fbpx

Pemerintah Sri Lanka telah menerapkan kebijakan bebas visa untuk pelancong Indonesia dan juga warga negara dari 47 negara mulai 1 Agustus.

Seperti dilaporkan oleh kantor berita Antara, pengunjung Indonesia hanya akan diminta untuk mengisi formulir dan mengirimkannya melalui loket imigrasi di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, agar dapat dengan bebas mengunjungi negara itu selama 30 hari.

Fasad dekoratif merah-putih Masjid Jamiul Alfar, yang dibangun pada tahun 1908, di jantung pasar Pettah, salah satu distrik tertua di Kolombo, Sri Lanka terlihat pada 28 November 2016. (Shutterstock / Athikhom Saengchai )

Namun untuk menghindari antrian panjang, Kedutaan Besar Sri Lanka di Jakarta menyarankan para pelancong untuk menyerahkan formulir bebas visa mereka secara online sebelum keberangkatan. Mereka kemudian hanya diminta untuk mencetak surat persetujuan bebas visa yang dikirim oleh kedutaan dan menunjukkannya di loket imigrasi.

Kebijakan bebas visa berlaku selama enam bulan, menurut Menteri Pengembangan Pariwisata Sri Lanka John Amaratunga dalam sebuah pernyataan.

Sri Lanka adalah rumah bagi banyak situs peninggalan bersejarah yang diakui oleh UNESCO, seperti kota kuno Anuradhapura, Polonnaruwa dan Kandy dan Benteng Belanda Galle; serta pantai yang indah, lanskap hijau perkebunan teh dan air terjun.

Pada 2018, negara itu menyambut hingga 2,33 juta turis asing. Namun setelah serangan mematikan Paskah awal tahun ini yang menghancurkan tiga hotel mewah dan tiga gereja Kristen dan menewaskan 253 orang, Menteri Keuangan negara itu Mangala Samaraweera menyatakan pada bulan April bahwa kedatangan wisatawan asingnya bisa turun 30 persen, dengan kerugian selisih kurs $ 1,5 miliar tahun ini.

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram