fbpx

Gunung Piramid jadi sorotan masyarakat sejak mayat pendaki muda bernamaThoriq ditemukan di sana. Gunung ini berlokasi di Bondowoso, Jawa Timur. Apa saja fakta seputar Gunung Piramid yang perlu diketahui pendaki? Cek jawabannya dalam tulisan di bawah ya bro!

Belum lama ini, mata publik tertuju pada Gunung Piramid yang terletak di Bondowoso, Jawa Timur. Semua berawal ketika remaja berusia 15 tahun bernama Thoriq Rizky ditemukan tewas di jurang “punggung naga” Gunung Piramid pada hari Jumat (5/7/2019). Setelah 12 hari pencarian, tim pencari menemukan mayatnya tersangkut di batang pohon.

Banyak orang mungkin belum terlalu familiar dengan Gunung Piramid. Jadi, apa saja fakta menarik seputar gunung ini? Berikut adalah 8 di antaranya. Silakan disimak ya bro!

1. Punya Bentuk Piramid serta Diselimuti Mitos

Nama unik gunung ini kabarnya berasal dari julukan yang diberikan masyarakat. Jika dilihat dari kejauhan, gunung ini memiliki bentuk segitiga mirip piramida Mesir. Alhasil, masyarakat akhirnya sepakat memberikan nama Gunung Piramid.

Gunung Piramid mempunyai beberapa mitos yang diyakini penduduk setempat. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, seluruh pendaki tidak diperkenankan mengambil barang apapun sewaktu menaiki Gunung Piramid. Contoh barang yang tak boleh diambil pendaki saat menjelajahi gunung ini adalah buah.

Masyarakat sekitar percaya bahwa siapapun yang melanggar larangan ini tidak akan bisa kembali pulang dalam keadaan hidup. Selain itu, warga setempat juga mengeramatkan tempat bernama Batu Langgar. Lo bisa menemukan tempat ini sebelum tiba di camping ground. Jadi, harap berhati-hati aja ya bro!

2. Jalur Pendakian yang Menantang

Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Piramid, lo harus siap melewati jalur pendakiannya yang menantang. Jalurnya yang miring dan sulit bakal menguji adrenalin para pendaki. Lo perlu menyiapkan kondisi fisik sebaik mungkin agar mampu melalui jalur setapak yang dipenuhi bebatuan dan pasir. Oke, bro?

Ketika berangkat dari batas vegetasi ke puncak, pendaki bakal berhadapan dengan jalur sempit dan panjang. Lo harus berhati-hati saat menapaki jalur ini karena tepat di sebelah kanan dan kirinya adalah jurang curam. Untuk itu, pendaki perlu menyiapkan peralatan memadai serta konsentrasi ekstra agar sukses melewati jalur ini.

Tantangan lain yang bakal ditemui pendaki Gunung Piramid adalah jarak dari start ke campground yang cukup jauh. Lo harus siap melalui deretan hutan pinus, kebun kopi, hingga tiba di jalur yang mulai naik. Meski perjalanan ini lumayan melelahkan, rasa letih pendaki bakal terbayar begitu tiba di puncak.

3. Masih Termasuk dalam Area Gunung Argopuro

Menurut penjelasan salah satu admin @bondowosoexplorer, Gunung Piramid masih berada dalam wilayah gunung lain. Gunung tersebut adalah Gunung Argopura. Pendapat ini berpijak pada pengalaman mereka yang pernah mengunjungi gunung ini secara langsung.

“Puncak Piramid merupakan bagian jajaran dari Pegunungan Hyang Argopuro,” ucap admin, dikutip dari kompas.com, Jumat (5/7/2019).

4. Lokasi Camping Hanya Muat untuk Satu Tenda serta Ukuran Puncak Piramid yang Sempit

Gunung Piramid memang memiliki camping ground. Akan tetapi, lokasinya sangatlah sempit. Area tersebut kabarnya hanya bisa ditempati satu tenda saja. Sempit sekali, bukan?

Bukan cuma area berkemahnya saja, puncak gunung ini juga sangatlah sempit. Puncak Piramid hanya mempunyai luas sekitar 5 meter. Dengan demikian, pembangunan tenda di area ini cukup mustahil. Waspadai segala macam bahaya yang mungkin terjadi di area puncak ya bro!

5. Tidak Relatif Tinggi, namun Tingkat Kemiringannya Terbilang Ekstrem

Dibandingkan dengan gunung lain, Gunung Piramid dapat dikatakan mempunyai ketinggian yang tidak seberapa. Tinggi gunung ini diketahui mencapai 1.521 meter di atas permukaan laut. Meski tidak begitu tinggi, Gunung Piramid tetap “ditakuti” sejumlah pendaki karena mempunyai medan eksrem.

Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kemiringan Gunung Piramid yang sangat terjal. Menurut pendapat admin @bondowosoexplorer, gunung ini diprediksi punya tingkat kemiringan kurang lebih 90 derajat. Menantang adrenalin sekali, bukan?

“Track dikenal sadis dan kejam bahkan tingkat kemiringan sampai 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak,” ujar admin @bondowosoexplorer, dikutip dari kompas.com.

6. Proses Pendakian Menyita Waktu Relatif Lama

Meski Gunung Piramid tidak terlalu tinggi, proses pendakian menuju puncak gunung ini ternyata memakan waktu lama. Hal tersebut dipengaruhi oleh medannya yang sulit dan menantang. Admin @bondowosoexplorer mengatakan waktu normal yang dibutuhkan pendaki untuk sampai ke camping ground gunung ini adalah sekitar 3 jam.

“Normal 3 jam, untuk ukuran profesional menuju camping ground,” katanya, dilansir dari kompas.com.

Sementara itu, waktu pendakian dari camping ground menuju Puncak Piramid sekitar 3 hingga 5 jam. Lama waktu tersebut ditentukan oleh kemampuan masing-masing pendaki. Menurut pengamatan admin @bondowosoexplorer, pendaki pemula atau amatir bisa menghabiskan waktu pendakian hingga 5 jam. Pokoknya, tetap utamakan keselamatan saat mendaki gunung ini ya bro!

7. Area Puncak Tidak Direkomendasikan bagi Pendaki Pemula

Jika tertarik mendaki sampai ke puncak Gunung Piramid, lo disarankan sudah menguasai kemampuan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar lo siap menghadapi medannya yang cukup berbahaya dan menantang. Untuk itu, area puncak baiknya hanya didaki oleh orang berpengalaman demi alasan keamanan.

Selain itu, pendaki juga perlu menyiapkan berbagai macam peralatan penting agar proses pendakian berlangsung aman dan lancar. Dengan membawa peralatan lengkap, lo bakal siap melewati medannya yang miring serta penuh dengan bebatuan. Pendaki juga dianjurkan menyewa jasa guide untuk meminimalisir risiko buruk di sepanjang perjalanan.

8. Sajikan Panorama Indah yang Memanjakan Mata

Gunung Piramid menyajikan pemandangan elok yang bakal membuat para pendaki jatuh hati. Lo bisa menikmati pemandangan asri berupa sungai, hutan pinus, kebon kopi saat berjalan menuju campground. Begitu tiba di puncak, pendaki bakal disuguhi pesona Argopuro dan Alam Bondowoso yang menakjubkan.

Demikian 8 fakta menarik seputar Gunung Piramid. Semoga informasi di atas bermanfaat buat lo yang berminat pergi ke gunung ini dalam waktu dekat. Persiapkan kondisi fisik dan peralatan selengkap mungkin agar perjalanan lo berjalan lancar. Oke bro?

Source: kompas.com

Feature Image - instagram.com/hanifalam5

eminggu sudah berlalu dengan segala rutinitas pekerjaan atau kuliah, saatnya Kamu sambut weekend ini dengan rencana-rencana liburanmu. Buat Kamu yang ingin melarikan diri sesaat dari keramaian kota Jakarta, Jawa Tengah punya banyak destinasi wisata yang bisa Kamu kunjungi. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam, pantai, dan pegunungan.

Kalau Kamu ingin berkunjung ke Jawa Tengah akhir pekan ini untuk berwisata gunung tapi nggak tahu mau ke gunung mana, mungkin Gunung Ungaran bisa Kamu jadikan pilihan. Karena selain gunung ini tak jauh dari pusat ibukota Jawa tengah yaitu Semarang, gunung ini juga nggak terlalu tinggi. Jadi cocok untuk Kamu yang tak punya banyak waktu.

Atau Kamu memang sudah berencana berlibur ke Gunung Ungaran tapi nggak tahu harus melakukan apa saja karena waktumu terbatas? Tenang, saya punya tips menikmati Gunung Ungaran meski Kamu nggak bisa mendaki sampai puncak.

Menikmati kerlap-kerlip lampu kota dari Mawar Camp

tips menikmati gunung ungaran

Pemandangan lampu kota dari area camp Mawar. Sumber foto

Area Mawar camp merupakan gerbang pendakian Gunung Ungaran, namun di sini disediakan area khusus camping. Bagi Kamu yang nggak punya banyak waktu untuk mendaki, tempat ini bisa jadi pilihan tempat yang cocok untuk menghabiskan akhir pekanmu. Kamu bisa merasakan dinginnya udara gunung, indahnya pemandangan kota, kegagahan Gunung Merbabu, juga sunrise yang hangat.

Dari area camp ini Kamu akan melihat indahnya pemandangan kerlap-kerlip lampu. Meski setiap harinya Kamu tinggal di kota dan sudah terbiasa dengan kerla-kerlip lampu, pasti akan ada sensasi yang  berbeda saat Kamu menikmatinya dari ketinggian. Apalagi duduk santai sama gebetan dan teman-temanmu di depan tenda, ada kopi, api unggun dan ditambah musik dari gitar. Kamu bisa nyanyi bareng dan joget-joget bareng juga, pasti bakalan seru.

Akses ke tempat ini juga cukup mudah. Dari pusat kota Semarang Kamu bisa menggunakan mobil atau motor. Perjalanan akan emakan waktu sekitar 1-1,5 jam, tergantung kondisi keramaian jalan. Lebih asyik lagi karena kendaraanmu bisa masuk hingga area camp, jadi Kamu tak perlu berjalan kaki.

Ada juga penginapan kalau Kamu enggan tidur di alam terbuka

tips menikmati gunung ungaran

Penginapan Pondok Umbul Sidomukti. Sumber foto

Kalau Kamu enggan tidur beralas rumput di bawah pohon pinus, Kamu bisa menyewa kamar di penginpaan yang tak jauh dari camp area. Pondok Umbul Sidomukti ini dibangun di area wahana wisata alam Umbul. Jadi kalau Kamu menginap di sini Kamu bisa menikmati dua hal sekaligus.

Wisata Umbul Sidomukti merupakan wisata alam yang menyajikan pemandangan khas pegunungan, permainan outbond yang menantang adrenalin, juga kolam renang dari mata air alami Gunung Ungaran. Akan jadi tempat yang cocok untuk Kamu menghabiskan waktu libur, apalagi jika bersama pasangan atau keluarga.

Tarif untuk menginap di Pondok Umbul Sidomukti ini bervariasi, tergantung dari jenis kamar yang ingin Kamu pesan. Namun kisaran harga kamarnya adalah sekitar Rp575.000;- hingga Rp1.600.000;-

Menyeruput hangatnya kopi sambil menikmati indahnya pegunungan

tips menikmati gunung ungaran

Menikmati hangat kopi sambil meresapi udara dingin gunung. Sumber foto

Tak jauh dari area camp Mawar terdapat  sebuah cafe kopi bertema outdoor. Saat malam hari Kamu bisa menikmati hangatnya kopi dan beberapa cemilan sambil memandang indahnya lampu kota dari jauh. Sedangkan saat siang hari Kamu bisa mencoba sensasi berjalan di kegelapan Goa Tirta Mulya yang berujung di tepi jurang.

Menyapa warga desa Promasan yang masih minim listrik

tips menikmati gunung ungaran

Desa Promasan yang masih minim listrik di bawah puncak Ungaran. Sumber foto

Kalau Kamu ingin benar-benar merasakan suasana desa yang masih minim listrik, Kamu bisa berjalan mendaki dari pos pendakian Mawar menuju desa Promasan. Lama waktu tempuh berkisar 3-4 jam, tapi bagi Kamu yang sudah terbiasa mendaki mungkin hanya akan butuh waktu 2 jam. Desa ini hanya memiliki listrik dari mesin diesel dan biasanya hanya dinyalakan dari jam 6 sore hingga jam 12 malam.

Untuk menuju ke Promasan Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang sudah di pasang di sepanjang jalur pendakian. Di Promasan ini Kamu akan menemukan sebuah kehidupan desa yang damai, sederhana dan jauh dari kata kemewahan. Kamu akan disambut keramahan warga yang tak terlalu banyak jumlahnya. Senyum bocah-bocah cilik yang masih polos juga akan memberimu ketenangan tersendiri.

Bagi saya, Promasan adalah tempat yang bisa menyejukkan mata dan juga jiwa. Kamu bisa bercengkerama dengan warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai pemetik teh. Kamu juga bisa lho masuk ke perkebunan teh tanpa dipungut biaya apapun. Kamu bisa berfoto sepuasnya, dimanapun yang Kamu mau. Karena di sejauh mata memandang hanya ada kebun teh yang hijau dan menyegarkan.

Di balik desa Promasan ini bertengger puncak Ungaran yang gagah dan tetap mempesona. Kalau Kamu punya cukup waktu dan tenaga, Kamu bisa mendaki puncak. Tapi kalau memang waktumu tak banyak, menikmati puncak dari Desa Promasan pun sudah cukup.

Menyusuri Gua Jepang yang konon jumlah ruangnya akan selalu berubah

tips menikmati gunung ungaran

Pintu masuk gua Jepang. Sumber foto

Tak jauh dari Desa Promasan, ada sebuah gua Jepang yang cukup besar. Gua ini memiliki jumlah bilik kamar yang cukup banyak dan sangat gelap. Konon katanya, jumlah bilik kamar di dalam gua akan selalu berubah jika dihitung kembali. Entah benar atau tidak, tapi terakhir kali saya masuk kesana ada sekitar 24 ruangan. Mungkin akan berbeda dengan perhitunganmu yang pernah masuk ke sini.

Untuk masuk ke gua ini Kamu hanya perlu membawa senter, karena di dalam sangat gelap. Kamu juga mungkin perlu memakai sepatu boot jika tak ingin basah, sebab gua ini kerap kali banjir. Jangan lupa juga untuk berdoa sebelum masuk, karena tempat ini konon dihuni banyak makhluk halus. Sekadar berbagi cerita, teman saya pernah dimasuki makhluk halus penghuni gua, serem!

Akan sayang jika Kamu melewatkan susur gua Jepang ini jika sudah sampai di Promasan. Paling tidak nikmati sensasi deg-deg ser saat di gua. Yah, rasanya nggak beda jauh sama deg-deg ser pas nembak gebetan lah!

Minum dan mandi langsung dari mata air pegunungan

tips menikmati gunung ungaran

Mata air alami Gunung Ungaran. Sumber foto

Karena berada tepat di bawah puncak Gunung Ungaran, Promasan memiliki sumber air pegunungan murni dan asli langsung dari gunung. Bisa Kamu bayangkan sedingin dan sesegar apa air di sana. Tak ada yang mengalahkan.

Air di sini sangat jernih, bersih, dingin dan segar. Saat berada di Promasan, saya selalu minum langsung dari sumber air. Rasanya sangat segar, semua air minum kemasan akan kalah dibanding air ini. Kalau Kamu berpikir air ini tak sehat, Kamu mungkin keliru. Nyatanya sampai saat ini saya masih sehat-sehat saja.

Sumber air ini ada juga digunakan sebagai kolam pemandian dan pancuran. Di sini Kamu bisa mandi sepuasnya dengan air gunung. Dinginnya yang luar biasa akan membuat tulangmu terasa ditusuk. Tapi saya jamin, Kamu tak akan bisa menemukan air yang sesegar di sini saat berada di kota besar.

Tapi tetap ingat ya gais, jangan Kamu kotori sumber air ini. Selain untuk sumber kehidupan utama warga Promasan, sumber air ini juga akan menjadi sumber kehidupan bagi warga di sekitar gunung Ungaran seperti Kendal, Boja, dan Semarang.

***

Itu dia hal-hal yang bisa Kamu lakukan di Gunung Ungaran jika Kamu tak punya banyak waktu untuk mendaki gunung hingga ke puncak. Tapi paling tidak hal-hal ini bisa mengobati rasa rindumu pada gunung. Bukankah mendaki gunung memang tak selalu tentang puncak? Semoga tips menikmati Gunung Ungaran bisa membantumu menyusun rencana untuk akhir pekanmu.

Kabar meninggalnya seorang remaja bernama Thoriq Rizki Maulidan masih ramai menjadi pembicaraan banyak orang. Sebelum ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Thoriq dikabarkan hilang sejak Minggu (23/6), saat dirinya melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso, Jawa Timur.

Saat itu, diketahui jika remaja lulusan SMPN 4 Bondowoso ini mendaki puncak Gunung Piramid untuk menikmati sunset bersama tiga orang teman lainnya. Namun sayangnya, Thoriq yang terlihat berjalan cepat saat menuruni gunung justru tidak kunjung sampai ke bawah.

Menurut penuturan salah satu anggota Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo dalam pers rilis yang dibagikan akun Instagram @humas_wanadri, diketahui jika Thoriq ditemukan di Gunung Piramid bagian selatan. Ia juga menambahkan dugaan kronologis jatuhnya Thoriq di jalur yang terjal tersebut.

"Melihat dari terjalnya medan tempat ditemukannya survivor, diduga survivor terjatuh dan terperosok lalu tersangkut di batang pohon,” tulis Eko.

Area dengan medan yang terjal tersebut dijuluki 'Punggung Naga' oleh para pendaki. Bagi sebagian masyarakat sekitar, area ini memang dianggap berbahaya lantaran jalur yang terjal dengan lebar tak sampai satu meter.POS TERKAIT

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (7/7), brilio.net sudah menghimpun beberapa potret eksotisnya jalur 'Punggung Naga' Gunung Piramid.

1. Gunung yang terletak di bagian barat Bondowoso ini diapit oleh beberapa gunung, yaitu Gunung Salak, Gunung Krincing, dan Gunung Saeng.

2. Meski indah, Puncak Piramid bukanlah tempat wisata karena lokasinya yang ekstrem.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@adisusanto10

3. Lebar puncak Piramid kurang lebih hanya 5 meter dan sangat berisiko terutama jika kondisi cuaca sedang buruk.

4. Untuk mencapai puncak, para pendaki harus melewati jalur 'Punggung Naga' dengan kemiringan 45-80 derajat. Selain itu, jalur ekstrem ini juga hanya memiliki lebar kurang lebih satu meter saja.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@bondowoso_explore

5. Bahkan para pendaki profesional pun menyarankan untuk ditemani oleh guide lokal yang sudah sering melalui jalur tersebut.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@tyranha

6. Para pendaki juga harus selalu penuh dengan kewaspadaan, fokus, dan berhati-hati.

punggung naga © 2019 Istimewa

foto: Instagram/@tyranha

7. Terlepas dari jalurnya yang sangat ekstrem, dari puncak Piramid para pendaki bisa melihat indahnya pemandangan kota Bondowoso dari ketinggian.

Fitur-fitur alami Bandung yang fenomenal, suhu sejuk, dan angin segar selalu menghimbau untuk eksplorasi luar ruangan. Dataran tinggi dan pegunungan yang menakjubkan di kota ini menawarkan petualangan menyenangkan yang akan menantang fisik dan menyegarkan pikiran dan jiwa. Dari gunung berapi aktif hingga taman hutan yang tenteram, temukan pendakian terbaik di sekitar Bandung, Indonesia.

Gunung Tangkuban Perahu

Menikmati gunung berapi paling populer di Bandung bisa menjadi perjalanan yang bebas repot, berkat jalan beraspal yang berada jauh di dekat kawah. Tetapi jika Anda ingin memanfaatkan pengalaman Anda sebaik-baiknya, mendaki gunung berapi aktif ini bisa menjadi petualangan yang berani namun bermanfaat. Jalur pendakian ke puncak Tangkuban Perahu dimulai dari Jayagiri dan membutuhkan waktu kurang dari dua jam. Percayai kami, pemandangan hutan lebat dan dataran tinggi yang menyegarkan adalah pemandangan yang tidak ingin Anda perdagangkan untuk kenyamanan. Ditambah lagi, kenaikan akan memberi Anda mata air panas untuk melemaskan otot-otot yang tegang.

Taman Hutan Djuanda

Membentang di 590 hektar, kawasan konservasi ini mencakup segalanya mulai dari air terjun hingga situs perang bersejarah. Jalur pendakian paling populer di dalam taman ini membentang sekitar 6 km dari Dago Pakar ke Maribaya, melalui ratusan spesies pohon dan terowongan perang kolonial. Perjalanan ini memuncak di air terjun yang menakjubkan, di mana Anda dapat berhenti dan menikmati pemandangan untuk sementara waktu, ditemani oleh makanan ringan dan minuman yang dijual oleh vendor lokal.

Tebing Keraton

Tebing yang luar biasa ini memulai debutnya di media sosial hanya beberapa tahun yang lalu dan langsung menjadi viral. Tidak sulit untuk melihat alasannya, begitu Anda menemukan punggungan ini mencuat di atas hutan yang subur di bawah, dengan siluet pegunungan di dekatnya di cakrawala. Anda dapat mencapai sudut yang indah ini dengan sepeda motor, tetapi mendaki akan membuat Anda menikmati pemandangan indah dari perbukitan, ladang, dan hutan sepanjang jalan. Jalannya berbatu-batu dan cukup curam tetapi membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk mencapai tempat itu.

Gunung Batu

Dengan ketinggian 1.228 m (4.000 kaki), gunung ini adalah ketinggian yang tepat untuk mendaki pendek yang nyaman dan pemandangan kota yang indah. Dan di Bandung 'pemandangan kota' berarti kota yang mempesona di bawah dan pegunungan yang mengelilinginya - Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Malabar di antara beberapa lainnya. Gunung itu sendiri terbentuk dari batu, dengan demikian nama 'gunung batu'. Itu berarti pemberani sungguhan dapat mengambilnya sedikit dan pergi rappelling atau panjat tebing di sisinya. Jika Anda memilih untuk berkemah di puncaknya yang berbatu-batu, jangan lupa bangun tepat waktu untuk menikmati matahari terbit yang indah.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman nasional ini mencakup dua puncak megah dari Gunung Gede pada 2.958 m (9.700 kaki) dan Gunung Pangrango pada 3.019 m (9.898 kaki). Jika Anda siap menghadapi tantangan, mendaki salah satu gunung adalah perjalanan yang layak untuk dilakukan, dengan matahari terbit yang megah, kehidupan liar yang berkembang pesat dan pemandangan kota dari puncak. Tapi jangan khawatir, tidak butuh banyak untuk menikmati beberapa fitur terbaik taman nasional. Air terjun Cibeureum berjarak kurang dari satu jam perjalanan jauhnya, dan danau Telaga Biru yang tembus pandang bahkan lebih dekat ke arah yang sama.

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah salah satu tempat hiking paling populer di Jawa Barat, terutama untuk pemula. Terletak di Kabupaten Garut, selatan dari Bandung, Gunung Papandayan tidak menuntut banyak dari pejalan kaki - hanya stamina yang layak akan dilakukan, karena tidak ada keterampilan hiking yang diperlukan. Jalurnya relatif mudah, dan ada tanda-tanda yang jelas untuk memandu Anda melewati jalur pendakian. Gunung Papandayan juga merupakan gunung berapi yang sangat aktif, sehingga kawah dan lubang uapnya benar-benar memikat untuk dilihat. Pendakian ini juga akan membawa Anda melalui berbagai lanskap, dari ladang hingga jalan berbatu, hutan lebat, hingga padang rumput luas.

Gunung Cikuray

Kisah-kisah mistis yang mengelilingi gunung ini hampir sama menariknya dengan keindahan alamnya yang terkenal. Dengan pohon-pohon hijau yang menjulang tinggi sepanjang jalur pendakian, sungai, dan air terjun di dekat puncak, Gunung Cikuray menawarkan berbagai jenis pesona yang akan membuat pendakian ini tetap menarik. Di sisi historis / supranatural, legenda beredar di kalangan penduduk setempat dan pendaki. Pendakian juga akan membawa Anda melewati keindahan tanaman warga dan bak padang savana dari tumbuhan akar wangi.

Gua Jomblang yang terletak di desa Jetis Wetan di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, adalah gua vertikal dalam yang terkenal dengan pemandangan sinar matahari yang masuk melalui lubang yang terlihat seperti surga.

Terletak 10 kilometer dari kota Wonosari dan 40 kilometer dari Yogyakarta, tujuan hanya menyediakan satu kilometer jalan aspal mulus ke lokasi parkir; sisa perjalanan hanyalah tanah berbatu.

Gua yang memiliki diameter 50 meter ini pertama kali ditemukan pada tahun 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC), sekelompok penjelajah gua dari Yogyakarta.

Banyak turis telah mengunjungi objek wisata ini, termasuk yang berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Cina, Singapura dan Malaysia.

Memasuki gua membutuhkan sedikit usaha, karena Anda harus mengenakan helm pengaman dan tali. Dengan menggunakan teknik tali tunggal (SRT), pengunjung bergantian pergi ke gua; hanya maksimal dua orang yang diizinkan dalam satu batch.

"Naik turunnya gua sangat menantang, menakjubkan," kata Jack dari Singapura yang datang bersama enam temannya.

Di dalam gua, ada fotografer yang siap mengambil foto petualangan Anda. Foto-foto akan dicetak dan dijual di pondok pendaftaran di mana makan siang juga disediakan.

Di dalam gua, pengunjung akan melihat banyak tanaman yang tumbuh; bahkan dinding kapurnya ditutupi dengan semak belukar.

Selesai menjelajahi gua, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui lorong 500 meter yang akan membawa Anda ke gua vertikal lain yang disebut Gua Grubug.

Sesampainya di Gua Grubug, mata Anda akan bertemu dengan pemandangan dua stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan. Jika Anda dapat mencapai gua pada pukul 13:00, Anda akan bisa melihat pemandangan matahari yang menakjubkan melalui kegelapan Gua Grubug.

Tidak terasa ya tinggal menghitung hari menuju tahun 2020. Apa kabar resolusi tahun ini sob ? Jangan bilang resolusi tahun 2020 adalah resolusi tahun 2019 yang direvisi atau direpost lagi ?

Btw, Maap sekadar mengingatkan nih untuk kawan-kawan yg belum tahu ?? bahwasanya barang-barang yang identik dengan momen pergantian tahun seperti kembang api, terompet dan jenis-jenis petasan lainnya kurang tepat untuk dibawa dan dipergunakan saat berada di gunung. Apalagi jika tujuannya hanya untuk bersenang-senang.

Karena eh karena.. baik efek suara, percikan kembang api atau petasan bisa mengganggu keberadaan tuan rumah gunung seperti satwa liar, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Dengan kedatangan kita pun pada dasarnya telah mengusik keberadaan mereka kan ? maka alangkah bijaknya jika kita tidak mengusik lebih dalam lagi.

Oh ya, untuk suara yang dihasilkan
benda tersebut juga bisa membuat satwa liar terkaget-kaget, stress bahkan bisa berujung kematian. Terlebih misal sekarang kita berada di musim kemarau atau berada di vegetasi pepohonan kering, barang-barang tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.

Beberapa basecamp gunung juga dengan tegas melarang barang-barang tersebut di gunung. Biasanya pada musim pendakian akhir tahun, pihak basecamp akan mensweeping barang bawaan pendaki sebelum memulai pendakian. Ada sanksi berupa penyitaan atau dilarang melakukan pendakian jika kedapatan membawa barang-barang tersebut.

Ya walaupun belum semua pengelola gunung menerapkan aturan tersebut, kesadaran kita sebagai tamu hendaknya menghargai keberadaan tuan rumah. Karena ‘alam’ diciptakan bukan hanya untuk penggemar dangdut.. #eh bukan hanya untuk manusia mangsudnya~

Yauda selamat menikmati liburan akhir tahun guys~ Yang mau nanjak hati-hati menjaga hati~ karena ada yang terkasih selalu sedia menanti~ keep safety, jaga kebersihan dan jangan lupa pulang kerumah dengan selamat.

Seekor orangutan Tapanuli ditemukan terluka dan kurang gizi di perkebunan dekat ekosistem Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis, menandai apa yang diklaim pemerintah setempat sebagai indikasi pertama konflik antara manusia dan spesies yang baru ditemukan di daerah tersebut.

Personel dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) dan Pusat Informasi Orangutan (OKI) menemukan orangutan Tapanuli jantan yang terluka parah dan kurang gizi di distrik Sipirok di ekosistem Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 19 September 2019. (Atas perkenan OIC / -)

Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) dan Pusat Informasi Orangutan (OKI) menemukan orangutan jantan yang terluka, diyakini berusia sekitar 30 tahun, dengan luka di wajah dan kembali ke perkebunan di desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok.

"Orangutan Tapanuli yang ditemukan dengan luka dan kurang gizi adalah kasus pertama yang kami tangani sejak spesies ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan dua tahun lalu," kata ketua BKSDA Hotmauli Sianturi kepada The Jakarta Post pada hari Jumat.

Hotmauli mengatakan orangutan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami cedera yang diduga disebabkan oleh benda tumpul dan sangat tipis konon karena kurangnya nutrisi yang tepat.

Orangutan saat ini menerima perawatan di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan di Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, katanya.

Hotmauli mengatakan orangutan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami cedera, diduga disebabkan oleh benda tumpul, dan sangat tipis konon karena kurangnya nutrisi yang tepat. (Atas perkenan OIC / -)

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa itu adalah hal biasa bagi orangutan, yang habitatnya rusak telah membuat mereka tidak memiliki persediaan makanan, untuk memasuki area perkebunan selama musim durian dan petai (kacang bau) untuk mencari makanan.

Kondisi seperti itu, katanya, dapat menyebabkan konflik antara orangutan dan penduduk, yang ingin menjauhkan bekas perkebunan mereka.

“Untuk mencegah lebih banyak orangutan terluka, kami telah mengerahkan petugas untuk memantau keberadaan orangutan Tapanuli di perkebunan masyarakat yang terletak di dekat ekosistem Batang Toru,” kata Hotmauli.

Pakar dan aktivis lingkungan telah menyuarakan keprihatinan bahwa orangutan mungkin telah meninggalkan habitatnya karena pembangunan infrastruktur di sekitar ekosistem Batang Toru, satu-satunya habitat orangutan Tapanuli yang diketahui. Orangutan Tapanuli, dianggap sebagai kera besar paling langka di dunia, diperkirakan hanya berjumlah sekitar 800.

Di antara keprihatinan para ahli dan aktivis adalah pembangunan yang sedang berlangsung dari PLTA Batang Toru yang kontroversial, yang diharapkan akan mulai beroperasi oleh NSHE pada tahun 2022. NSHE telah mengklaim bahwa pembangkit listrik tersebut ramah lingkungan karena tidak akan membanjiri banyak proyek. area dan telah menegaskan dalam beberapa publikasi bahwa ia berkomitmen untuk konservasi orangutan.

Namun, para pencinta lingkungan tetap tidak yakin. Forum Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengajukan gugatan terhadap proyek tersebut pada akhir tahun 2018 karena para pakar dari berbagai universitas lokal dan asing menganggap pabrik 510 megawatt itu sebagai "lonceng kematian" bagi orangutan Tapanuli. Pada bulan Maret, Pengadilan Tata Usaha Negara Medan menolak gugatan tersebut, tetapi Walhi mengajukan banding sebagai tanggapan.

Jatna Supriatna, seorang ilmuwan konservasi biologi di Universitas Indonesia, mengatakan bahwa penyelidikan forensik antropologi lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan bahwa luka-luka itu memang disebabkan oleh konflik manusia-kera. "Orangutan biasanya terbunuh dalam konflik. Jika mereka kekurangan gizi, maka itu mungkin karena habitat mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka atau ada pasokan makanan yang tidak mencukupi di sana," kata Jatna.

Ahli biologi Serge Wich dari Liverpool John Moores University, yang sebelumnya memberikan kesaksian dalam sidang gugatan Walhi, mengatakan sulit untuk mengkonfirmasi bahwa kegiatan pembangkit listrik telah memaksa orangutan yang terluka ke dalam area komunitas. Namun, hilangnya hutan dapat mendorong langkah semacam itu.

“Jika Anda memeriksa di mana orangutan telah ditemukan dan di mana hilangnya hutan untuk pembangkit listrik tenaga air, orang dapat melihat bahwa mereka tidak jauh dari satu sama lain. Itu membuatnya sangat mungkin bahwa orangutan telah kehilangan sebagian wilayah jelajahnya dan karena itu pergi ke daerah non-hutan untuk mencari makanan, ”kata Wich kepada Post melalui email pada hari Jumat.

Dalam email tersebut, Wich memberikan gambar satelit Planet Labs yang menunjukkan kemajuan bendungan dari Juni 2017 hingga Agustus 2018, termasuk pembukaan hutan dan pengembangan jalan untuk akses.

Direktur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk konservasi keanekaragaman hayati, Indra Exploitasia, mengatakan bahwa kementerian akan memantau semua bentuk pembangunan, tidak hanya pembangunan pembangkit listrik, dengan memperhatikan peta distribusi hewan.

“Kami juga telah memerintahkan NSHE sebagai operator pembangkit listrik tenaga air untuk meningkatkan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar pabrik,” katanya.

Direktur komunikasi dan urusan luar negeri NSHE Firman Taufick mengutuk cedera yang dialami orangutan, dengan memperhatikan perlunya semua pihak, tidak hanya pemerintah dan sektor swasta, untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, Firman mengatakan perusahaan telah melakukan program pengembangan masyarakat yang dimaksudkan untuk melatih dan membentuk kelompok konservasi berdasarkan kearifan lokal.

Dia mengatakan perusahaan telah memulai pembangunan jembatan untuk menghubungkan habitat orangutan yang terfragmentasi dan pemulihan hutan bekas tebangan.

Kebakaran ini di Hutan Gunung Cikuray via Pamancar - Cilawu. Pada Hari Jumat. 20 September 2019

Semoga api tidak meluas. Aamiin

Mengenal Gunung Cikuray:

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di Dangiang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikuray yang mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut ini tidak mempunyai kawah aktif dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong dari sini bisa naik melalui jalur Cilegug atau kampung Jambansari dekat markas HdG Team, Cikajang, Kiara Janggot dan Dayeuhmanggung. Iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate). Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10º C hingga 24º C.

10 Hal penting yang harus dibawa saat Hiking

10 hal pentiing adalah daftar peralatan yang harus Anda bawa agar tetap aman di saat Hiking, termasuk menghadapi potensi anda harus bermalam di luar ruangan . Tergantung pada panjang dan jarak jauh Hiking kalian, perluas atau minimalkan setiap barang yang kamu bawa.  Berikut adalah 10 item peralatan:

Sepuluh Peralatan Wajib

  • Navigasi (peta & kompas)
  • Perlindungan matahari (kacamata hitam & tabir surya)
  • Isolasi (pakaian ekstra)
  • Penerangan (headlamp / senter)
  • Persediaan P3K
  • Api (korek api tahan air / korek api / lilin)
  • Memperbaiki kit dan alat
  • Nutrisi (makanan tambahan)
  • Hidrasi (air tambahan)
  • Penampungan darurat (tenda / tenda tabung plastik / kantong sampah)

Wilayah pegunungan terpencil yang dianggap bebas dari polusi plastik sebenarnya diselimuti oleh mikroplastik di udara dalam skala yang sebanding dengan kota besar seperti Paris, peneliti yang khawatir melaporkan, Senin.

Selama periode lima bulan pada 2017-2018, rata-rata 365 keping kecil plastik menetap setiap hari di setiap meter persegi area dataran tinggi yang tidak berpenghuni di Pyrenees yang mengangkangi Prancis dan Spanyol, mereka melaporkan dalam jurnal Nature Geoscience.

Daerah pegunungan terpencil, di wilayah Pyrenees mengangkangi Prancis dan Spanyol, yang dianggap bebas dari polusi plastik sebenarnya diselimuti oleh mikroplastik di udara. (Shutterstock / Sake van Pelt)

"Sangat mencengangkan dan mengkhawatirkan bahwa begitu banyak partikel ditemukan di situs lapangan Pyrenees," kata pemimpin penulis Steve Allen, seorang mahasiswa doktoral di University of Strathclyde di Skotlandia.

Studi ini berfokus pada plastik mikro yang umumnya berukuran antara 10 dan 150 mikrometer, termasuk fragmen, serat, dan lembaran film.

Sebagai perbandingan, rambut manusia rata-rata lebarnya sekitar 70 mikrometer.

"Kami tidak akan pernah mengantisipasi bahwa penelitian ini akan mengungkapkan tingkat setoran mikroplastik yang begitu tinggi," tambah rekan penulis Gael Le Roux, seorang peneliti di EcoLab di Toulouse, di barat daya Prancis.

Sampah plastik telah muncul dalam beberapa tahun terakhir sebagai masalah lingkungan utama.

Hingga 12 juta ton plastik diperkirakan memasuki lautan dunia setiap tahun, dan jutaan lainnya menyumbat saluran air dan tempat pembuangan sampah.

Plastik membutuhkan waktu puluhan tahun untuk rusak, dan bahkan kemudian terus bertahan di lingkungan.

Para ilmuwan baru sekarang mulai mengukur kerusakan satwa liar dan dampak potensial terhadap kesehatan manusia.

Sebuah studi awal tahun ini menemukan fragmen plastik di dalam perut hewan yang hidup lebih dari 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Dua paus ditemukan terdampar sejak awal tahun - satu di Filipina, lainnya di Sardinia, Italia - masing-masing memiliki 40 dan 20 kilogram plastik di perut mereka.

Mikroplastik juga telah ditemukan di air keran di seluruh dunia, dan bahkan jangkauan terjauh Antartika.

Seperti yang tercemar seperti Paris

"Temuan kami yang paling signifikan adalah bahwa plastik mikro diangkut melalui atmosfer dan disimpan di lokasi pegunungan terpencil yang jauh dari kota besar mana pun," kata penulis bersama Deonie Allen, juga dari EcoLab, kepada AFP.

"Ini berarti bahwa plastik mikro adalah polutan atmosfer."

Para peneliti menggunakan dua perangkat pemantauan untuk mengukur konsentrasi partikel secara independen di area yang lama dianggap sebagai yang paling murni di Eropa Barat.

Desa terdekat berjarak tujuh kilometer, dan kota terdekat, Toulouse, berjarak lebih dari 100 kilometer.

Sementara para ilmuwan dapat mengidentifikasi jenis-jenis plastik, mereka tidak dapat mengatakan dengan pasti dari mana mereka berasal atau seberapa jauh mereka telah melayang.

Menganalisis pola aliran udara, mereka menduga bahwa beberapa partikel telah menempuh setidaknya 100 kilometer.

"Tetapi karena kurangnya sumber polusi plastik lokal yang signifikan, mereka mungkin melakukan perjalanan lebih jauh," kata Deonie Allen.

Sampel - diangkut oleh angin, salju dan hujan - dikumpulkan di stasiun meteorologi Bernadouze di ketinggian lebih dari 1.500 meter.

Para peneliti terkejut menemukan bahwa konsentrasi polusi mikroplastik setara dengan yang ditemukan di kota-kota besar, termasuk Paris dan kota industri selatan Cina, Dongguan.

"Temuan kami berada dalam kisaran yang dilaporkan untuk Paris yang lebih besar, dan dengan demikian dapat dianggap sebanding," kata Deonie Allen kepada AFP.

"Kami tidak berharap jumlah partikel akan begitu tinggi."

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram