang gagah dan tetap mempesona. Kalau Kamu punya cukup waktu dan tenaga, Kamu bisa mendaki puncak. Tapi kalau memang waktumu tak banyak, menikmati puncak dari Desa Promasan pun sudah cukup.

Menyusuri Gua Jepang yang konon jumlah ruangnya akan selalu berubah

tips menikmati gunung ungaran

Pintu masuk gua Jepang. Sumber foto

Tak jauh dari Desa Promasan, ada sebuah gua Jepang yang cukup besar. Gua ini memiliki jumlah bilik kamar yang cukup banyak dan sangat gelap. Konon katanya, jumlah bilik kamar di dalam gua akan selalu berubah jika dihitung kembali. Entah benar atau tidak, tapi terakhir kali saya masuk kesana ada sekitar 24 ruangan. Mungkin akan berbeda dengan perhitunganmu yang pernah masuk ke sini.

Untuk masuk ke gua ini Kamu hanya perlu membawa senter, karena di dalam sangat gelap. Kamu juga mungkin perlu memakai sepatu boot jika tak ingin basah, sebab gua ini kerap kali banjir. Jangan lupa juga untuk berdoa sebelum masuk, karena tempat ini konon dihuni banyak makhluk halus. Sekadar berbagi cerita, teman saya pernah dimasuki makhluk halus penghuni gua, serem!

Akan sayang jika Kamu melewatkan susur gua Jepang ini jika sudah sampai di Promasan. Paling tidak nikmati sensasi deg-deg ser saat di gua. Yah, rasanya nggak beda jauh sama deg-deg ser pas nembak gebetan lah!

Minum dan mandi langsung dari mata air pegunungan

tips menikmati gunung ungaran

Mata air alami Gunung Ungaran. Sumber foto

Karena berada tepat di bawah puncak Gunung Ungaran, Promasan memiliki sumber air pegunungan murni dan asli langsung dari gunung. Bisa Kamu bayangkan sedingin dan sesegar apa air di sana. Tak ada yang mengalahkan.

Air di sini sangat jernih, bersih, dingin dan segar. Saat berada di Promasan, saya selalu minum langsung dari sumber air. Rasanya sangat segar, semua air minum kemasan akan kalah dibanding air ini. Kalau Kamu berpikir air ini tak sehat, Kamu mungkin keliru. Nyatanya sampai saat ini saya masih sehat-sehat saja.

Sumber air ini ada juga digunakan sebagai kolam pemandian dan pancuran. Di sini Kamu bisa mandi sepuasnya dengan air gunung. Dinginnya yang luar biasa akan membuat tulangmu terasa ditusuk. Tapi saya jamin, Kamu tak akan bisa menemukan air yang sesegar di sini saat berada di kota besar.

Tapi tetap ingat ya gais, jangan Kamu kotori sumber air ini. Selain untuk sumber kehidupan utama warga Promasan, sumber air ini juga akan menjadi sumber kehidupan bagi warga di sekitar gunung Ungaran seperti Kendal, Boja, dan Semarang.

***

Itu dia hal-hal yang bisa Kamu lakukan di Gunung Ungaran jika Kamu tak punya banyak waktu untuk mendaki gunung hingga ke puncak. Tapi paling tidak hal-hal ini bisa mengobati rasa rindumu pada gunung. Bukankah mendaki gunung memang tak selalu tentang puncak? Semoga tips menikmati Gunung Ungaran bisa membantumu menyusun rencana untuk akhir pekanmu.

Kabar meninggalnya seorang remaja bernama Thoriq Rizki Maulidan masih ramai menjadi pembicaraan banyak orang. Sebelum ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Thoriq dikabarkan hilang sejak Minggu (23/6), saat dirinya melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso, Jawa Timur.

Saat itu, diketahui jika remaja lulusan SMPN 4 Bondowoso ini mendaki puncak Gunung Piramid untuk menikmati sunset bersama tiga orang teman lainnya. Namun sayangnya, Thoriq yang terlihat berjalan cepat saat menuruni gunung justru tidak kunjung sampai ke bawah.

Menurut penuturan salah satu anggota Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo dalam pers rilis yang dibagikan akun Instagram @humas_wanadri, diketahui jika Thoriq ditemukan di Gunung Piramid bagian selatan. Ia juga menambahkan dugaan kronologis jatuhnya Thoriq di jalur yang terjal tersebut.

"Melihat dari terjalnya medan tempat ditemukannya survivor, diduga survivor terjatuh dan terperosok lalu tersangkut di batang pohon,” tulis Eko.

Area dengan medan yang terjal tersebut dijuluki 'Punggung Naga' oleh para pendaki. Bagi sebagian masyarakat sekitar, area ini memang dianggap berbahaya lantaran jalur yang terjal dengan lebar tak sampai satu meter.POS TERKAIT

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (7/7), brilio.net sudah menghimpun beberapa potret eksotisnya jalur 'Punggung Naga' Gunung Piramid.

1. Gunung yang terletak di bagian barat Bondowoso ini diapit oleh beberapa gunung, yaitu Gunung Salak, Gunung Krincing, dan Gunung Saeng.

2. Meski indah, Puncak Piramid bukanlah tempat wisata karena lokasinya yang ekstrem.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@adisusanto10

3. Lebar puncak Piramid kurang lebih hanya 5 meter dan sangat berisiko terutama jika kondisi cuaca sedang buruk.

4. Untuk mencapai puncak, para pendaki harus melewati jalur 'Punggung Naga' dengan kemiringan 45-80 derajat. Selain itu, jalur ekstrem ini juga hanya memiliki lebar kurang lebih satu meter saja.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@bondowoso_explore

5. Bahkan para pendaki profesional pun menyarankan untuk ditemani oleh guide lokal yang sudah sering melalui jalur tersebut.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@tyranha

6. Para pendaki juga harus selalu penuh dengan kewaspadaan, fokus, dan berhati-hati.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@tyranha

7. Terlepas dari jalurnya yang sangat ekstrem, dari puncak Piramid para pendaki bisa melihat indahnya pemandangan kota Bondowoso dari ketinggian.

Gua Jomblang yang terletak di desa Jetis Wetan di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, adalah gua vertikal dalam yang terkenal dengan pemandangan sinar matahari yang masuk melalui lubang yang terlihat seperti surga.

Terletak 10 kilometer dari kota Wonosari dan 40 kilometer dari Yogyakarta, tujuan hanya menyediakan satu kilometer jalan aspal mulus ke lokasi parkir; sisa perjalanan hanyalah tanah berbatu.

Gua yang memiliki diameter 50 meter ini pertama kali ditemukan pada tahun 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC), sekelompok penjelajah gua dari Yogyakarta.

Banyak turis telah mengunjungi objek wisata ini, termasuk yang berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Cina, Singapura dan Malaysia.

Memasuki gua membutuhkan sedikit usaha, karena Anda harus mengenakan helm pengaman dan tali. Dengan menggunakan teknik tali tunggal (SRT), pengunjung bergantian pergi ke gua; hanya maksimal dua orang yang diizinkan dalam satu batch.

"Naik turunnya gua sangat menantang, menakjubkan," kata Jack dari Singapura yang datang bersama enam temannya.

Di dalam gua, ada fotografer yang siap mengambil foto petualangan Anda. Foto-foto akan dicetak dan dijual di pondok pendaftaran di mana makan siang juga disediakan.

Di dalam gua, pengunjung akan melihat banyak tanaman yang tumbuh; bahkan dinding kapurnya ditutupi dengan semak belukar.

Selesai menjelajahi gua, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui lorong 500 meter yang akan membawa Anda ke gua vertikal lain yang disebut Gua Grubug.

Sesampainya di Gua Grubug, mata Anda akan bertemu dengan pemandangan dua stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan. Jika Anda dapat mencapai gua pada pukul 13:00, Anda akan bisa melihat pemandangan matahari yang menakjubkan melalui kegelapan Gua Grubug.

Meskipun pantai adalah taruhan yang aman untuk liburan akhir pekan, mengapa tidak menantang diri Anda dengan mendaki gunung? Sebagian besar kota besar di Indonesia (dan banyak kota lain di Asia Tenggara) memiliki pendakian yang luar biasa yang mudah dijangkau. Dan itu adalah opsi yang patut dipertimbangkan karena mendaki gunung memiliki jenis "Zen" khusus yang dapat memiliki efek yang sama - jika tidak lebih baik - dalam memurnikan pikiran, tubuh dan jiwa Anda dari sisa-sisa kehidupan perkotaan seperti halnya pantai mana pun.

Mendaki gunung hampir sesederhana itu, tanpa pikiran dan santai seperti duduk santai di pantai. Jika pemalasan di pantai lebih banyak tentang tidak memaksakan diri, mendaki gunung memiliki tujuan yang berbeda: Menantang diri Anda untuk mencapai puncak. Ini akan membutuhkan upaya yang sadar, penuh perhatian dan konsisten dalam mengangkat kaki Anda. Terlebih lagi, kemajuan Anda menuju tujuan ini hanya didasarkan pada prestasi. KTT tidak akan dikirimkan kepada Anda seperti makanan dan minuman untuk Anda di kursi pantai Anda. Semua jalur adalah kelas ekonomi dan tidak ada yang VIP, sejauh gunung yang bersangkutan.

Anda juga tidak terlihat menyegarkan di atas gunung. Rekan-rekan pejalan kaki memperhatikan kaki mereka sendiri, dan ogling disediakan untuk alam dan pemandangan. Foto-foto Anda yang berkeringat melalui repellant serangga Anda dan mengepakkan topi atau menampakkan senyum meringis yang kelelahan di puncak tidak pantas untuk Gram.

Mendaki juga merupakan aktivitas sosial yang lebih kaya daripada duduk di pantai. Meskipun mengangkat diri Anda ke atas gunung itu adalah misi pribadi, memiliki orang lain dengan misi yang sama dapat meringankan beban. Mereka telah membuat pilihan yang sama untuk berada di sana dan menuju ke tujuan yang sama, merasakan rasa sakit yang sama. Begitulah cara berteman.

Terlebih lagi, orang cenderung bergaul di jalan. Anda mungkin mulai berjalan dengan teman-teman Anda, tetapi ketika kelompok hiking Anda membentang dan berpadu dengan orang lain, Anda akan menemukan diri Anda bersama teman teman yang tidak pernah Anda kenal. Kemudian, orang asing di belakang Anda akan berbincang-bincang di percakapan.

Pada saat Anda semua bertemu lagi di tempat peristirahatan, grup Anda telah bertambah tiga kali lipat dan sekarang termasuk peternak lebah dari Finlandia yang memiliki selera musik yang sama, pasangan lansia yang ingin mengadopsi Anda dan pria Jepang yang pernah menjadi teman Anda. menjebak lelucon sepanjang hari, meskipun dia tidak berbicara sedikit pun dengan bahasa Anda.

Saat Anda naik lebih tinggi, udaranya menjadi lebih dingin dan lebih bersih daripada di pantai mana pun. Keringat akan menguap dari baju Anda, dan Anda bahkan bisa meraih sweter. Dan sama seperti Anda mulai perlu berhenti lebih banyak untuk beristirahat, pandangan menjadi lebih layak untuk dihentikan.

Para naturalis di dalam Anda akan jauh lebih banyak keluar dari gunung daripada pantai, karena vegetasi akan mulai berevolusi saat Anda naik. Hutan hujan berubah menjadi hutan awan, dan padang rumput yang tampak sedikit surealis, terutama ketika diselimuti kabut. Lalu, Anda akan menemukan diri Anda di tengah-tengah pemandangan bulan nyata yang terbuat dari granit padat yang dikontrak oleh kekuatan alam menjadi bentuk yang tidak mungkin.

Atau Anda mungkin tiba-tiba masuk ke puing-puing longgar berbagai warna dan nada yang mengingatkan Anda bahwa Anda berada di gunung berapi aktif. Dan ketika Anda akhirnya mencapai puncak, Anda mungkin menatap kaldera yang berisi danau hantu atau gundukan tanah yang berasap, atau mungkin lubang lava yang menyala-nyala - sebuah dunia alien.

Di puncak, Anda dapat menikmati hadiah pamungkas bagi pendaki gunung: panorama di atas lembah, dataran atau pantai tempat Anda berasal, dan orang lain di sisi lain yang belum Anda jelajahi. Anda mungkin terkejut melihat bahwa gunung Anda tidak sendirian - puncak lainnya duduk diam, menunggu untuk dijelajahi. Jika Anda mengatur waktunya dengan benar, gunung Anda akan melemparkan bayangannya melintasi lanskap di bawah saat ia berubah warna dalam sinar matahari pengaturan (atau terbit).

Lalu ada momen paling Zen dari semuanya, ketika Anda berangkat untuk benar-benar membatalkan pekerjaan hari Anda dengan turun ke titik yang sama Anda mulai. Hari akan diputar mundur sedikit lebih cepat, seperti memutar kaset video. Ketika Anda melangkah kembali ke tempat parkir dengan "bunyi", Anda berdoa agar kunci Anda tidak keluar dari saku Anda - seperti pada akhir hari di pantai.

Tidak terasa ya tinggal menghitung hari menuju tahun 2020. Apa kabar resolusi tahun ini sob ? Jangan bilang resolusi tahun 2020 adalah resolusi tahun 2019 yang direvisi atau direpost lagi ?

Btw, Maap sekadar mengingatkan nih untuk kawan-kawan yg belum tahu ?? bahwasanya barang-barang yang identik dengan momen pergantian tahun seperti kembang api, terompet dan jenis-jenis petasan lainnya kurang tepat untuk dibawa dan dipergunakan saat berada di gunung. Apalagi jika tujuannya hanya untuk bersenang-senang.

Karena eh karena.. baik efek suara, percikan kembang api atau petasan bisa mengganggu keberadaan tuan rumah gunung seperti satwa liar, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Dengan kedatangan kita pun pada dasarnya telah mengusik keberadaan mereka kan ? maka alangkah bijaknya jika kita tidak mengusik lebih dalam lagi.

Oh ya, untuk suara yang dihasilkan
benda tersebut juga bisa membuat satwa liar terkaget-kaget, stress bahkan bisa berujung kematian. Terlebih misal sekarang kita berada di musim kemarau atau berada di vegetasi pepohonan kering, barang-barang tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.

Beberapa basecamp gunung juga dengan tegas melarang barang-barang tersebut di gunung. Biasanya pada musim pendakian akhir tahun, pihak basecamp akan mensweeping barang bawaan pendaki sebelum memulai pendakian. Ada sanksi berupa penyitaan atau dilarang melakukan pendakian jika kedapatan membawa barang-barang tersebut.

Ya walaupun belum semua pengelola gunung menerapkan aturan tersebut, kesadaran kita sebagai tamu hendaknya menghargai keberadaan tuan rumah. Karena ‘alam’ diciptakan bukan hanya untuk penggemar dangdut.. #eh bukan hanya untuk manusia mangsudnya~

Yauda selamat menikmati liburan akhir tahun guys~ Yang mau nanjak hati-hati menjaga hati~ karena ada yang terkasih selalu sedia menanti~ keep safety, jaga kebersihan dan jangan lupa pulang kerumah dengan selamat.

Upacara Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 di Puncak Pendakian Gunung cikuray

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via kiara janggot Desa Dangiang, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44181
.
On Google Map
https://goo.gl/maps/KSb57pDgf9M2
.
More info WA: 6281953926560
.
Videographer + Editor:
Imam Septian N (https://goo.gl/4U1kXG)
.
Let's explore, share, and inspire
.
Don't forget to Like, Comment, Subscribe and Share
Youtube Channel: http://www.youtube.com/gunungcikuray
.

Copyright 2019 | Basecamp Gunung Cikuray

Pemandangan indah Gunung Cikuray dapat dilihat dari Garut. Dua ratus kilometer berkendara dari Jakarta, jalan berdebu yang dikeringkan oleh matahari yang terik akan tiba-tiba membawa Anda ke tanaman hijau dramatis di mana pegunungan terasa dekat, menunjukkan surga mungkin tidak terlalu jauh dari neraka kota.

Indonesia saat ini berada di ambang krisis kabut asap lainnya karena kepulauan tersebut melihat peningkatan jumlah kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas meningkat menjadi 2.002 pada 9 Agustus dari 1.586 pada 7 Agustus dan 1.025 pada 3 Agustus. Titik-titik panas tersebut sebagian besar terdeteksi di provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas meningkat menjadi 2.002 pada 9 Agustus dari 1.586 pada 7 Agustus dan 1.025 pada 3 Agustus. Titik-titik panas tersebut sebagian besar terdeteksi di provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. (JP / Swi)

Selain titik panas, kebakaran hutan juga membakar lebih banyak area daratan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat kebakaran hutan telah membakar 42.740 hektar lahan di seluruh negeri antara Januari dan Mei - hampir dua kali luas terbakar pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 23.745 ha.

Gambar ini diambil pada 10 Agustus menunjukkan petugas pemadam kebakaran Indonesia berjuang api di hutan lahan gambut di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, karena musim kemarau yang telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir. (AFP / Abdul Qodir)

Ini terjadi kira-kira tiga tahun setelah Indonesia mulai meningkatkan upaya untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan di seluruh negeri, yang tampaknya membuahkan hasil karena negara tersebut belum menderita kebakaran hutan skala besar sejak saat itu. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan terulangnya krisis kabut asap 2015 yang berdampak buruk pada negara tersebut, serta negara-negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Mengapa ada lebih banyak kebakaran hutan di Indonesia tahun ini?

Direktur jendral perubahan iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman, mengatakan lebih banyak titik panas telah terdeteksi baru-baru ini di seluruh negeri karena El Nino yang lemah yang diperkirakan telah terjadi sejak Juni.

El Niño adalah pola iklim yang terkait dengan pemanasan air di daerah tengah dan timur Samudera Pasifik khatulistiwa. Fenomena cuaca seperti itu diketahui memicu perpanjangan musim kemarau di Indonesia, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan.

“Meskipun fenomena lemah, itu telah memicu berhari-hari tanpa hujan. Beberapa daerah belum melihat hujan selama lebih dari 100 hari, ”kata Ruandha.

BMKG meramalkan bahwa musim hujan tidak akan mulai sampai Oktober. Musim kering yang berkepanjangan, tambahnya, adalah hasil dari "anomali negatif dari suhu permukaan laut negara itu." Wakil kepala meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengatakan musim kemarau telah menyebabkan tanaman menjadi lebih mudah terbakar daripada sebelumnya.

Ruandha menambahkan bahwa fenomena serupa juga berkontribusi pada peningkatan kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2018. “Rata-rata suhu harian pada tahun 2018 lebih panas daripada tahun 2017 berkat El Niño yang lemah.”

Sementara menggemakan para pejabat tentang musim kemarau yang berkepanjangan, ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan seorang profesor di Institut Pertanian Bogor, Herry Purnomo, mengatakan ketidakpuasan pemerintah dalam mitigasi kebakaran hutan mungkin telah berkontribusi dalam peningkatan kebakaran baru-baru ini.

“Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kebakaran hutan. Namun, mereka belum dapat berbuat cukup untuk mencegah krisis lain karena kurangnya sumber daya untuk melaksanakannya, ”kata Herry kepada The Jakarta Post.

Ruandha menepis kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan pemerintah telah mengintensifkan langkah-langkah untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada 2018 ketika negara itu mengadakan Asian Games 2018.

“Dalam dua bulan terakhir, kementerian telah mengintensifkan patroli bersama dengan polisi dan personil militer di daerah-daerah yang dianggap rawan kebakaran hutan. Kami juga meningkatkan langkah-langkah untuk memadamkan api di titik panas, ”katanya

Bagaimana kebakaran hutan dan lahan tahun ini memengaruhi Indonesia dan negara-negara lain?

Pihak berwenang mencatat bahwa kabut asap telah mempengaruhi beberapa kota besar di Indonesia, terutama yang berlokasi di daerah yang dianggap rawan kebakaran hutan. Warga di Pekanbaru, Riau, terpaksa melakukan salat Idul Adha pada 11 Agustus saat kabut tebal menyelimuti mereka.

Pemerintah daerah Pontianak, Kalimantan Barat mempertimbangkan rencana untuk memberhentikan sementara kegiatan sekolah jika kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut menjadi lebih tebal dan tidak terkendali.

Kabut asap telah mempengaruhi negara-negara tetangga. Surat kabar yang berbasis di Malaysia The Star melaporkan pada 2 Agustus bahwa kabut asap yang diklaim berasal dari kebakaran hutan di Riau telah mempengaruhi beberapa kota di Malaysia, termasuk Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya. Sebelum kunjungannya ke negara itu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan dia malu karena masalah kabut asap telah menjadi berita utama.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan kabut asap telah mencapai negara bagian Sarawak, Malaysia. Dia menambahkan bahwa krisis kabut asap tahun 2015, yang berdampak buruk pada Malaysia dan Singapura, kemungkinan akan terulang kembali jika Indonesia gagal mengatasi kebakaran hutan.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kebakaran hutan?

BNPB telah mengerahkan 9.000 personel gabungan dari militer dan polisi ke enam wilayah yang rentan terhadap kebakaran hutan, seperti Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Mereka ditugaskan untuk mencegah praktik tebang dan bakar, yang dianggap sebagai alasan di balik maraknya kebakaran hutan.

Badan tersebut juga telah mengerahkan 34 helikopter pembom air untuk membantu memadamkan api dari atas sambil menunggu musim hujan datang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah mengerahkan lebih dari 14.000 personel dari brigade pemadam Manggala Agni serta sukarelawan untuk memantau dan memadamkan api. Ia juga menyiapkan beberapa sistem peringatan dini, seperti kamera keamanan dan pemantauan satelit, untuk mendeteksi lebih banyak titik panas sebelum kebakaran menyebar ke wilayah yang lebih luas.

Bahagia itu sederhana

itulah yang tergambar dari anak anak ini saat berada di Basecamp Pendakian Gunung Cikuray, dimana mereka secara rutin melakukan kegiatan olahraga lari dari SDN Dangiang 2 hingga basecamp. Sembari sambil istirahat dengan Ceria mereka menirukan bagaimana gaya gaya pendaki saat berfoto atau selfie di Jalur Pendakian Gunung Cikuray.

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram