fbpx
hello world!

Manusia gua modern menawarkan kursus bertahan hidup 'Neanderthal' di Italia

Published: 
Agustus 12, 2019

Guido Camia dapat menunjukkan kepada Anda cara menyalakan api hanya menggunakan batu api, bertahan hidup dengan diet serangga dan membangun tempat perlindungan hutan.

37 tahun, yang awalnya dilatih untuk menjadi koki toko kue, sekarang mencari nafkah menawarkan kursus bertahan hidup "Neanderthal" di Pegunungan Alpen Italia.

Pada salah satu perjalanan akhir pekannya, Anda dapat menyaksikannya memanjat batu dan ikan dari sungai tanpa alas kaki, mengenakan kulit binatang, membawa tombak dan tampak seperti sesuatu yang keluar dari The Flintstones.

Guido Camia berpakaian seperti manusia Gua Neanderthal bekerja pada kapak batu di sebuah kayu di Chianale, di Pegunungan Alpen Italia, dekat perbatasan Prancis, pada 7 Agustus 2019. (AFP / Marco Bertorello)

Namun kursus survival outdoor Camia juga dilengkapi dengan cap persetujuan resmi.

"Selama lima tahun terakhir, kursus saya telah diawasi oleh Federasi Kelangsungan Hidup Internasional Italia (FISSS)," katanya kepada AFP.

Camia mengatakan dia juga memberikan kursus dalam pakaian yang lebih tradisional, tetapi "hasratnya untuk paleolitik" memberinya gagasan tentang sahabat karib Neanderthal.

Neanderthal - yang hidup sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun yang lalu - "sangat cerdas", kata Camia.

"Dia menemukan api. Dia mampu beradaptasi dengan segala cuaca."

"Dia adalah seorang pengembara yang sering berpindah-pindah, tinggal di gua-gua, tetapi juga tahu bagaimana membangun tempat perlindungan kecil."

Untuk harga awal 80-100 euro ($ 90-112) per orang per malam, kursus dasar termasuk akomodasi di tempat penampungan bivak.

Camia mengatakan dia juga menawarkan sesi dua atau tiga jam untuk keluarga dan kelompok sekolah.

"Aku menunjukkan kepada mereka bagaimana Neanderthal hidup, apa yang mereka makan, bagaimana mereka menyalakan api, menggunakan tombak. Aku menunjukkan kepada mereka bagaimana menggunakan peralatan dasar untuk memasak."

Untuk pelanggan yang memilih kursus bertahan hidup pemula, "Saya memberi mereka cukup untuk bertahan hidup."

Tetapi pelanggan yang lebih maju harus menemukan makanan mereka sendiri selama beberapa hari.

"Itu membuat orang mengerti bahwa otak menggunakan energi paling banyak. Dan bahkan perhitungan yang sangat sederhana menjadi sulit setelah tiga hari tanpa makanan," dia tersenyum.

Camia menegaskan dia bukan "ahli teori kolapsologi" yang percaya akan runtuhnya peradaban industri.

"Tetapi kita harus tahu bagaimana beradaptasi dengan perubahan iklim, untuk jenis makanan lain dan untuk dapat mengubah cara hidup kita," katanya.

Related posts

Desember 15, 2020
15 Manfaat Madu untuk Kesehatan dan Segala Sisi Kehidupan

Pembuatan alami yang mengagumkan dan tak pernah basi, ini manfaat madu untuk kesehatan, kecantikan hingga mendukung ibu hamil. Pernahkah kamu membayangkan proses pembuatan madu yang terjadi secara alami melalui aktivitas para lebah? Siapa sangka, hasil dari kerja keras serangga ini menghasilkan sesuatu yang bukan hanya nikmat, tapi juga berguna bagi kehidupan manusia. Tahukah kamu bahwa […]

Read More
Oktober 4, 2020
Cara Membuat Api Unggun

Bagi banyak orang, api unggun adalah tradisi luar ruangan yang dicintai dan sangat diperlukan — kekuatan alam yang kinetik, bercahaya, seperti mimpi yang selama beberapa generasi telah menjadi pusat pertemuan di pedalaman. Artikel ini menjelaskan langkah-langkah kunci untuk membuat api unggun yang sukses, serta tip etiket api, baik saat Anda berkemah di mobil atau backpacking. […]

Read More
Oktober 4, 2020
Cara Memilih Filter atau Penjernih Air

Pengolahan air penting untuk menjaga kesehatan Anda di luar ruangan. Tidak semua sumber air tidak aman, tetapi bahkan sumber yang tampak paling murni pun dapat membuat Anda sakit. Jika ternak, satwa liar atau manusia dapat mencapai suatu daerah, maka kontaminan dapat ditularkan melalui kotoran mereka. Semakin banyak dari kita yang menjelajahi tempat-tempat liar, tingkat kontaminasi meningkat. Mengapa bermain rolet […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved
th-largeclosearrow-circle-o-downphoneenvelopelocation-arrow

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram