fbpx

eminggu sudah berlalu dengan segala rutinitas pekerjaan atau kuliah, saatnya Kamu sambut weekend ini dengan rencana-rencana liburanmu. Buat Kamu yang ingin melarikan diri sesaat dari keramaian kota Jakarta, Jawa Tengah punya banyak destinasi wisata yang bisa Kamu kunjungi. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam, pantai, dan pegunungan.

Kalau Kamu ingin berkunjung ke Jawa Tengah akhir pekan ini untuk berwisata gunung tapi nggak tahu mau ke gunung mana, mungkin Gunung Ungaran bisa Kamu jadikan pilihan. Karena selain gunung ini tak jauh dari pusat ibukota Jawa tengah yaitu Semarang, gunung ini juga nggak terlalu tinggi. Jadi cocok untuk Kamu yang tak punya banyak waktu.

Atau Kamu memang sudah berencana berlibur ke Gunung Ungaran tapi nggak tahu harus melakukan apa saja karena waktumu terbatas? Tenang, saya punya tips menikmati Gunung Ungaran meski Kamu nggak bisa mendaki sampai puncak.

Menikmati kerlap-kerlip lampu kota dari Mawar Camp

tips menikmati gunung ungaran

Pemandangan lampu kota dari area camp Mawar. Sumber foto

Area Mawar camp merupakan gerbang pendakian Gunung Ungaran, namun di sini disediakan area khusus camping. Bagi Kamu yang nggak punya banyak waktu untuk mendaki, tempat ini bisa jadi pilihan tempat yang cocok untuk menghabiskan akhir pekanmu. Kamu bisa merasakan dinginnya udara gunung, indahnya pemandangan kota, kegagahan Gunung Merbabu, juga sunrise yang hangat.

Dari area camp ini Kamu akan melihat indahnya pemandangan kerlap-kerlip lampu. Meski setiap harinya Kamu tinggal di kota dan sudah terbiasa dengan kerla-kerlip lampu, pasti akan ada sensasi yang  berbeda saat Kamu menikmatinya dari ketinggian. Apalagi duduk santai sama gebetan dan teman-temanmu di depan tenda, ada kopi, api unggun dan ditambah musik dari gitar. Kamu bisa nyanyi bareng dan joget-joget bareng juga, pasti bakalan seru.

Akses ke tempat ini juga cukup mudah. Dari pusat kota Semarang Kamu bisa menggunakan mobil atau motor. Perjalanan akan emakan waktu sekitar 1-1,5 jam, tergantung kondisi keramaian jalan. Lebih asyik lagi karena kendaraanmu bisa masuk hingga area camp, jadi Kamu tak perlu berjalan kaki.

Ada juga penginapan kalau Kamu enggan tidur di alam terbuka

tips menikmati gunung ungaran

Penginapan Pondok Umbul Sidomukti. Sumber foto

Kalau Kamu enggan tidur beralas rumput di bawah pohon pinus, Kamu bisa menyewa kamar di penginpaan yang tak jauh dari camp area. Pondok Umbul Sidomukti ini dibangun di area wahana wisata alam Umbul. Jadi kalau Kamu menginap di sini Kamu bisa menikmati dua hal sekaligus.

Wisata Umbul Sidomukti merupakan wisata alam yang menyajikan pemandangan khas pegunungan, permainan outbond yang menantang adrenalin, juga kolam renang dari mata air alami Gunung Ungaran. Akan jadi tempat yang cocok untuk Kamu menghabiskan waktu libur, apalagi jika bersama pasangan atau keluarga.

Tarif untuk menginap di Pondok Umbul Sidomukti ini bervariasi, tergantung dari jenis kamar yang ingin Kamu pesan. Namun kisaran harga kamarnya adalah sekitar Rp575.000;- hingga Rp1.600.000;-

Menyeruput hangatnya kopi sambil menikmati indahnya pegunungan

tips menikmati gunung ungaran

Menikmati hangat kopi sambil meresapi udara dingin gunung. Sumber foto

Tak jauh dari area camp Mawar terdapat  sebuah cafe kopi bertema outdoor. Saat malam hari Kamu bisa menikmati hangatnya kopi dan beberapa cemilan sambil memandang indahnya lampu kota dari jauh. Sedangkan saat siang hari Kamu bisa mencoba sensasi berjalan di kegelapan Goa Tirta Mulya yang berujung di tepi jurang.

Menyapa warga desa Promasan yang masih minim listrik

tips menikmati gunung ungaran

Desa Promasan yang masih minim listrik di bawah puncak Ungaran. Sumber foto

Kalau Kamu ingin benar-benar merasakan suasana desa yang masih minim listrik, Kamu bisa berjalan mendaki dari pos pendakian Mawar menuju desa Promasan. Lama waktu tempuh berkisar 3-4 jam, tapi bagi Kamu yang sudah terbiasa mendaki mungkin hanya akan butuh waktu 2 jam. Desa ini hanya memiliki listrik dari mesin diesel dan biasanya hanya dinyalakan dari jam 6 sore hingga jam 12 malam.

Untuk menuju ke Promasan Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang sudah di pasang di sepanjang jalur pendakian. Di Promasan ini Kamu akan menemukan sebuah kehidupan desa yang damai, sederhana dan jauh dari kata kemewahan. Kamu akan disambut keramahan warga yang tak terlalu banyak jumlahnya. Senyum bocah-bocah cilik yang masih polos juga akan memberimu ketenangan tersendiri.

Bagi saya, Promasan adalah tempat yang bisa menyejukkan mata dan juga jiwa. Kamu bisa bercengkerama dengan warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai pemetik teh. Kamu juga bisa lho masuk ke perkebunan teh tanpa dipungut biaya apapun. Kamu bisa berfoto sepuasnya, dimanapun yang Kamu mau. Karena di sejauh mata memandang hanya ada kebun teh yang hijau dan menyegarkan.

Di balik desa Promasan ini bertengger puncak Ungaran yang gagah dan tetap mempesona. Kalau Kamu punya cukup waktu dan tenaga, Kamu bisa mendaki puncak. Tapi kalau memang waktumu tak banyak, menikmati puncak dari Desa Promasan pun sudah cukup.

Menyusuri Gua Jepang yang konon jumlah ruangnya akan selalu berubah

tips menikmati gunung ungaran

Pintu masuk gua Jepang. Sumber foto

Tak jauh dari Desa Promasan, ada sebuah gua Jepang yang cukup besar. Gua ini memiliki jumlah bilik kamar yang cukup banyak dan sangat gelap. Konon katanya, jumlah bilik kamar di dalam gua akan selalu berubah jika dihitung kembali. Entah benar atau tidak, tapi terakhir kali saya masuk kesana ada sekitar 24 ruangan. Mungkin akan berbeda dengan perhitunganmu yang pernah masuk ke sini.

Untuk masuk ke gua ini Kamu hanya perlu membawa senter, karena di dalam sangat gelap. Kamu juga mungkin perlu memakai sepatu boot jika tak ingin basah, sebab gua ini kerap kali banjir. Jangan lupa juga untuk berdoa sebelum masuk, karena tempat ini konon dihuni banyak makhluk halus. Sekadar berbagi cerita, teman saya pernah dimasuki makhluk halus penghuni gua, serem!

Akan sayang jika Kamu melewatkan susur gua Jepang ini jika sudah sampai di Promasan. Paling tidak nikmati sensasi deg-deg ser saat di gua. Yah, rasanya nggak beda jauh sama deg-deg ser pas nembak gebetan lah!

Minum dan mandi langsung dari mata air pegunungan

tips menikmati gunung ungaran

Mata air alami Gunung Ungaran. Sumber foto

Karena berada tepat di bawah puncak Gunung Ungaran, Promasan memiliki sumber air pegunungan murni dan asli langsung dari gunung. Bisa Kamu bayangkan sedingin dan sesegar apa air di sana. Tak ada yang mengalahkan.

Air di sini sangat jernih, bersih, dingin dan segar. Saat berada di Promasan, saya selalu minum langsung dari sumber air. Rasanya sangat segar, semua air minum kemasan akan kalah dibanding air ini. Kalau Kamu berpikir air ini tak sehat, Kamu mungkin keliru. Nyatanya sampai saat ini saya masih sehat-sehat saja.

Sumber air ini ada juga digunakan sebagai kolam pemandian dan pancuran. Di sini Kamu bisa mandi sepuasnya dengan air gunung. Dinginnya yang luar biasa akan membuat tulangmu terasa ditusuk. Tapi saya jamin, Kamu tak akan bisa menemukan air yang sesegar di sini saat berada di kota besar.

Tapi tetap ingat ya gais, jangan Kamu kotori sumber air ini. Selain untuk sumber kehidupan utama warga Promasan, sumber air ini juga akan menjadi sumber kehidupan bagi warga di sekitar gunung Ungaran seperti Kendal, Boja, dan Semarang.

***

Itu dia hal-hal yang bisa Kamu lakukan di Gunung Ungaran jika Kamu tak punya banyak waktu untuk mendaki gunung hingga ke puncak. Tapi paling tidak hal-hal ini bisa mengobati rasa rindumu pada gunung. Bukankah mendaki gunung memang tak selalu tentang puncak? Semoga tips menikmati Gunung Ungaran bisa membantumu menyusun rencana untuk akhir pekanmu.

Kabar meninggalnya seorang remaja bernama Thoriq Rizki Maulidan masih ramai menjadi pembicaraan banyak orang. Sebelum ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Thoriq dikabarkan hilang sejak Minggu (23/6), saat dirinya melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso, Jawa Timur.

Saat itu, diketahui jika remaja lulusan SMPN 4 Bondowoso ini mendaki puncak Gunung Piramid untuk menikmati sunset bersama tiga orang teman lainnya. Namun sayangnya, Thoriq yang terlihat berjalan cepat saat menuruni gunung justru tidak kunjung sampai ke bawah.

Menurut penuturan salah satu anggota Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo dalam pers rilis yang dibagikan akun Instagram @humas_wanadri, diketahui jika Thoriq ditemukan di Gunung Piramid bagian selatan. Ia juga menambahkan dugaan kronologis jatuhnya Thoriq di jalur yang terjal tersebut.

"Melihat dari terjalnya medan tempat ditemukannya survivor, diduga survivor terjatuh dan terperosok lalu tersangkut di batang pohon,” tulis Eko.

Area dengan medan yang terjal tersebut dijuluki 'Punggung Naga' oleh para pendaki. Bagi sebagian masyarakat sekitar, area ini memang dianggap berbahaya lantaran jalur yang terjal dengan lebar tak sampai satu meter.POS TERKAIT

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (7/7), brilio.net sudah menghimpun beberapa potret eksotisnya jalur 'Punggung Naga' Gunung Piramid.

1. Gunung yang terletak di bagian barat Bondowoso ini diapit oleh beberapa gunung, yaitu Gunung Salak, Gunung Krincing, dan Gunung Saeng.

2. Meski indah, Puncak Piramid bukanlah tempat wisata karena lokasinya yang ekstrem.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@adisusanto10

3. Lebar puncak Piramid kurang lebih hanya 5 meter dan sangat berisiko terutama jika kondisi cuaca sedang buruk.

4. Untuk mencapai puncak, para pendaki harus melewati jalur 'Punggung Naga' dengan kemiringan 45-80 derajat. Selain itu, jalur ekstrem ini juga hanya memiliki lebar kurang lebih satu meter saja.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@bondowoso_explore

5. Bahkan para pendaki profesional pun menyarankan untuk ditemani oleh guide lokal yang sudah sering melalui jalur tersebut.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@tyranha

6. Para pendaki juga harus selalu penuh dengan kewaspadaan, fokus, dan berhati-hati.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@tyranha

7. Terlepas dari jalurnya yang sangat ekstrem, dari puncak Piramid para pendaki bisa melihat indahnya pemandangan kota Bondowoso dari ketinggian.

Fitur-fitur alami Bandung yang fenomenal, suhu sejuk, dan angin segar selalu menghimbau untuk eksplorasi luar ruangan. Dataran tinggi dan pegunungan yang menakjubkan di kota ini menawarkan petualangan menyenangkan yang akan menantang fisik dan menyegarkan pikiran dan jiwa. Dari gunung berapi aktif hingga taman hutan yang tenteram, temukan pendakian terbaik di sekitar Bandung, Indonesia.

Gunung Tangkuban Perahu

Menikmati gunung berapi paling populer di Bandung bisa menjadi perjalanan yang bebas repot, berkat jalan beraspal yang berada jauh di dekat kawah. Tetapi jika Anda ingin memanfaatkan pengalaman Anda sebaik-baiknya, mendaki gunung berapi aktif ini bisa menjadi petualangan yang berani namun bermanfaat. Jalur pendakian ke puncak Tangkuban Perahu dimulai dari Jayagiri dan membutuhkan waktu kurang dari dua jam. Percayai kami, pemandangan hutan lebat dan dataran tinggi yang menyegarkan adalah pemandangan yang tidak ingin Anda perdagangkan untuk kenyamanan. Ditambah lagi, kenaikan akan memberi Anda mata air panas untuk melemaskan otot-otot yang tegang.

Taman Hutan Djuanda

Membentang di 590 hektar, kawasan konservasi ini mencakup segalanya mulai dari air terjun hingga situs perang bersejarah. Jalur pendakian paling populer di dalam taman ini membentang sekitar 6 km dari Dago Pakar ke Maribaya, melalui ratusan spesies pohon dan terowongan perang kolonial. Perjalanan ini memuncak di air terjun yang menakjubkan, di mana Anda dapat berhenti dan menikmati pemandangan untuk sementara waktu, ditemani oleh makanan ringan dan minuman yang dijual oleh vendor lokal.

Tebing Keraton

Tebing yang luar biasa ini memulai debutnya di media sosial hanya beberapa tahun yang lalu dan langsung menjadi viral. Tidak sulit untuk melihat alasannya, begitu Anda menemukan punggungan ini mencuat di atas hutan yang subur di bawah, dengan siluet pegunungan di dekatnya di cakrawala. Anda dapat mencapai sudut yang indah ini dengan sepeda motor, tetapi mendaki akan membuat Anda menikmati pemandangan indah dari perbukitan, ladang, dan hutan sepanjang jalan. Jalannya berbatu-batu dan cukup curam tetapi membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk mencapai tempat itu.

Gunung Batu

Dengan ketinggian 1.228 m (4.000 kaki), gunung ini adalah ketinggian yang tepat untuk mendaki pendek yang nyaman dan pemandangan kota yang indah. Dan di Bandung 'pemandangan kota' berarti kota yang mempesona di bawah dan pegunungan yang mengelilinginya - Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Malabar di antara beberapa lainnya. Gunung itu sendiri terbentuk dari batu, dengan demikian nama 'gunung batu'. Itu berarti pemberani sungguhan dapat mengambilnya sedikit dan pergi rappelling atau panjat tebing di sisinya. Jika Anda memilih untuk berkemah di puncaknya yang berbatu-batu, jangan lupa bangun tepat waktu untuk menikmati matahari terbit yang indah.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman nasional ini mencakup dua puncak megah dari Gunung Gede pada 2.958 m (9.700 kaki) dan Gunung Pangrango pada 3.019 m (9.898 kaki). Jika Anda siap menghadapi tantangan, mendaki salah satu gunung adalah perjalanan yang layak untuk dilakukan, dengan matahari terbit yang megah, kehidupan liar yang berkembang pesat dan pemandangan kota dari puncak. Tapi jangan khawatir, tidak butuh banyak untuk menikmati beberapa fitur terbaik taman nasional. Air terjun Cibeureum berjarak kurang dari satu jam perjalanan jauhnya, dan danau Telaga Biru yang tembus pandang bahkan lebih dekat ke arah yang sama.

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah salah satu tempat hiking paling populer di Jawa Barat, terutama untuk pemula. Terletak di Kabupaten Garut, selatan dari Bandung, Gunung Papandayan tidak menuntut banyak dari pejalan kaki - hanya stamina yang layak akan dilakukan, karena tidak ada keterampilan hiking yang diperlukan. Jalurnya relatif mudah, dan ada tanda-tanda yang jelas untuk memandu Anda melewati jalur pendakian. Gunung Papandayan juga merupakan gunung berapi yang sangat aktif, sehingga kawah dan lubang uapnya benar-benar memikat untuk dilihat. Pendakian ini juga akan membawa Anda melalui berbagai lanskap, dari ladang hingga jalan berbatu, hutan lebat, hingga padang rumput luas.

Gunung Cikuray

Kisah-kisah mistis yang mengelilingi gunung ini hampir sama menariknya dengan keindahan alamnya yang terkenal. Dengan pohon-pohon hijau yang menjulang tinggi sepanjang jalur pendakian, sungai, dan air terjun di dekat puncak, Gunung Cikuray menawarkan berbagai jenis pesona yang akan membuat pendakian ini tetap menarik. Di sisi historis / supranatural, legenda beredar di kalangan penduduk setempat dan pendaki. Pendakian juga akan membawa Anda melewati keindahan tanaman warga dan bak padang savana dari tumbuhan akar wangi.

Gua Jomblang yang terletak di desa Jetis Wetan di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, adalah gua vertikal dalam yang terkenal dengan pemandangan sinar matahari yang masuk melalui lubang yang terlihat seperti surga.

Terletak 10 kilometer dari kota Wonosari dan 40 kilometer dari Yogyakarta, tujuan hanya menyediakan satu kilometer jalan aspal mulus ke lokasi parkir; sisa perjalanan hanyalah tanah berbatu.

Gua yang memiliki diameter 50 meter ini pertama kali ditemukan pada tahun 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC), sekelompok penjelajah gua dari Yogyakarta.

Banyak turis telah mengunjungi objek wisata ini, termasuk yang berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Cina, Singapura dan Malaysia.

Memasuki gua membutuhkan sedikit usaha, karena Anda harus mengenakan helm pengaman dan tali. Dengan menggunakan teknik tali tunggal (SRT), pengunjung bergantian pergi ke gua; hanya maksimal dua orang yang diizinkan dalam satu batch.

"Naik turunnya gua sangat menantang, menakjubkan," kata Jack dari Singapura yang datang bersama enam temannya.

Di dalam gua, ada fotografer yang siap mengambil foto petualangan Anda. Foto-foto akan dicetak dan dijual di pondok pendaftaran di mana makan siang juga disediakan.

Di dalam gua, pengunjung akan melihat banyak tanaman yang tumbuh; bahkan dinding kapurnya ditutupi dengan semak belukar.

Selesai menjelajahi gua, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui lorong 500 meter yang akan membawa Anda ke gua vertikal lain yang disebut Gua Grubug.

Sesampainya di Gua Grubug, mata Anda akan bertemu dengan pemandangan dua stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan. Jika Anda dapat mencapai gua pada pukul 13:00, Anda akan bisa melihat pemandangan matahari yang menakjubkan melalui kegelapan Gua Grubug.

Tidak terasa ya tinggal menghitung hari menuju tahun 2020. Apa kabar resolusi tahun ini sob ? Jangan bilang resolusi tahun 2020 adalah resolusi tahun 2019 yang direvisi atau direpost lagi ?

Btw, Maap sekadar mengingatkan nih untuk kawan-kawan yg belum tahu ?? bahwasanya barang-barang yang identik dengan momen pergantian tahun seperti kembang api, terompet dan jenis-jenis petasan lainnya kurang tepat untuk dibawa dan dipergunakan saat berada di gunung. Apalagi jika tujuannya hanya untuk bersenang-senang.

Karena eh karena.. baik efek suara, percikan kembang api atau petasan bisa mengganggu keberadaan tuan rumah gunung seperti satwa liar, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Dengan kedatangan kita pun pada dasarnya telah mengusik keberadaan mereka kan ? maka alangkah bijaknya jika kita tidak mengusik lebih dalam lagi.

Oh ya, untuk suara yang dihasilkan
benda tersebut juga bisa membuat satwa liar terkaget-kaget, stress bahkan bisa berujung kematian. Terlebih misal sekarang kita berada di musim kemarau atau berada di vegetasi pepohonan kering, barang-barang tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.

Beberapa basecamp gunung juga dengan tegas melarang barang-barang tersebut di gunung. Biasanya pada musim pendakian akhir tahun, pihak basecamp akan mensweeping barang bawaan pendaki sebelum memulai pendakian. Ada sanksi berupa penyitaan atau dilarang melakukan pendakian jika kedapatan membawa barang-barang tersebut.

Ya walaupun belum semua pengelola gunung menerapkan aturan tersebut, kesadaran kita sebagai tamu hendaknya menghargai keberadaan tuan rumah. Karena ‘alam’ diciptakan bukan hanya untuk penggemar dangdut.. #eh bukan hanya untuk manusia mangsudnya~

Yauda selamat menikmati liburan akhir tahun guys~ Yang mau nanjak hati-hati menjaga hati~ karena ada yang terkasih selalu sedia menanti~ keep safety, jaga kebersihan dan jangan lupa pulang kerumah dengan selamat.

Seekor orangutan Tapanuli ditemukan terluka dan kurang gizi di perkebunan dekat ekosistem Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis, menandai apa yang diklaim pemerintah setempat sebagai indikasi pertama konflik antara manusia dan spesies yang baru ditemukan di daerah tersebut.

Personel dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) dan Pusat Informasi Orangutan (OKI) menemukan orangutan Tapanuli jantan yang terluka parah dan kurang gizi di distrik Sipirok di ekosistem Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 19 September 2019. (Atas perkenan OIC / -)

Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) dan Pusat Informasi Orangutan (OKI) menemukan orangutan jantan yang terluka, diyakini berusia sekitar 30 tahun, dengan luka di wajah dan kembali ke perkebunan di desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok.

"Orangutan Tapanuli yang ditemukan dengan luka dan kurang gizi adalah kasus pertama yang kami tangani sejak spesies ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan dua tahun lalu," kata ketua BKSDA Hotmauli Sianturi kepada The Jakarta Post pada hari Jumat.

Hotmauli mengatakan orangutan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami cedera yang diduga disebabkan oleh benda tumpul dan sangat tipis konon karena kurangnya nutrisi yang tepat.

Orangutan saat ini menerima perawatan di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan di Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, katanya.

Hotmauli mengatakan orangutan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami cedera, diduga disebabkan oleh benda tumpul, dan sangat tipis konon karena kurangnya nutrisi yang tepat. (Atas perkenan OIC / -)

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa itu adalah hal biasa bagi orangutan, yang habitatnya rusak telah membuat mereka tidak memiliki persediaan makanan, untuk memasuki area perkebunan selama musim durian dan petai (kacang bau) untuk mencari makanan.

Kondisi seperti itu, katanya, dapat menyebabkan konflik antara orangutan dan penduduk, yang ingin menjauhkan bekas perkebunan mereka.

“Untuk mencegah lebih banyak orangutan terluka, kami telah mengerahkan petugas untuk memantau keberadaan orangutan Tapanuli di perkebunan masyarakat yang terletak di dekat ekosistem Batang Toru,” kata Hotmauli.

Pakar dan aktivis lingkungan telah menyuarakan keprihatinan bahwa orangutan mungkin telah meninggalkan habitatnya karena pembangunan infrastruktur di sekitar ekosistem Batang Toru, satu-satunya habitat orangutan Tapanuli yang diketahui. Orangutan Tapanuli, dianggap sebagai kera besar paling langka di dunia, diperkirakan hanya berjumlah sekitar 800.

Di antara keprihatinan para ahli dan aktivis adalah pembangunan yang sedang berlangsung dari PLTA Batang Toru yang kontroversial, yang diharapkan akan mulai beroperasi oleh NSHE pada tahun 2022. NSHE telah mengklaim bahwa pembangkit listrik tersebut ramah lingkungan karena tidak akan membanjiri banyak proyek. area dan telah menegaskan dalam beberapa publikasi bahwa ia berkomitmen untuk konservasi orangutan.

Namun, para pencinta lingkungan tetap tidak yakin. Forum Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengajukan gugatan terhadap proyek tersebut pada akhir tahun 2018 karena para pakar dari berbagai universitas lokal dan asing menganggap pabrik 510 megawatt itu sebagai "lonceng kematian" bagi orangutan Tapanuli. Pada bulan Maret, Pengadilan Tata Usaha Negara Medan menolak gugatan tersebut, tetapi Walhi mengajukan banding sebagai tanggapan.

Jatna Supriatna, seorang ilmuwan konservasi biologi di Universitas Indonesia, mengatakan bahwa penyelidikan forensik antropologi lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan bahwa luka-luka itu memang disebabkan oleh konflik manusia-kera. "Orangutan biasanya terbunuh dalam konflik. Jika mereka kekurangan gizi, maka itu mungkin karena habitat mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka atau ada pasokan makanan yang tidak mencukupi di sana," kata Jatna.

Ahli biologi Serge Wich dari Liverpool John Moores University, yang sebelumnya memberikan kesaksian dalam sidang gugatan Walhi, mengatakan sulit untuk mengkonfirmasi bahwa kegiatan pembangkit listrik telah memaksa orangutan yang terluka ke dalam area komunitas. Namun, hilangnya hutan dapat mendorong langkah semacam itu.

“Jika Anda memeriksa di mana orangutan telah ditemukan dan di mana hilangnya hutan untuk pembangkit listrik tenaga air, orang dapat melihat bahwa mereka tidak jauh dari satu sama lain. Itu membuatnya sangat mungkin bahwa orangutan telah kehilangan sebagian wilayah jelajahnya dan karena itu pergi ke daerah non-hutan untuk mencari makanan, ”kata Wich kepada Post melalui email pada hari Jumat.

Dalam email tersebut, Wich memberikan gambar satelit Planet Labs yang menunjukkan kemajuan bendungan dari Juni 2017 hingga Agustus 2018, termasuk pembukaan hutan dan pengembangan jalan untuk akses.

Direktur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk konservasi keanekaragaman hayati, Indra Exploitasia, mengatakan bahwa kementerian akan memantau semua bentuk pembangunan, tidak hanya pembangunan pembangkit listrik, dengan memperhatikan peta distribusi hewan.

“Kami juga telah memerintahkan NSHE sebagai operator pembangkit listrik tenaga air untuk meningkatkan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar pabrik,” katanya.

Direktur komunikasi dan urusan luar negeri NSHE Firman Taufick mengutuk cedera yang dialami orangutan, dengan memperhatikan perlunya semua pihak, tidak hanya pemerintah dan sektor swasta, untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, Firman mengatakan perusahaan telah melakukan program pengembangan masyarakat yang dimaksudkan untuk melatih dan membentuk kelompok konservasi berdasarkan kearifan lokal.

Dia mengatakan perusahaan telah memulai pembangunan jembatan untuk menghubungkan habitat orangutan yang terfragmentasi dan pemulihan hutan bekas tebangan.

Kebakaran ini di Hutan Gunung Cikuray via Pamancar - Cilawu. Pada Hari Jumat. 20 September 2019

Semoga api tidak meluas. Aamiin

Mengenal Gunung Cikuray:

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di Dangiang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikuray yang mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut ini tidak mempunyai kawah aktif dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong dari sini bisa naik melalui jalur Cilegug atau kampung Jambansari dekat markas HdG Team, Cikajang, Kiara Janggot dan Dayeuhmanggung. Iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate). Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10º C hingga 24º C.

10 Hal penting yang harus dibawa saat Hiking

10 hal pentiing adalah daftar peralatan yang harus Anda bawa agar tetap aman di saat Hiking, termasuk menghadapi potensi anda harus bermalam di luar ruangan . Tergantung pada panjang dan jarak jauh Hiking kalian, perluas atau minimalkan setiap barang yang kamu bawa.  Berikut adalah 10 item peralatan:

Sepuluh Peralatan Wajib

  • Navigasi (peta & kompas)
  • Perlindungan matahari (kacamata hitam & tabir surya)
  • Isolasi (pakaian ekstra)
  • Penerangan (headlamp / senter)
  • Persediaan P3K
  • Api (korek api tahan air / korek api / lilin)
  • Memperbaiki kit dan alat
  • Nutrisi (makanan tambahan)
  • Hidrasi (air tambahan)
  • Penampungan darurat (tenda / tenda tabung plastik / kantong sampah)

Penyakit ketinggian mungkin tampak seperti ketidaknyamanan kecil yang dialami penumpang ketika mereka naik pesawat.

Namun, dengan kematian pendaki baru-baru ini bernama Susanna DeForest, yang meninggal saat mendaki Pegunungan Rocky karena penyakit ketinggian, berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat tentang memiliki kondisi ini seperti yang dikompilasi oleh MSN.

Aturan umum adalah bahwa jika Anda pergi di atas 3.000 kaki (3.000 meter) di atas tanah, Anda akan meningkatkan peluang terkena penyakit ketinggian hingga 10-15 persen. (Shutterstock / File)

Terlalu tinggi, terlalu cepat

Penyebab utama mabuk ketinggian adalah tubuh Anda bereaksi negatif terhadap perubahan ketinggian yang besar. Menurut Jan Stepanek, MD, yang melihat pasien di Pusat Medis High Altitude dan Harsh Environments Medical Center di Scottsdale, Arizona, ketika seseorang mengalami penyakit ketinggian, penting untuk mencatat gejalanya. Ini termasuk sakit kepala dan mual dan biasanya berlanjut sampai tubuh beradaptasi dengan perubahan atmosfer.

Namun, jika seseorang terus naik ke ketinggian yang lebih tinggi dapat menyebabkan muntah, disorientasi, cairan di paru-paru dan pembengkakan di sekitar otak.

Pengunjung dan kaum muda memiliki risiko lebih tinggi

Orang-orang yang memiliki penyakit ketinggian adalah mereka yang tinggal di dataran rendah dan terbang ke ketinggian yang lebih tinggi. Jika orang-orang dari dataran rendah mencoba bermain ski di lingkungan dataran tinggi maka mereka akan mengalami ketidaknyamanan selama beberapa hari, dan tubuh mereka akan beradaptasi. Namun, mereka akan terus merasa tidak nyaman jika mereka melangkah lebih tinggi.

Alasan mengapa orang muda lebih berisiko adalah bahwa mereka dapat terus mendorong meskipun gejala masih menonjol di tubuh mereka.

Ketinggian berbeda untuk semua orang

Semua tubuh kita berbeda. Beberapa orang mungkin lebih terpengaruh oleh penyakit ketinggian karena tubuh mereka tidak dapat beradaptasi dengan cukup cepat. Dua orang yang naik dengan jumlah ketinggian yang sama mungkin memiliki reaksi yang berbeda.

Aturan umum adalah bahwa jika Anda pergi di atas 3.000 kaki (3.000 meter) di atas tanah, Anda akan meningkatkan peluang terkena penyakit ketinggian hingga 10-15 persen.

Kurangi gejalanya dengan menuju ke dataran rendah

Jika Anda berada di tempat yang lebih tinggi dan mengalami penyakit ketinggian, maka jangan naik lebih tinggi. Penyakit lain untuk mengetahui apakah Anda terlalu tinggi terlalu cepat adalah kehilangan keseimbangan. Ini bisa menjadi gejala awal pembengkakan otak dan penyakit ketinggian ringan.

Untuk mengurangi gejala-gejala ini, cara termudah adalah turun ke tanah yang lebih rendah. Bahkan perubahan kecil 1500 kaki dapat memberikan perubahan drastis untuk mengurangi penyakit ketinggian.

Merencanakan sebuah perjalanan? Periksa dengan dokter Anda dan beradaptasi

Siapa pun yang merencanakan perjalanan dengan ketinggian lebih dari 10.000 kaki harus mempertimbangkan untuk meluangkan waktu dan beradaptasi dengan kenaikan awal kenaikan sebelum menuju lebih tinggi. Juga disarankan untuk meluangkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan setiap kenaikan ketinggian yang tinggi setiap (500-1000 meter). Minum banyak air dapat membantu untuk merasa lebih baik selama kenaikan tetapi tidak mengurangi gejala penyakit ketinggian.

Juga disarankan bagi orang yang merencanakan perjalanan ini untuk mengunjungi dokter. Jika seseorang telah berada di permukaan laut selama 90 hari terakhir, penting untuk berbicara dengan dokter yang terbiasa dengan masalah ketinggian.

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram