fbpx

Menghadapi era new normal, banyak hal yang perlu dipersiapkan supaya tetap aman dan sehat selalu, bro. Apalagi kalau lo sudah berniat untuk traveling, tentu harus banyak persiapan supaya liburan tetap nyaman. Supaya tetap aman dan sehat selama traveling di masa new normal, ada beberapa tips yang harus lo ketahui. Simak ulasan berikut ini, bro!

Tips Traveling Selama Masa New Normal Supaya Tetap Fit
Masa new normal memang sudah mulai diberlakukan untuk sektor perekonomian dan pariwisata. Beberapa destinasi wisata pun mulai dipersiapkan untuk beroperasi kembali. Tentu hal ini membuat para traveler jadi bersemangat untuk kembali melakukan aktivitas yang menyenangkan itu.

Namun, traveling saat virus COVID-19 masih berkeliaran bukannya tanpa risiko. Apalagi kalau lo mengunjungi destinasi wisata yang terkenal ramai oleh wisatawan. Kalau begitu, jadi perlu waspada dan tetap menerapkan physical distancing nih, bro.

Untuk itu, perlu strategi yang tepat supaya tetap aman saat traveling di masa new normal dan terhindar dari penularan virus COVID-19. Berikut tips yang harus lo ketahui, bro!

Pastikan Tubuh dalam Kondisi Sehat Sebelum Berlibur

Tips Traveling Selama Masa New Normal Supaya Tetap Fit

Memastikan tubuh dalam kondisi sehat dan bugar menjadi hal yang paling penting di masa pandemi seperti ini. Jangan sampai memaksakan liburan kalau merasa badan nggak sehat atau kurang fit.

Jika perlu, lo bisa mengikuti rapid test atau swab secara mandiri. Hasil tes ini nantinya bisa dibawa saat liburan untuk berjaga-jaga kalau dibutuhkan. Apalagi ada beberapa destinasi yang mewajibkan pengunjung untuk membawa surat bebas COVID-19.

Pakai Masker

Tips Traveling Selama Masa New Normal Supaya Tetap Fit

Selalu menggunakan masker di mana pun berada, apalagi di tempat umum. Meskipun badan terasa sehat, lo bisa aja menjadi ‘carrier’ dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG. Masker digunakan untuk mengurangi risiko tertularnya COVID-19.

Selalu Bawa Hygiene Kit

Tips Traveling Selama Masa New Normal Supaya Tetap Fit

Di era new normal, hygiene kit bisa menjadi senjata wajib yang dibawa ke mana-mana. Isi dari hygiene kit bisa berupa hand sanitizer, disinfectant spray, tisu basah, tisu kering, sabun cair, hingga masker cadangan.

Membeli Tiket dan Check In Online

Tips Traveling Selama Masa New Normal Supaya Tetap Fit

Buat pengguna transportasi umum, belilah tiket perjalanan dan check in secara online. Dengan cara ini jadi bisa mengurangi kontak fisik dengan orang lain deh, bro.

Bawa Makanan dan Minuman Sendiri

Tips Traveling Selama Masa New Normal Supaya Tetap Fit

Usahakan untuk selalu membawa bekal makanan dan minuman sendiri, bro. Kalau memang nggak mau bawa, lo bisa membawa alat makan dan minum sendiri. Jangan lupa setelah makan dicuci sampai bersih, bro!

Bawa Alat Ibadah Sendiri

Membawa alat ibadah seperti sajadah, sarung, atau mukena juga nggak kalah pentingnya. Lo bisa memilih alat ibadah yang bahannya ringan dan mudah dilipat, supaya ringkas dan praktis untuk dibawa saat traveling.

Cobain Solo Traveling atau Staycation

Tren wisata ini memang nggak ada salah untuk dicoba, bro. Solo traveling atau staycation dapat mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Lo bisa memilih staycation bersama pasangan atau keluarga inti di hotel atau villa favorit.

Solo traveling juga akan memberikan pengalaman tersendiri yang mengasyikkan. Nggak ada salah mencoba, apalagi kalau lo masih muda.

Pilih Menggunakan Kendaraan Pribadi

Menghindari penggunaan transportasi umum dan memilih menggunakan kendaraan pribadi bisa jadi keputusan yang tepat di masa pandemi seperti ini, bro.

Menggunakan kendaraan pribadi tentu akan mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Jika terpaksa harus menggunakan transportasi umum, usahakan untuk terus mengenakan masker dan berhati-hati saat menyentuh apapun.

Sebelum memutuskan untuk traveling saat new normal, beberapa tips tadi bisa lo terapkan selama liburan nanti, bro. Jangan lupa untuk selalu mengikuti protokol kesehatan ya, bro!

Source: idntimes.com

Gunung Piramid jadi sorotan masyarakat sejak mayat pendaki muda bernamaThoriq ditemukan di sana. Gunung ini berlokasi di Bondowoso, Jawa Timur. Apa saja fakta seputar Gunung Piramid yang perlu diketahui pendaki? Cek jawabannya dalam tulisan di bawah ya bro!

Belum lama ini, mata publik tertuju pada Gunung Piramid yang terletak di Bondowoso, Jawa Timur. Semua berawal ketika remaja berusia 15 tahun bernama Thoriq Rizky ditemukan tewas di jurang “punggung naga” Gunung Piramid pada hari Jumat (5/7/2019). Setelah 12 hari pencarian, tim pencari menemukan mayatnya tersangkut di batang pohon.

Banyak orang mungkin belum terlalu familiar dengan Gunung Piramid. Jadi, apa saja fakta menarik seputar gunung ini? Berikut adalah 8 di antaranya. Silakan disimak ya bro!

1. Punya Bentuk Piramid serta Diselimuti Mitos

Nama unik gunung ini kabarnya berasal dari julukan yang diberikan masyarakat. Jika dilihat dari kejauhan, gunung ini memiliki bentuk segitiga mirip piramida Mesir. Alhasil, masyarakat akhirnya sepakat memberikan nama Gunung Piramid.

Gunung Piramid mempunyai beberapa mitos yang diyakini penduduk setempat. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, seluruh pendaki tidak diperkenankan mengambil barang apapun sewaktu menaiki Gunung Piramid. Contoh barang yang tak boleh diambil pendaki saat menjelajahi gunung ini adalah buah.

Masyarakat sekitar percaya bahwa siapapun yang melanggar larangan ini tidak akan bisa kembali pulang dalam keadaan hidup. Selain itu, warga setempat juga mengeramatkan tempat bernama Batu Langgar. Lo bisa menemukan tempat ini sebelum tiba di camping ground. Jadi, harap berhati-hati aja ya bro!

2. Jalur Pendakian yang Menantang

Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Piramid, lo harus siap melewati jalur pendakiannya yang menantang. Jalurnya yang miring dan sulit bakal menguji adrenalin para pendaki. Lo perlu menyiapkan kondisi fisik sebaik mungkin agar mampu melalui jalur setapak yang dipenuhi bebatuan dan pasir. Oke, bro?

Ketika berangkat dari batas vegetasi ke puncak, pendaki bakal berhadapan dengan jalur sempit dan panjang. Lo harus berhati-hati saat menapaki jalur ini karena tepat di sebelah kanan dan kirinya adalah jurang curam. Untuk itu, pendaki perlu menyiapkan peralatan memadai serta konsentrasi ekstra agar sukses melewati jalur ini.

Tantangan lain yang bakal ditemui pendaki Gunung Piramid adalah jarak dari start ke campground yang cukup jauh. Lo harus siap melalui deretan hutan pinus, kebun kopi, hingga tiba di jalur yang mulai naik. Meski perjalanan ini lumayan melelahkan, rasa letih pendaki bakal terbayar begitu tiba di puncak.

3. Masih Termasuk dalam Area Gunung Argopuro

Menurut penjelasan salah satu admin @bondowosoexplorer, Gunung Piramid masih berada dalam wilayah gunung lain. Gunung tersebut adalah Gunung Argopura. Pendapat ini berpijak pada pengalaman mereka yang pernah mengunjungi gunung ini secara langsung.

“Puncak Piramid merupakan bagian jajaran dari Pegunungan Hyang Argopuro,” ucap admin, dikutip dari kompas.com, Jumat (5/7/2019).

4. Lokasi Camping Hanya Muat untuk Satu Tenda serta Ukuran Puncak Piramid yang Sempit

Gunung Piramid memang memiliki camping ground. Akan tetapi, lokasinya sangatlah sempit. Area tersebut kabarnya hanya bisa ditempati satu tenda saja. Sempit sekali, bukan?

Bukan cuma area berkemahnya saja, puncak gunung ini juga sangatlah sempit. Puncak Piramid hanya mempunyai luas sekitar 5 meter. Dengan demikian, pembangunan tenda di area ini cukup mustahil. Waspadai segala macam bahaya yang mungkin terjadi di area puncak ya bro!

5. Tidak Relatif Tinggi, namun Tingkat Kemiringannya Terbilang Ekstrem

Dibandingkan dengan gunung lain, Gunung Piramid dapat dikatakan mempunyai ketinggian yang tidak seberapa. Tinggi gunung ini diketahui mencapai 1.521 meter di atas permukaan laut. Meski tidak begitu tinggi, Gunung Piramid tetap “ditakuti” sejumlah pendaki karena mempunyai medan eksrem.

Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kemiringan Gunung Piramid yang sangat terjal. Menurut pendapat admin @bondowosoexplorer, gunung ini diprediksi punya tingkat kemiringan kurang lebih 90 derajat. Menantang adrenalin sekali, bukan?

“Track dikenal sadis dan kejam bahkan tingkat kemiringan sampai 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak,” ujar admin @bondowosoexplorer, dikutip dari kompas.com.

6. Proses Pendakian Menyita Waktu Relatif Lama

Meski Gunung Piramid tidak terlalu tinggi, proses pendakian menuju puncak gunung ini ternyata memakan waktu lama. Hal tersebut dipengaruhi oleh medannya yang sulit dan menantang. Admin @bondowosoexplorer mengatakan waktu normal yang dibutuhkan pendaki untuk sampai ke camping ground gunung ini adalah sekitar 3 jam.

“Normal 3 jam, untuk ukuran profesional menuju camping ground,” katanya, dilansir dari kompas.com.

Sementara itu, waktu pendakian dari camping ground menuju Puncak Piramid sekitar 3 hingga 5 jam. Lama waktu tersebut ditentukan oleh kemampuan masing-masing pendaki. Menurut pengamatan admin @bondowosoexplorer, pendaki pemula atau amatir bisa menghabiskan waktu pendakian hingga 5 jam. Pokoknya, tetap utamakan keselamatan saat mendaki gunung ini ya bro!

7. Area Puncak Tidak Direkomendasikan bagi Pendaki Pemula

Jika tertarik mendaki sampai ke puncak Gunung Piramid, lo disarankan sudah menguasai kemampuan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar lo siap menghadapi medannya yang cukup berbahaya dan menantang. Untuk itu, area puncak baiknya hanya didaki oleh orang berpengalaman demi alasan keamanan.

Selain itu, pendaki juga perlu menyiapkan berbagai macam peralatan penting agar proses pendakian berlangsung aman dan lancar. Dengan membawa peralatan lengkap, lo bakal siap melewati medannya yang miring serta penuh dengan bebatuan. Pendaki juga dianjurkan menyewa jasa guide untuk meminimalisir risiko buruk di sepanjang perjalanan.

8. Sajikan Panorama Indah yang Memanjakan Mata

Gunung Piramid menyajikan pemandangan elok yang bakal membuat para pendaki jatuh hati. Lo bisa menikmati pemandangan asri berupa sungai, hutan pinus, kebon kopi saat berjalan menuju campground. Begitu tiba di puncak, pendaki bakal disuguhi pesona Argopuro dan Alam Bondowoso yang menakjubkan.

Demikian 8 fakta menarik seputar Gunung Piramid. Semoga informasi di atas bermanfaat buat lo yang berminat pergi ke gunung ini dalam waktu dekat. Persiapkan kondisi fisik dan peralatan selengkap mungkin agar perjalanan lo berjalan lancar. Oke bro?

Source: kompas.com

Feature Image - instagram.com/hanifalam5

Fitur-fitur alami Bandung yang fenomenal, suhu sejuk, dan angin segar selalu menghimbau untuk eksplorasi luar ruangan. Dataran tinggi dan pegunungan yang menakjubkan di kota ini menawarkan petualangan menyenangkan yang akan menantang fisik dan menyegarkan pikiran dan jiwa. Dari gunung berapi aktif hingga taman hutan yang tenteram, temukan pendakian terbaik di sekitar Bandung, Indonesia.

Gunung Tangkuban Perahu

Menikmati gunung berapi paling populer di Bandung bisa menjadi perjalanan yang bebas repot, berkat jalan beraspal yang berada jauh di dekat kawah. Tetapi jika Anda ingin memanfaatkan pengalaman Anda sebaik-baiknya, mendaki gunung berapi aktif ini bisa menjadi petualangan yang berani namun bermanfaat. Jalur pendakian ke puncak Tangkuban Perahu dimulai dari Jayagiri dan membutuhkan waktu kurang dari dua jam. Percayai kami, pemandangan hutan lebat dan dataran tinggi yang menyegarkan adalah pemandangan yang tidak ingin Anda perdagangkan untuk kenyamanan. Ditambah lagi, kenaikan akan memberi Anda mata air panas untuk melemaskan otot-otot yang tegang.

Taman Hutan Djuanda

Membentang di 590 hektar, kawasan konservasi ini mencakup segalanya mulai dari air terjun hingga situs perang bersejarah. Jalur pendakian paling populer di dalam taman ini membentang sekitar 6 km dari Dago Pakar ke Maribaya, melalui ratusan spesies pohon dan terowongan perang kolonial. Perjalanan ini memuncak di air terjun yang menakjubkan, di mana Anda dapat berhenti dan menikmati pemandangan untuk sementara waktu, ditemani oleh makanan ringan dan minuman yang dijual oleh vendor lokal.

Tebing Keraton

Tebing yang luar biasa ini memulai debutnya di media sosial hanya beberapa tahun yang lalu dan langsung menjadi viral. Tidak sulit untuk melihat alasannya, begitu Anda menemukan punggungan ini mencuat di atas hutan yang subur di bawah, dengan siluet pegunungan di dekatnya di cakrawala. Anda dapat mencapai sudut yang indah ini dengan sepeda motor, tetapi mendaki akan membuat Anda menikmati pemandangan indah dari perbukitan, ladang, dan hutan sepanjang jalan. Jalannya berbatu-batu dan cukup curam tetapi membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk mencapai tempat itu.

Gunung Batu

Dengan ketinggian 1.228 m (4.000 kaki), gunung ini adalah ketinggian yang tepat untuk mendaki pendek yang nyaman dan pemandangan kota yang indah. Dan di Bandung 'pemandangan kota' berarti kota yang mempesona di bawah dan pegunungan yang mengelilinginya - Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Malabar di antara beberapa lainnya. Gunung itu sendiri terbentuk dari batu, dengan demikian nama 'gunung batu'. Itu berarti pemberani sungguhan dapat mengambilnya sedikit dan pergi rappelling atau panjat tebing di sisinya. Jika Anda memilih untuk berkemah di puncaknya yang berbatu-batu, jangan lupa bangun tepat waktu untuk menikmati matahari terbit yang indah.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman nasional ini mencakup dua puncak megah dari Gunung Gede pada 2.958 m (9.700 kaki) dan Gunung Pangrango pada 3.019 m (9.898 kaki). Jika Anda siap menghadapi tantangan, mendaki salah satu gunung adalah perjalanan yang layak untuk dilakukan, dengan matahari terbit yang megah, kehidupan liar yang berkembang pesat dan pemandangan kota dari puncak. Tapi jangan khawatir, tidak butuh banyak untuk menikmati beberapa fitur terbaik taman nasional. Air terjun Cibeureum berjarak kurang dari satu jam perjalanan jauhnya, dan danau Telaga Biru yang tembus pandang bahkan lebih dekat ke arah yang sama.

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah salah satu tempat hiking paling populer di Jawa Barat, terutama untuk pemula. Terletak di Kabupaten Garut, selatan dari Bandung, Gunung Papandayan tidak menuntut banyak dari pejalan kaki - hanya stamina yang layak akan dilakukan, karena tidak ada keterampilan hiking yang diperlukan. Jalurnya relatif mudah, dan ada tanda-tanda yang jelas untuk memandu Anda melewati jalur pendakian. Gunung Papandayan juga merupakan gunung berapi yang sangat aktif, sehingga kawah dan lubang uapnya benar-benar memikat untuk dilihat. Pendakian ini juga akan membawa Anda melalui berbagai lanskap, dari ladang hingga jalan berbatu, hutan lebat, hingga padang rumput luas.

Gunung Cikuray

Kisah-kisah mistis yang mengelilingi gunung ini hampir sama menariknya dengan keindahan alamnya yang terkenal. Dengan pohon-pohon hijau yang menjulang tinggi sepanjang jalur pendakian, sungai, dan air terjun di dekat puncak, Gunung Cikuray menawarkan berbagai jenis pesona yang akan membuat pendakian ini tetap menarik. Di sisi historis / supranatural, legenda beredar di kalangan penduduk setempat dan pendaki. Pendakian juga akan membawa Anda melewati keindahan tanaman warga dan bak padang savana dari tumbuhan akar wangi.

Gua Jomblang yang terletak di desa Jetis Wetan di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, adalah gua vertikal dalam yang terkenal dengan pemandangan sinar matahari yang masuk melalui lubang yang terlihat seperti surga.

Terletak 10 kilometer dari kota Wonosari dan 40 kilometer dari Yogyakarta, tujuan hanya menyediakan satu kilometer jalan aspal mulus ke lokasi parkir; sisa perjalanan hanyalah tanah berbatu.

Gua yang memiliki diameter 50 meter ini pertama kali ditemukan pada tahun 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC), sekelompok penjelajah gua dari Yogyakarta.

Banyak turis telah mengunjungi objek wisata ini, termasuk yang berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Cina, Singapura dan Malaysia.

Memasuki gua membutuhkan sedikit usaha, karena Anda harus mengenakan helm pengaman dan tali. Dengan menggunakan teknik tali tunggal (SRT), pengunjung bergantian pergi ke gua; hanya maksimal dua orang yang diizinkan dalam satu batch.

"Naik turunnya gua sangat menantang, menakjubkan," kata Jack dari Singapura yang datang bersama enam temannya.

Di dalam gua, ada fotografer yang siap mengambil foto petualangan Anda. Foto-foto akan dicetak dan dijual di pondok pendaftaran di mana makan siang juga disediakan.

Di dalam gua, pengunjung akan melihat banyak tanaman yang tumbuh; bahkan dinding kapurnya ditutupi dengan semak belukar.

Selesai menjelajahi gua, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui lorong 500 meter yang akan membawa Anda ke gua vertikal lain yang disebut Gua Grubug.

Sesampainya di Gua Grubug, mata Anda akan bertemu dengan pemandangan dua stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan. Jika Anda dapat mencapai gua pada pukul 13:00, Anda akan bisa melihat pemandangan matahari yang menakjubkan melalui kegelapan Gua Grubug.

Meskipun mungkin ada air di sekitar Anda di hutan belantara, minum air dari genangan genangan atau danau tidak dianjurkan. Minum dari aliran air selalu lebih baik daripada minum dari genangan air yang tergenang. Namun, mungkin ada situasi di mana Anda mungkin tidak memiliki pilihan. Dalam hal ini, Anda dapat membuat filter air portabel. Inilah cara Anda melakukannya.

Temukan botol atau wadah kosong: Wadah kosong apa pun akan berfungsi. Jika Anda tidak dapat menemukannya, Anda selalu dapat membuatnya menggunakan kulit kayu birch.

Tusuk lubang kecil di bagian bawah wadah: Buat lubang kecil dengan pensil atau tongkat.

Sekarang isi botol hingga satu atau dua inci dengan bahan berikut: Kerikil kasar, pasir kasar, arang, dan pasir halus. Anda bisa mendapatkan arang dari api yang Anda buat di langkah 2. Hanya mengumpulkan arang dan menghancurkannya menjadi kekuatan yang baik.

Tambahkan air ke lapisan atas pasir halus. Saat air meresap melalui pasir halus, kemudian melalui arang, pasir kasar, dan kerikil, air itu akan disaring. Kumpulkan air yang keluar melalui lubang yang Anda buat.

Tetap hangat di hutan yang dingin atau beku bisa menjadi tantangan yang sulit. Namun, ada tips yang bisa Anda gunakan untuk membuatnya lebih mudah. Jika Anda mendapati diri Anda dalam situasi di mana flu menjadi lebih baik dari Anda, ingat tips berikut.

Layering selalu berhasil: Cara terbaik untuk melawan dingin adalah dengan tidak membiarkannya keluar dari tubuh Anda. Pastikan Anda mengenakan lapisan sebanyak yang Anda bisa.

Kosongkan kandung kemih Anda agar tetap hangat: Sekarang, mungkin terdengar gila, tetapi itu benar. Saat tubuh Anda menyimpan urin, perlu panas ekstra untuk menjaga agar cairan itu tetap hangat. Jika Anda mengosongkan kandung kemih, energi itu dapat digunakan untuk menjaga bagian tubuh Anda yang lain tetap hangat.

Dapatkan nyaman dengan pasangan Anda: Jika Anda bersama seseorang di alam liar, berpelukan sambil tidur bisa membantu.

Tutupi kepala Anda: Sebagian besar panas tubuh hilang melalui kepala Anda. Pastikan Anda mengisolasi kepala Anda dengan benar. Pakai topi atau sesuatu.

Beberapa hal lebih penting saat hiking daripada merasa nyaman. Banyak waktu dihabiskan untuk memperdebatkan seluk beluk sepatu hiking yang sempurna, tetapi upaya yang hampir tidak cukup untuk memilih celana yang tepat. Kenyamanan dan daya tahan penting untuk menjaga perjalanan hiking Anda menyenangkan bagi kaki Anda; jika tidak, Anda akan kepanasan dan kelelahan sebelum Anda nyaris tidak berhasil.

DUA JENIS CELANA MENDAKI
Ada dua jenis celana hiking, dan tidak ada jins denim. Meskipun Anda mungkin terlihat kasar dan bergaya dengan denim, tidak masuk akal untuk mendaki di dalamnya. Mereka panas, tidak nyaman saat basah, dan mereka tidak bernapas dengan baik. Sebagai gantinya, Anda harus mengenakan celana hiking yang dapat dikonversi atau standar.

Celana hiking yang dapat dikonversi dapat beralih ke celana pendek berkat ritsleting yang memungkinkan Anda untuk menghapus bagian bawah celana. Manfaatnya termasuk lebih banyak bernapas, digunakan di banyak iklim, dan mudah dihilangkan. Tentu saja, penambahan berat ritsleting berarti mereka lebih berat saat digunakan sebagai celana penuh.

Celana pendakian standar , seperti yang terdengar, bekerja seperti celana normal dan tidak dapat diubah menjadi celana pendek. Mereka ideal untuk iklim yang lebih dingin, menawarkan penampilan yang lebih ramping, dan umumnya lebih ringan dari celana konvertibel.

Jadi mana yang harus Anda pilih? Jika Anda menuju pendakian yang lebih lama dalam suhu hangat atau panas, celana hiking convertible tidak dapat dikalahkan. Mereka bagus untuk tamasya tengah hari dan kunjungan musim panas. Celana standar adalah cara untuk pergi jika Anda cenderung hiking di musim gugur atau musim dingin. Mereka juga bagus untuk kenaikan malam atau malam ketika suhu turun.

HITUNGAN KUALITAS
Membeli dari toko kotak besar mungkin menghemat uang di muka, tetapi membeli celana hiking berkualitas tinggi akan menghemat lebih banyak dalam jangka panjang. Itu karena celana yang dibuat dengan baik dapat bertahan selama bertahun-tahun digunakan.

Detail sepatu hiking pria berjalan melalui jalan setapak berair di alam. pemandangan musim gugur dengan daun. Konsep peralatan hiking berkualitas tinggi

Sementara sebagian besar celana hiking dibuat dengan nilon, celana kotak besar dibuat dengan nilon yang lebih murah. Hal ini menyebabkan celana yang kaku, lebih mudah robek, dan berisik saat mereka bergesekan. Merek berkualitas lebih tinggi menggunakan nilon berkualitas tinggi untuk sentuhan lembut yang tidak menghasilkan suara. Mereka juga cenderung kehilangan tombol setelah hanya beberapa kenaikan.

YANG TEPAT
Menemukan pasangan yang tepat sangat penting jika Anda menginginkan celana yang nyaman saat Anda mendaki. Jika terlalu ketat, Anda akan merasa lemas, terlalu longgar, dan Anda mungkin tersandung. Jadi apa yang cocok?

Sebagai permulaan, mobilitas adalah fitur utama pada celana yang pas. Selalu uji coba sepasang celana di sekitar toko sebelum melakukan. Pastikan Anda dapat bergerak dengan mudah dan celana tidak terlalu ketat sehingga membatasi gerakan Anda. Berjongkok dan duduk di kursi untuk memastikan bahwa mereka nyaman di bagian belakang dan lutut. Anda juga akan ingin mencari celana dengan selangkangan gusseted sehingga mereka tidak radang.

Celana harus cukup longgar sehingga tidak membatasi gerakan tetapi tidak terlalu longgar sehingga hanya menggantung di kaki Anda dan nyaris tidak menyentuh Anda. Anda mungkin ingin berlatih jogging di sekitar toko untuk memastikan Anda bisa berlari dengan nyaman juga.

AKSESORIS YANG DIPERLUKAN
Akhirnya, celana hiking tidak perlu dilengkapi dengan berbagai aksesoris untuk membuatnya berharga. Sebagian besar perlengkapan Anda harus ada di dalam tas Anda, tetapi tidak ada salahnya untuk memiliki beberapa kantong di kedua sisinya sehingga Anda dapat dengan mudah mencapai pisau lipat dalam keadaan darurat.

Celana dengan ikat pinggang elastis juga merupakan alternatif yang bagus untuk menggunakan sabuk tradisional. Meskipun mereka biasanya lebih ringan, mereka tidak akan memberikan banyak keamanan jika Anda mengemas kantong Anda penuh dengan alat berat.

Semakin sedikit bahan ekstra yang membebani celana Anda, semakin baik.

Upacara Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 di Puncak Pendakian Gunung cikuray

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via kiara janggot Desa Dangiang, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44181
.
On Google Map
https://goo.gl/maps/KSb57pDgf9M2
.
More info WA: 6281953926560
.
Videographer + Editor:
Imam Septian N (https://goo.gl/4U1kXG)
.
Let's explore, share, and inspire
.
Don't forget to Like, Comment, Subscribe and Share
Youtube Channel: http://www.youtube.com/gunungcikuray
.

Copyright 2019 | Basecamp Gunung Cikuray

Orang selalu menantikan akhir pekan. Banyak yang menggunakannya untuk bersantai, mengisi ulang dan mempersiapkan diri mereka sendiri untuk hari kerja berikutnya yang penuh dengan tugas-tugas yang menantang.

Beberapa mengunjungi bioskop atau taman hiburan, tetapi cara yang bagus untuk menghabiskan akhir pekan Anda bisa dengan mengunjungi daerah yang menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan.

Nuryanti, 47, rajin menciptakan sejenis batik di desa batik Giriloyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (Shutterstock / Paramarta Bari)

Masuki Yogyakarta, rumah bagi Pantai Parangtritis yang menakjubkan dan jalan perbelanjaan utama Malioboro, yang terletak di jantung kota. Namun, ada permata tersembunyi dalam bentuk desa wisata yang tersebar di sekitar area yang harus dijelajahi setiap orang.

Berikut adalah lima tujuan di Yogyakarta yang harus dikunjungi wisatawan, seperti yang disusun oleh kompas.com:

  1. Desa wisata Bobung

Terletak di desa Putat, Kabupaten Gunungkidul, Bobung adalah tempat pembuatan topeng batik kayu asli. Kerajinan ini berasal dari tradisi penduduk desa dalam melakukan “Topeng Panji” (tarian topeng panji).

Menurut situs pariwisata Yogyakarta, penduduk desa melakukan tarian topeng setiap musim panen untuk mengucapkan terima kasih kepada pencipta mereka.

Selain membuat topeng kayu batik, desa ini juga membuat nampan, boneka, gantungan kunci, dan banyak item lainnya.

Mereka yang mengunjungi desa dapat melihat proses pembuatan batik di atas kayu di bengkel, dan melihat-lihat jenis karya seni batik kayu lainnya di galeri.

  1. Desa wisata Nglanggeran

Jika Anda ingin menghirup udara segar di antara hijau untuk menjauh dari hutan beton, ini adalah tempat untuk Anda.

Terletak di dalam kompleks gunung berapi Nglanggeran kuno dan danau buatan, desa wisata berjarak sekitar 25 menit dari pusat kota, mudah diakses melalui transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Wisatawan dapat tenggelam dalam kegiatan sehari-hari penduduk setempat, seperti menanam padi di sawah, membuat topeng, membuat kerajinan dari daun kelapa muda dan memasak makanan lokal.

Kegiatan luar ruangan yang khas termasuk flying fox, berkemah dan trekking, dan pengunjung dapat memilih untuk bermalam di penginapan desa atau di homestay.

  1. Desa wisata Manding

Undian utama desa ini di Jl. Wahidin Sudirohusodo, Sabdodadi, adalah kerajinan kulit yang dibuat oleh penduduknya, yang memproduksi berbagai kerajinan kulit seperti tas, dompet, jaket kulit dan ikat pinggang.

Para pengrajin kulit desa Manding bekerja setiap hari, dan mereka memajang beragam karya mereka di rumah mereka.

Bahan kulit ditawarkan dengan harga yang wajar dan calon pembeli dipersilakan untuk melakukan tawar-menawar juga.

Desa Manding berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Yogyakarta.

  1. Desa wisata Kelor

Sebuah desa yang subur terletak di dusun Kelor, desa Bangunkerto, Kabupaten Sleman, desa wisata Kelor adalah rumah bagi petani dan produsen makanan yang membudidayakan jamur dan menanam buah ular.

Selain menikmati pemandangan yang subur, hijau, dan hidangan lokal, pengunjung desa ini dapat membenamkan diri dalam kegiatan di luar ruangan, termasuk menjelajahi sungai.

  1. Desa batik Giriloyo

Dikenal karena karya batik lukis tangannya yang berharga, desa Giriloyo dinyatakan sebagai lokasi proyek percontohan untuk menciptakan hub untuk batik tulis tangan dengan pewarnaan alami.

Seniman batik di desa ini tertarik untuk berbagi keterampilan dengan pengunjung melalui berbagai paket wisata.

Mereka yang ingin belajar tentang batik bisa mendapatkan wawasan di sini, membuat pola dengan bekerja dengan lilin panas cair menggunakan canting (alat seperti pena). Sebagai kenang-kenangan, kain batik kecil diberikan kepada setiap pengunjung.

Lebih dari 2.000 anak laki-laki yang mengenakan kostum tradisional berwarna-warni ikut serta dalam tarian massal di Aceh untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia pada hari Sabtu.

Para remaja 2019, satu untuk setiap tahun, berbaris memainkan Rapa'i seperti rebana dan menyanyikan lagu yang menceritakan sejarah Islam di negara Asia Tenggara.

Para pemain ikut serta dalam tarian Rapa'i Geleng, menggunakan rebana tradisional, untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 di Blang Pidie, provinsi Aceh pada 17 Agustus 2019. (AFP / Chaideer Mahyuddin)

Tahun ini, peserta dipilih dari 140 desa di kabupaten Blangpidie provinsi Aceh untuk dilatih selama berminggu-minggu untuk perayaan hari kemerdekaan.

Ribuan penonton menyaksikan dan bersorak penuh semangat ketika anak-anak itu memainkan instrumen mereka dan menari dalam formasi yang berubah-ubah.

"Ini sangat meriah, saya belum pernah melihatnya sebelumnya. Sangat menyenangkan," kata pengunjung Khairul Bariah kepada AFP.

Acara ini diadakan secara berkala untuk merayakan berbagai acara mulai dari musim panen yang sukses hingga hari-hari keagamaan dan pernikahan.

"Tidak mudah untuk mendisiplinkan banyak penari ini. Saya harap setelah tarian massal Rapa'i ini akan diketahui," kata pemain Abdul kepada AFP.

© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram