fbpx

Gunung Piramid jadi sorotan masyarakat sejak mayat pendaki muda bernamaThoriq ditemukan di sana. Gunung ini berlokasi di Bondowoso, Jawa Timur. Apa saja fakta seputar Gunung Piramid yang perlu diketahui pendaki? Cek jawabannya dalam tulisan di bawah ya bro!

Belum lama ini, mata publik tertuju pada Gunung Piramid yang terletak di Bondowoso, Jawa Timur. Semua berawal ketika remaja berusia 15 tahun bernama Thoriq Rizky ditemukan tewas di jurang “punggung naga” Gunung Piramid pada hari Jumat (5/7/2019). Setelah 12 hari pencarian, tim pencari menemukan mayatnya tersangkut di batang pohon.

Banyak orang mungkin belum terlalu familiar dengan Gunung Piramid. Jadi, apa saja fakta menarik seputar gunung ini? Berikut adalah 8 di antaranya. Silakan disimak ya bro!

1. Punya Bentuk Piramid serta Diselimuti Mitos

Nama unik gunung ini kabarnya berasal dari julukan yang diberikan masyarakat. Jika dilihat dari kejauhan, gunung ini memiliki bentuk segitiga mirip piramida Mesir. Alhasil, masyarakat akhirnya sepakat memberikan nama Gunung Piramid.

Gunung Piramid mempunyai beberapa mitos yang diyakini penduduk setempat. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, seluruh pendaki tidak diperkenankan mengambil barang apapun sewaktu menaiki Gunung Piramid. Contoh barang yang tak boleh diambil pendaki saat menjelajahi gunung ini adalah buah.

Masyarakat sekitar percaya bahwa siapapun yang melanggar larangan ini tidak akan bisa kembali pulang dalam keadaan hidup. Selain itu, warga setempat juga mengeramatkan tempat bernama Batu Langgar. Lo bisa menemukan tempat ini sebelum tiba di camping ground. Jadi, harap berhati-hati aja ya bro!

2. Jalur Pendakian yang Menantang

Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Piramid, lo harus siap melewati jalur pendakiannya yang menantang. Jalurnya yang miring dan sulit bakal menguji adrenalin para pendaki. Lo perlu menyiapkan kondisi fisik sebaik mungkin agar mampu melalui jalur setapak yang dipenuhi bebatuan dan pasir. Oke, bro?

Ketika berangkat dari batas vegetasi ke puncak, pendaki bakal berhadapan dengan jalur sempit dan panjang. Lo harus berhati-hati saat menapaki jalur ini karena tepat di sebelah kanan dan kirinya adalah jurang curam. Untuk itu, pendaki perlu menyiapkan peralatan memadai serta konsentrasi ekstra agar sukses melewati jalur ini.

Tantangan lain yang bakal ditemui pendaki Gunung Piramid adalah jarak dari start ke campground yang cukup jauh. Lo harus siap melalui deretan hutan pinus, kebun kopi, hingga tiba di jalur yang mulai naik. Meski perjalanan ini lumayan melelahkan, rasa letih pendaki bakal terbayar begitu tiba di puncak.

3. Masih Termasuk dalam Area Gunung Argopuro

Menurut penjelasan salah satu admin @bondowosoexplorer, Gunung Piramid masih berada dalam wilayah gunung lain. Gunung tersebut adalah Gunung Argopura. Pendapat ini berpijak pada pengalaman mereka yang pernah mengunjungi gunung ini secara langsung.

“Puncak Piramid merupakan bagian jajaran dari Pegunungan Hyang Argopuro,” ucap admin, dikutip dari kompas.com, Jumat (5/7/2019).

4. Lokasi Camping Hanya Muat untuk Satu Tenda serta Ukuran Puncak Piramid yang Sempit

Gunung Piramid memang memiliki camping ground. Akan tetapi, lokasinya sangatlah sempit. Area tersebut kabarnya hanya bisa ditempati satu tenda saja. Sempit sekali, bukan?

Bukan cuma area berkemahnya saja, puncak gunung ini juga sangatlah sempit. Puncak Piramid hanya mempunyai luas sekitar 5 meter. Dengan demikian, pembangunan tenda di area ini cukup mustahil. Waspadai segala macam bahaya yang mungkin terjadi di area puncak ya bro!

5. Tidak Relatif Tinggi, namun Tingkat Kemiringannya Terbilang Ekstrem

Dibandingkan dengan gunung lain, Gunung Piramid dapat dikatakan mempunyai ketinggian yang tidak seberapa. Tinggi gunung ini diketahui mencapai 1.521 meter di atas permukaan laut. Meski tidak begitu tinggi, Gunung Piramid tetap “ditakuti” sejumlah pendaki karena mempunyai medan eksrem.

Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kemiringan Gunung Piramid yang sangat terjal. Menurut pendapat admin @bondowosoexplorer, gunung ini diprediksi punya tingkat kemiringan kurang lebih 90 derajat. Menantang adrenalin sekali, bukan?

“Track dikenal sadis dan kejam bahkan tingkat kemiringan sampai 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak,” ujar admin @bondowosoexplorer, dikutip dari kompas.com.

6. Proses Pendakian Menyita Waktu Relatif Lama

Meski Gunung Piramid tidak terlalu tinggi, proses pendakian menuju puncak gunung ini ternyata memakan waktu lama. Hal tersebut dipengaruhi oleh medannya yang sulit dan menantang. Admin @bondowosoexplorer mengatakan waktu normal yang dibutuhkan pendaki untuk sampai ke camping ground gunung ini adalah sekitar 3 jam.

“Normal 3 jam, untuk ukuran profesional menuju camping ground,” katanya, dilansir dari kompas.com.

Sementara itu, waktu pendakian dari camping ground menuju Puncak Piramid sekitar 3 hingga 5 jam. Lama waktu tersebut ditentukan oleh kemampuan masing-masing pendaki. Menurut pengamatan admin @bondowosoexplorer, pendaki pemula atau amatir bisa menghabiskan waktu pendakian hingga 5 jam. Pokoknya, tetap utamakan keselamatan saat mendaki gunung ini ya bro!

7. Area Puncak Tidak Direkomendasikan bagi Pendaki Pemula

Jika tertarik mendaki sampai ke puncak Gunung Piramid, lo disarankan sudah menguasai kemampuan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar lo siap menghadapi medannya yang cukup berbahaya dan menantang. Untuk itu, area puncak baiknya hanya didaki oleh orang berpengalaman demi alasan keamanan.

Selain itu, pendaki juga perlu menyiapkan berbagai macam peralatan penting agar proses pendakian berlangsung aman dan lancar. Dengan membawa peralatan lengkap, lo bakal siap melewati medannya yang miring serta penuh dengan bebatuan. Pendaki juga dianjurkan menyewa jasa guide untuk meminimalisir risiko buruk di sepanjang perjalanan.

8. Sajikan Panorama Indah yang Memanjakan Mata

Gunung Piramid menyajikan pemandangan elok yang bakal membuat para pendaki jatuh hati. Lo bisa menikmati pemandangan asri berupa sungai, hutan pinus, kebon kopi saat berjalan menuju campground. Begitu tiba di puncak, pendaki bakal disuguhi pesona Argopuro dan Alam Bondowoso yang menakjubkan.

Demikian 8 fakta menarik seputar Gunung Piramid. Semoga informasi di atas bermanfaat buat lo yang berminat pergi ke gunung ini dalam waktu dekat. Persiapkan kondisi fisik dan peralatan selengkap mungkin agar perjalanan lo berjalan lancar. Oke bro?

Source: kompas.com

Feature Image - instagram.com/hanifalam5

Tidak terasa ya tinggal menghitung hari menuju tahun 2020. Apa kabar resolusi tahun ini sob ? Jangan bilang resolusi tahun 2020 adalah resolusi tahun 2019 yang direvisi atau direpost lagi ?

Btw, Maap sekadar mengingatkan nih untuk kawan-kawan yg belum tahu ?? bahwasanya barang-barang yang identik dengan momen pergantian tahun seperti kembang api, terompet dan jenis-jenis petasan lainnya kurang tepat untuk dibawa dan dipergunakan saat berada di gunung. Apalagi jika tujuannya hanya untuk bersenang-senang.

Karena eh karena.. baik efek suara, percikan kembang api atau petasan bisa mengganggu keberadaan tuan rumah gunung seperti satwa liar, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Dengan kedatangan kita pun pada dasarnya telah mengusik keberadaan mereka kan ? maka alangkah bijaknya jika kita tidak mengusik lebih dalam lagi.

Oh ya, untuk suara yang dihasilkan
benda tersebut juga bisa membuat satwa liar terkaget-kaget, stress bahkan bisa berujung kematian. Terlebih misal sekarang kita berada di musim kemarau atau berada di vegetasi pepohonan kering, barang-barang tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.

Beberapa basecamp gunung juga dengan tegas melarang barang-barang tersebut di gunung. Biasanya pada musim pendakian akhir tahun, pihak basecamp akan mensweeping barang bawaan pendaki sebelum memulai pendakian. Ada sanksi berupa penyitaan atau dilarang melakukan pendakian jika kedapatan membawa barang-barang tersebut.

Ya walaupun belum semua pengelola gunung menerapkan aturan tersebut, kesadaran kita sebagai tamu hendaknya menghargai keberadaan tuan rumah. Karena ‘alam’ diciptakan bukan hanya untuk penggemar dangdut.. #eh bukan hanya untuk manusia mangsudnya~

Yauda selamat menikmati liburan akhir tahun guys~ Yang mau nanjak hati-hati menjaga hati~ karena ada yang terkasih selalu sedia menanti~ keep safety, jaga kebersihan dan jangan lupa pulang kerumah dengan selamat.

Seekor orangutan Tapanuli ditemukan terluka dan kurang gizi di perkebunan dekat ekosistem Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis, menandai apa yang diklaim pemerintah setempat sebagai indikasi pertama konflik antara manusia dan spesies yang baru ditemukan di daerah tersebut.

Personel dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) dan Pusat Informasi Orangutan (OKI) menemukan orangutan Tapanuli jantan yang terluka parah dan kurang gizi di distrik Sipirok di ekosistem Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 19 September 2019. (Atas perkenan OIC / -)

Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) dan Pusat Informasi Orangutan (OKI) menemukan orangutan jantan yang terluka, diyakini berusia sekitar 30 tahun, dengan luka di wajah dan kembali ke perkebunan di desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok.

"Orangutan Tapanuli yang ditemukan dengan luka dan kurang gizi adalah kasus pertama yang kami tangani sejak spesies ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan dua tahun lalu," kata ketua BKSDA Hotmauli Sianturi kepada The Jakarta Post pada hari Jumat.

Hotmauli mengatakan orangutan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami cedera yang diduga disebabkan oleh benda tumpul dan sangat tipis konon karena kurangnya nutrisi yang tepat.

Orangutan saat ini menerima perawatan di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan di Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, katanya.

Hotmauli mengatakan orangutan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami cedera, diduga disebabkan oleh benda tumpul, dan sangat tipis konon karena kurangnya nutrisi yang tepat. (Atas perkenan OIC / -)

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa itu adalah hal biasa bagi orangutan, yang habitatnya rusak telah membuat mereka tidak memiliki persediaan makanan, untuk memasuki area perkebunan selama musim durian dan petai (kacang bau) untuk mencari makanan.

Kondisi seperti itu, katanya, dapat menyebabkan konflik antara orangutan dan penduduk, yang ingin menjauhkan bekas perkebunan mereka.

“Untuk mencegah lebih banyak orangutan terluka, kami telah mengerahkan petugas untuk memantau keberadaan orangutan Tapanuli di perkebunan masyarakat yang terletak di dekat ekosistem Batang Toru,” kata Hotmauli.

Pakar dan aktivis lingkungan telah menyuarakan keprihatinan bahwa orangutan mungkin telah meninggalkan habitatnya karena pembangunan infrastruktur di sekitar ekosistem Batang Toru, satu-satunya habitat orangutan Tapanuli yang diketahui. Orangutan Tapanuli, dianggap sebagai kera besar paling langka di dunia, diperkirakan hanya berjumlah sekitar 800.

Di antara keprihatinan para ahli dan aktivis adalah pembangunan yang sedang berlangsung dari PLTA Batang Toru yang kontroversial, yang diharapkan akan mulai beroperasi oleh NSHE pada tahun 2022. NSHE telah mengklaim bahwa pembangkit listrik tersebut ramah lingkungan karena tidak akan membanjiri banyak proyek. area dan telah menegaskan dalam beberapa publikasi bahwa ia berkomitmen untuk konservasi orangutan.

Namun, para pencinta lingkungan tetap tidak yakin. Forum Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengajukan gugatan terhadap proyek tersebut pada akhir tahun 2018 karena para pakar dari berbagai universitas lokal dan asing menganggap pabrik 510 megawatt itu sebagai "lonceng kematian" bagi orangutan Tapanuli. Pada bulan Maret, Pengadilan Tata Usaha Negara Medan menolak gugatan tersebut, tetapi Walhi mengajukan banding sebagai tanggapan.

Jatna Supriatna, seorang ilmuwan konservasi biologi di Universitas Indonesia, mengatakan bahwa penyelidikan forensik antropologi lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan bahwa luka-luka itu memang disebabkan oleh konflik manusia-kera. "Orangutan biasanya terbunuh dalam konflik. Jika mereka kekurangan gizi, maka itu mungkin karena habitat mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka atau ada pasokan makanan yang tidak mencukupi di sana," kata Jatna.

Ahli biologi Serge Wich dari Liverpool John Moores University, yang sebelumnya memberikan kesaksian dalam sidang gugatan Walhi, mengatakan sulit untuk mengkonfirmasi bahwa kegiatan pembangkit listrik telah memaksa orangutan yang terluka ke dalam area komunitas. Namun, hilangnya hutan dapat mendorong langkah semacam itu.

“Jika Anda memeriksa di mana orangutan telah ditemukan dan di mana hilangnya hutan untuk pembangkit listrik tenaga air, orang dapat melihat bahwa mereka tidak jauh dari satu sama lain. Itu membuatnya sangat mungkin bahwa orangutan telah kehilangan sebagian wilayah jelajahnya dan karena itu pergi ke daerah non-hutan untuk mencari makanan, ”kata Wich kepada Post melalui email pada hari Jumat.

Dalam email tersebut, Wich memberikan gambar satelit Planet Labs yang menunjukkan kemajuan bendungan dari Juni 2017 hingga Agustus 2018, termasuk pembukaan hutan dan pengembangan jalan untuk akses.

Direktur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk konservasi keanekaragaman hayati, Indra Exploitasia, mengatakan bahwa kementerian akan memantau semua bentuk pembangunan, tidak hanya pembangunan pembangkit listrik, dengan memperhatikan peta distribusi hewan.

“Kami juga telah memerintahkan NSHE sebagai operator pembangkit listrik tenaga air untuk meningkatkan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar pabrik,” katanya.

Direktur komunikasi dan urusan luar negeri NSHE Firman Taufick mengutuk cedera yang dialami orangutan, dengan memperhatikan perlunya semua pihak, tidak hanya pemerintah dan sektor swasta, untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, Firman mengatakan perusahaan telah melakukan program pengembangan masyarakat yang dimaksudkan untuk melatih dan membentuk kelompok konservasi berdasarkan kearifan lokal.

Dia mengatakan perusahaan telah memulai pembangunan jembatan untuk menghubungkan habitat orangutan yang terfragmentasi dan pemulihan hutan bekas tebangan.

Kebakaran ini di Hutan Gunung Cikuray via Pamancar - Cilawu. Pada Hari Jumat. 20 September 2019

Semoga api tidak meluas. Aamiin

Mengenal Gunung Cikuray:

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di Dangiang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikuray yang mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut ini tidak mempunyai kawah aktif dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong dari sini bisa naik melalui jalur Cilegug atau kampung Jambansari dekat markas HdG Team, Cikajang, Kiara Janggot dan Dayeuhmanggung. Iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate). Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10º C hingga 24º C.

Wilayah pegunungan terpencil yang dianggap bebas dari polusi plastik sebenarnya diselimuti oleh mikroplastik di udara dalam skala yang sebanding dengan kota besar seperti Paris, peneliti yang khawatir melaporkan, Senin.

Selama periode lima bulan pada 2017-2018, rata-rata 365 keping kecil plastik menetap setiap hari di setiap meter persegi area dataran tinggi yang tidak berpenghuni di Pyrenees yang mengangkangi Prancis dan Spanyol, mereka melaporkan dalam jurnal Nature Geoscience.

Daerah pegunungan terpencil, di wilayah Pyrenees mengangkangi Prancis dan Spanyol, yang dianggap bebas dari polusi plastik sebenarnya diselimuti oleh mikroplastik di udara. (Shutterstock / Sake van Pelt)

"Sangat mencengangkan dan mengkhawatirkan bahwa begitu banyak partikel ditemukan di situs lapangan Pyrenees," kata pemimpin penulis Steve Allen, seorang mahasiswa doktoral di University of Strathclyde di Skotlandia.

Studi ini berfokus pada plastik mikro yang umumnya berukuran antara 10 dan 150 mikrometer, termasuk fragmen, serat, dan lembaran film.

Sebagai perbandingan, rambut manusia rata-rata lebarnya sekitar 70 mikrometer.

"Kami tidak akan pernah mengantisipasi bahwa penelitian ini akan mengungkapkan tingkat setoran mikroplastik yang begitu tinggi," tambah rekan penulis Gael Le Roux, seorang peneliti di EcoLab di Toulouse, di barat daya Prancis.

Sampah plastik telah muncul dalam beberapa tahun terakhir sebagai masalah lingkungan utama.

Hingga 12 juta ton plastik diperkirakan memasuki lautan dunia setiap tahun, dan jutaan lainnya menyumbat saluran air dan tempat pembuangan sampah.

Plastik membutuhkan waktu puluhan tahun untuk rusak, dan bahkan kemudian terus bertahan di lingkungan.

Para ilmuwan baru sekarang mulai mengukur kerusakan satwa liar dan dampak potensial terhadap kesehatan manusia.

Sebuah studi awal tahun ini menemukan fragmen plastik di dalam perut hewan yang hidup lebih dari 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Dua paus ditemukan terdampar sejak awal tahun - satu di Filipina, lainnya di Sardinia, Italia - masing-masing memiliki 40 dan 20 kilogram plastik di perut mereka.

Mikroplastik juga telah ditemukan di air keran di seluruh dunia, dan bahkan jangkauan terjauh Antartika.

Seperti yang tercemar seperti Paris

"Temuan kami yang paling signifikan adalah bahwa plastik mikro diangkut melalui atmosfer dan disimpan di lokasi pegunungan terpencil yang jauh dari kota besar mana pun," kata penulis bersama Deonie Allen, juga dari EcoLab, kepada AFP.

"Ini berarti bahwa plastik mikro adalah polutan atmosfer."

Para peneliti menggunakan dua perangkat pemantauan untuk mengukur konsentrasi partikel secara independen di area yang lama dianggap sebagai yang paling murni di Eropa Barat.

Desa terdekat berjarak tujuh kilometer, dan kota terdekat, Toulouse, berjarak lebih dari 100 kilometer.

Sementara para ilmuwan dapat mengidentifikasi jenis-jenis plastik, mereka tidak dapat mengatakan dengan pasti dari mana mereka berasal atau seberapa jauh mereka telah melayang.

Menganalisis pola aliran udara, mereka menduga bahwa beberapa partikel telah menempuh setidaknya 100 kilometer.

"Tetapi karena kurangnya sumber polusi plastik lokal yang signifikan, mereka mungkin melakukan perjalanan lebih jauh," kata Deonie Allen.

Sampel - diangkut oleh angin, salju dan hujan - dikumpulkan di stasiun meteorologi Bernadouze di ketinggian lebih dari 1.500 meter.

Para peneliti terkejut menemukan bahwa konsentrasi polusi mikroplastik setara dengan yang ditemukan di kota-kota besar, termasuk Paris dan kota industri selatan Cina, Dongguan.

"Temuan kami berada dalam kisaran yang dilaporkan untuk Paris yang lebih besar, dan dengan demikian dapat dianggap sebanding," kata Deonie Allen kepada AFP.

"Kami tidak berharap jumlah partikel akan begitu tinggi."

Petugas pemadam kebakaran di pulau Evia Yunani masih berjuang Rabu untuk menahan api yang telah menyebabkan kerusakan besar pada habitat satwa liar gunung yang masih asli setelah mengancam empat komunitas.

"Segalanya menjadi lebih baik, tetapi kita tidak boleh mengendorkan kewaspadaan kita," Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan kepada wartawan di atas bus pemadam kebakaran.

Api membakar hutan di dekat desa Stavros di pulau Evia, timur laut Athena, pada 14 Agustus 2019. (AFP / Louisa Gouliamaki)

Api membakar untuk hari kedua di jurang di habitat margasatwa 550 hektar Agrilitsa, menyebabkan kerusakan besar pada hutan pinus.

"Ini adalah bencana ekologis yang sangat besar di hutan pinus yang unik dan tidak tersentuh," kata penjabat gubernur regional Costas Bakoyannis.

Kebakaran yang meletus pada dini hari Selasa di pulau terbesar kedua Yunani mendorong evakuasi tiga desa dan mengancam kota Psachna pada malam hari, kata para pejabat.

"Dari Psachna ke Kontodespoti dan Makrymalli semuanya telah dibakar. Sangat beruntung bahwa kami tidak memiliki korban manusia," Thanassis Karakatzas, seorang wakil perwira perlindungan sipil regional, mengatakan kepada agen negara ANA.

Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran beraksi didukung oleh 75 truk pemadam kebakaran, sembilan helikopter pembom air, dan tujuh pesawat di sepanjang 12 kilometer depan, yang berhasil mencegah kerusakan pada daerah yang dihuni.

Pemadaman listrik dan pemotongan air

"Kami berhasil melindungi nyawa manusia dan menyelamatkan properti," kata menteri perlindungan warga negara Michalis Chrisohoidis.

Seorang petugas pemadam kebakaran menderita luka bakar pada hari Selasa setelah mencoba melintasi api dengan sepeda motor, dan tiga mobil milik kemping dibakar, kata seorang walikota setempat.

"Kita harus bisa mengatasi kebakaran pada akhir hari itu," Yiannis Razos, seorang pejabat setempat, mengatakan kepada radio kota Athena.

Daerah itu menghadapi pemadaman listrik dan pemadaman air pada hari Rabu, kata warga.

Dua pembom air Italia tiba setelah Yunani meminta bantuan UE, dan bersiap-siap, kata pemadam kebakaran. Pesawat ketiga dari Spanyol dijadwalkan tiba pada malam hari.

Komisioner Kemanusiaan Uni Eropa Christos Stylianides menyebut mobilisasi pasukan Yunani "patut dicontoh".

"Saya pikir kita akan dapat membatasi kerugian ekologis … Solidaritas Eropa nyata," kata Stylianides kepada wartawan.

Tidak ada cedera atau masalah pernapasan yang memerlukan rawat inap dilaporkan pada puncak darurat pada hari Selasa, Menteri Kesehatan Vassilis Kikilias mengatakan dalam sebuah tweet.

Tetapi tiga ambulan ditempatkan di dekat daerah itu sebagai tindakan pencegahan.

Yunani telah dilanda serentetan kebakaran hutan sejak akhir pekan, mengipasi oleh angin kencang dan suhu 40 derajat Celcius (104 Fahrenheit).

PM, yang membatalkan liburan musim panasnya dan kembali ke Athena pada hari Selasa, menyerukan agar Uni Eropa mengambil tindakan.

"Perubahan iklim mengambil korban di Eropa selatan dan itulah sebabnya sangat penting di tingkat Eropa untuk memperkuat mekanisme penyelamatan UE," kata Mitsotakis.

Dia membayar upeti kepada kru api mengatasi rata-rata 50 kebakaran hutan setiap hari.

"Saya sadar bahwa petugas pemadam kebakaran kami, terutama selama lima hari terakhir, telah memberikan segalanya, mereka tidak tidur dan sering tanpa makanan," kata Mitsotakis.

Kebakaran lainnya pada Selasa terkandung di pulau Thassos, wilayah tengah Viotia, dan di wilayah Peloponnese.

Pada hari Senin, kebakaran hutan besar yang mengancam rumah-rumah di Peania, pinggiran timur Athena, dikendalikan. Setidaknya dua rumah terbakar dan peralatan siaran radio rusak di dekat Gunung Ymittos, tetapi tidak ada laporan korban luka-luka.

Pada hari Minggu, kebakaran di pulau kecil Elafonissos, di Peloponnese, dikendalikan setelah pertempuran dua hari.

Dua kebakaran lagi terjadi pada hari Sabtu di Marathon, dekat dengan Mati, resor pantai tempat 102 orang meninggal tahun lalu dalam bencana kebakaran terburuk di Yunani.

Bupati Tebet Dyan Airlangga di Jakarta Selatan menginstruksikan stafnya pada hari Rabu untuk memeriksa tuduhan bahwa orang yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Ciliwung dekat Jl. Manggarai Selatan 3 di Tebet berusaha memperluas tanah mereka.

Penuh dengan sampah: Barisan permukiman ilegal berdiri di sepanjang tepi Sungai Ciliwung di Manggarai, Jakarta, pada 13 September. Para ahli mengatakan akan diperlukan upaya membersihkan sungai untuk membuatnya semenarik Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan . (The Jakarta Post / Wendra Ajistyatama)

Menurut laporan, mereka diduga menempatkan karung-karung batu di dasar sungai, menyebabkan sungai menyempit dan air mengalir lebih cepat.

"Saya akan memeriksa [pada laporan]," kata Dyan, "[Sungai] adalah aset Dinas Pekerjaan Umum sehingga kami harus berkoordinasi dengan mereka sebelum mengambil tindakan apa pun."

Setelah memeriksa situasinya, Dyan mengatakan akan melaporkan apa yang dia temukan kepada walikota Jakarta Selatan, yang akan menyampaikan informasi tersebut kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, para pejabat distrik akan mendekati penduduk dan meminta mereka untuk tinggal di tempat lain yang lebih aman.

“Melalui pejabat unit lingkungan dan masyarakat atau tokoh-tokoh penting, kami terus memberi tahu mereka dan meminta mereka untuk tidak menggunakan tepian sungai sebagai tempat tinggal,” kata Dyan.

Penduduk lain yang tinggal di dekat sungai sebelumnya mengakui bahwa mereka mulai mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan karena saluran menjadi lebih sempit karena perluasan lahan.

Seorang warga bernama Pierre, 36, yang tinggal di seberang tepian sungai yang diperluas, mengatakan ia khawatir bahwa arus air di sungai akan mengikis tanah tempat rumahnya berdiri, mungkin menyebabkan tanah longsor.

“Karena [perluasan tanah] air mengalir lebih cepat di sini. Erosi semakin memburuk, ”katanya, menambahkan bahwa selain batu, ia juga melihat sejumlah besar sampah menumpuk di sepanjang tepi sungai.

Namun Pierre tidak menyalahkan para penghuni yang adalah tetangganya. Dia mengatakan mungkin orang-orang melakukannya untuk mengantisipasi musim hujan, dalam upaya untuk menghindari banjir ketika hujan lebat terjadi.

"Aku tidak menyalahkan mereka. Mungkin mereka tidak mengerti, "katanya.

Sebagai danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba di Sumatera Utara memiliki apa yang diperlukan untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata kelas dunia, terutama di bawah Presiden Joko “Jokowi” Widodo 10 inisiatif Balis baru, yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi di tengah stagnasi pengeluaran konsumen dan prospek investasi yang melambat.

Namun, kurangnya infrastruktur dasar wisata telah menjadi hambatan utama dalam memenuhi keinginan Presiden, dengan masalah polusi air dan beberapa kecelakaan kapal baru-baru ini yang membuat reputasi danau menjadi buruk. Kapal penumpang Sinar Bangun tenggelam di danau tahun lalu, menyebabkan ratusan hilang. Hanya enam hari kemudian, KM Ramos Risma Marisi mengalami kecelakaan yang menewaskan salah satu anggota krunya.

Bagi pengunjung danau raksasa, aksesibilitas juga merupakan masalah utama. Dibutuhkan tujuh jam, 250 kilometer perjalanan untuk mencapai 1.130 km persegi danau dari bandara utama provinsi, Bandara Internasional Kualanamu di Medan.

Karena itu, pemerintah membuka Bandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara pada November 2017 untuk membawa wisatawan lebih dekat ke Danau Toba. Itu juga membuka bandara yang lebih kecil, Sibisa, di Kabupaten Toba Samosir.

Terlepas dari semua ini, pemerintah percaya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyiapkan dana sebesar Rp2,4 triliun (US $ 168,4 juta) pada tahun 2020, hampir tiga kali lipat dari anggaran tahun ini, untuk membangun beberapa proyek infrastruktur di danau dan sekitarnya.

Proyek-proyek tersebut meliputi Samosir Ring Road, Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Samosir ke daratan Sumatra, pengembangan jalan tol, pengembangan reservoir air, proyek sanitasi dan perbaikan ke lokasi wisata.

Kementerian juga sedang berupaya menyelesaikan jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 143,5 km untuk meningkatkan transportasi antara Medan dan Danau Toba.

Di Samosir, sebuah pulau seluas 630 km persegi yang terletak di tengah danau, beberapa fasilitas sedang dikembangkan dan rumah-rumah tradisional di desa-desa sedang direvitalisasi.

“Di desa-desa, selain dari sentra anyam, ada cukup banyak rumah tradisional untuk menjadikan [daerah] kompleks desa warisan budaya tradisional. Kami akan mencoba merevitalisasi 40 rumah di sana, ”kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono, menambahkan bahwa pembangunan sanitasi juga akan dilakukan di desa-desa tradisional.

Menteri Koordinator Kelautan Luhut Pandjaitan mengatakan semua infrastruktur dasar dan pendukung akan selesai pada tahun 2020.

Danau Toba dikelilingi oleh alam, termasuk hutan pinus dan area hiking Geosite Sipinsur di Humbang Hasundutan dan Sigulati Geopark di Pulau Samosir.

Tujuan wisata yang berfokus pada budaya juga tersebar di dan sekitar daerah: Kampung Huta Siallagan adalah desa tradisional Batak dan Kampung Ulos di Samosir terkenal sebagai pusat produksi ulos (kain tenun tradisional Sumatera Utara).

Ada 28 lokasi wisata yang terdaftar pemerintah di daerah itu, kata Jokowi selama kunjungannya ke Danau Toba akhir bulan lalu.

“Membuat produk lebih baik tidak hanya tentang mengembangkan tujuan wisata, tetapi juga memastikan bahwa semuanya terintegrasi; produk, paket, merek. Itu akan membedakan Toba dengan tujuan lain, seperti Mandalika atau Bali, ”kata Jokowi.

"Sampai sekarang, produk tidak memiliki paket, tidak ada cerita tertulis."

Secara terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan upacara peletakan batu pertama untuk pengembangan hotel di 387 hektar lahan di bawah Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba akan dimulai tahun ini.

Kelestarian lingkungan juga menjadi masalah di Danau Toba.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan ia telah meminta Jokowi untuk mencabut izin usaha operator keramba jaring ikan terapung PT Aquafarm Nusantara dan PT Suritani Pemuka karena diduga mencemari danau.

"Saya juga telah mengirim surat kepada menteri [lingkungan dan kehutanan] untuk menghentikan operasi perusahaan karena kami tidak berwenang untuk melakukannya," katanya, mencatat bahwa sulit untuk menghukum perusahaan, karena lisensi mereka dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Menurut data provinsi, PT Aquafarm Nusantara memiliki 322 keramba ikan di Danau Toba sementara PT Suritani Pemuka memiliki 184.

Jokowi, selama kunjungannya, mengancam akan mencabut izin usaha perusahaan yang mencemari danau.

"Memang benar bahwa perusahaan yang merusak lingkungan Danau Toba terpaksa ditutup karena mereka membawa dampak negatif bagi pariwisata," kata Edy.

Indonesia saat ini berada di ambang krisis kabut asap lainnya karena kepulauan tersebut melihat peningkatan jumlah kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas meningkat menjadi 2.002 pada 9 Agustus dari 1.586 pada 7 Agustus dan 1.025 pada 3 Agustus. Titik-titik panas tersebut sebagian besar terdeteksi di provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas meningkat menjadi 2.002 pada 9 Agustus dari 1.586 pada 7 Agustus dan 1.025 pada 3 Agustus. Titik-titik panas tersebut sebagian besar terdeteksi di provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. (JP / Swi)

Selain titik panas, kebakaran hutan juga membakar lebih banyak area daratan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat kebakaran hutan telah membakar 42.740 hektar lahan di seluruh negeri antara Januari dan Mei - hampir dua kali luas terbakar pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 23.745 ha.

Gambar ini diambil pada 10 Agustus menunjukkan petugas pemadam kebakaran Indonesia berjuang api di hutan lahan gambut di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, karena musim kemarau yang telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir. (AFP / Abdul Qodir)

Ini terjadi kira-kira tiga tahun setelah Indonesia mulai meningkatkan upaya untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan di seluruh negeri, yang tampaknya membuahkan hasil karena negara tersebut belum menderita kebakaran hutan skala besar sejak saat itu. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan terulangnya krisis kabut asap 2015 yang berdampak buruk pada negara tersebut, serta negara-negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Mengapa ada lebih banyak kebakaran hutan di Indonesia tahun ini?

Direktur jendral perubahan iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman, mengatakan lebih banyak titik panas telah terdeteksi baru-baru ini di seluruh negeri karena El Nino yang lemah yang diperkirakan telah terjadi sejak Juni.

El Niño adalah pola iklim yang terkait dengan pemanasan air di daerah tengah dan timur Samudera Pasifik khatulistiwa. Fenomena cuaca seperti itu diketahui memicu perpanjangan musim kemarau di Indonesia, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan.

“Meskipun fenomena lemah, itu telah memicu berhari-hari tanpa hujan. Beberapa daerah belum melihat hujan selama lebih dari 100 hari, ”kata Ruandha.

BMKG meramalkan bahwa musim hujan tidak akan mulai sampai Oktober. Musim kering yang berkepanjangan, tambahnya, adalah hasil dari "anomali negatif dari suhu permukaan laut negara itu." Wakil kepala meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengatakan musim kemarau telah menyebabkan tanaman menjadi lebih mudah terbakar daripada sebelumnya.

Ruandha menambahkan bahwa fenomena serupa juga berkontribusi pada peningkatan kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2018. “Rata-rata suhu harian pada tahun 2018 lebih panas daripada tahun 2017 berkat El Niño yang lemah.”

Sementara menggemakan para pejabat tentang musim kemarau yang berkepanjangan, ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan seorang profesor di Institut Pertanian Bogor, Herry Purnomo, mengatakan ketidakpuasan pemerintah dalam mitigasi kebakaran hutan mungkin telah berkontribusi dalam peningkatan kebakaran baru-baru ini.

“Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kebakaran hutan. Namun, mereka belum dapat berbuat cukup untuk mencegah krisis lain karena kurangnya sumber daya untuk melaksanakannya, ”kata Herry kepada The Jakarta Post.

Ruandha menepis kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan pemerintah telah mengintensifkan langkah-langkah untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada 2018 ketika negara itu mengadakan Asian Games 2018.

“Dalam dua bulan terakhir, kementerian telah mengintensifkan patroli bersama dengan polisi dan personil militer di daerah-daerah yang dianggap rawan kebakaran hutan. Kami juga meningkatkan langkah-langkah untuk memadamkan api di titik panas, ”katanya

Bagaimana kebakaran hutan dan lahan tahun ini memengaruhi Indonesia dan negara-negara lain?

Pihak berwenang mencatat bahwa kabut asap telah mempengaruhi beberapa kota besar di Indonesia, terutama yang berlokasi di daerah yang dianggap rawan kebakaran hutan. Warga di Pekanbaru, Riau, terpaksa melakukan salat Idul Adha pada 11 Agustus saat kabut tebal menyelimuti mereka.

Pemerintah daerah Pontianak, Kalimantan Barat mempertimbangkan rencana untuk memberhentikan sementara kegiatan sekolah jika kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut menjadi lebih tebal dan tidak terkendali.

Kabut asap telah mempengaruhi negara-negara tetangga. Surat kabar yang berbasis di Malaysia The Star melaporkan pada 2 Agustus bahwa kabut asap yang diklaim berasal dari kebakaran hutan di Riau telah mempengaruhi beberapa kota di Malaysia, termasuk Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya. Sebelum kunjungannya ke negara itu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan dia malu karena masalah kabut asap telah menjadi berita utama.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan kabut asap telah mencapai negara bagian Sarawak, Malaysia. Dia menambahkan bahwa krisis kabut asap tahun 2015, yang berdampak buruk pada Malaysia dan Singapura, kemungkinan akan terulang kembali jika Indonesia gagal mengatasi kebakaran hutan.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kebakaran hutan?

BNPB telah mengerahkan 9.000 personel gabungan dari militer dan polisi ke enam wilayah yang rentan terhadap kebakaran hutan, seperti Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Mereka ditugaskan untuk mencegah praktik tebang dan bakar, yang dianggap sebagai alasan di balik maraknya kebakaran hutan.

Badan tersebut juga telah mengerahkan 34 helikopter pembom air untuk membantu memadamkan api dari atas sambil menunggu musim hujan datang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah mengerahkan lebih dari 14.000 personel dari brigade pemadam Manggala Agni serta sukarelawan untuk memantau dan memadamkan api. Ia juga menyiapkan beberapa sistem peringatan dini, seperti kamera keamanan dan pemantauan satelit, untuk mendeteksi lebih banyak titik panas sebelum kebakaran menyebar ke wilayah yang lebih luas.

Bahagia itu sederhana

itulah yang tergambar dari anak anak ini saat berada di Basecamp Pendakian Gunung Cikuray, dimana mereka secara rutin melakukan kegiatan olahraga lari dari SDN Dangiang 2 hingga basecamp. Sembari sambil istirahat dengan Ceria mereka menirukan bagaimana gaya gaya pendaki saat berfoto atau selfie di Jalur Pendakian Gunung Cikuray.

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram