fbpx
hello world!

Pemerintah menghadapi perjuangan berat untuk menjadikan Danau Toba tujuan kelas dunia

Published: 
Agustus 15, 2019

Sebagai danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba di Sumatera Utara memiliki apa yang diperlukan untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata kelas dunia, terutama di bawah Presiden Joko “Jokowi” Widodo 10 inisiatif Balis baru, yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi di tengah stagnasi pengeluaran konsumen dan prospek investasi yang melambat.

Namun, kurangnya infrastruktur dasar wisata telah menjadi hambatan utama dalam memenuhi keinginan Presiden, dengan masalah polusi air dan beberapa kecelakaan kapal baru-baru ini yang membuat reputasi danau menjadi buruk. Kapal penumpang Sinar Bangun tenggelam di danau tahun lalu, menyebabkan ratusan hilang. Hanya enam hari kemudian, KM Ramos Risma Marisi mengalami kecelakaan yang menewaskan salah satu anggota krunya.

Bagi pengunjung danau raksasa, aksesibilitas juga merupakan masalah utama. Dibutuhkan tujuh jam, 250 kilometer perjalanan untuk mencapai 1.130 km persegi danau dari bandara utama provinsi, Bandara Internasional Kualanamu di Medan.

Karena itu, pemerintah membuka Bandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara pada November 2017 untuk membawa wisatawan lebih dekat ke Danau Toba. Itu juga membuka bandara yang lebih kecil, Sibisa, di Kabupaten Toba Samosir.

Terlepas dari semua ini, pemerintah percaya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyiapkan dana sebesar Rp2,4 triliun (US $ 168,4 juta) pada tahun 2020, hampir tiga kali lipat dari anggaran tahun ini, untuk membangun beberapa proyek infrastruktur di danau dan sekitarnya.

Proyek-proyek tersebut meliputi Samosir Ring Road, Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Samosir ke daratan Sumatra, pengembangan jalan tol, pengembangan reservoir air, proyek sanitasi dan perbaikan ke lokasi wisata.

Kementerian juga sedang berupaya menyelesaikan jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 143,5 km untuk meningkatkan transportasi antara Medan dan Danau Toba.

Di Samosir, sebuah pulau seluas 630 km persegi yang terletak di tengah danau, beberapa fasilitas sedang dikembangkan dan rumah-rumah tradisional di desa-desa sedang direvitalisasi.

“Di desa-desa, selain dari sentra anyam, ada cukup banyak rumah tradisional untuk menjadikan [daerah] kompleks desa warisan budaya tradisional. Kami akan mencoba merevitalisasi 40 rumah di sana, ”kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono, menambahkan bahwa pembangunan sanitasi juga akan dilakukan di desa-desa tradisional.

Menteri Koordinator Kelautan Luhut Pandjaitan mengatakan semua infrastruktur dasar dan pendukung akan selesai pada tahun 2020.

Danau Toba dikelilingi oleh alam, termasuk hutan pinus dan area hiking Geosite Sipinsur di Humbang Hasundutan dan Sigulati Geopark di Pulau Samosir.

Tujuan wisata yang berfokus pada budaya juga tersebar di dan sekitar daerah: Kampung Huta Siallagan adalah desa tradisional Batak dan Kampung Ulos di Samosir terkenal sebagai pusat produksi ulos (kain tenun tradisional Sumatera Utara).

Ada 28 lokasi wisata yang terdaftar pemerintah di daerah itu, kata Jokowi selama kunjungannya ke Danau Toba akhir bulan lalu.

“Membuat produk lebih baik tidak hanya tentang mengembangkan tujuan wisata, tetapi juga memastikan bahwa semuanya terintegrasi; produk, paket, merek. Itu akan membedakan Toba dengan tujuan lain, seperti Mandalika atau Bali, ”kata Jokowi.

"Sampai sekarang, produk tidak memiliki paket, tidak ada cerita tertulis."

Secara terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan upacara peletakan batu pertama untuk pengembangan hotel di 387 hektar lahan di bawah Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba akan dimulai tahun ini.

Kelestarian lingkungan juga menjadi masalah di Danau Toba.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan ia telah meminta Jokowi untuk mencabut izin usaha operator keramba jaring ikan terapung PT Aquafarm Nusantara dan PT Suritani Pemuka karena diduga mencemari danau.

"Saya juga telah mengirim surat kepada menteri [lingkungan dan kehutanan] untuk menghentikan operasi perusahaan karena kami tidak berwenang untuk melakukannya," katanya, mencatat bahwa sulit untuk menghukum perusahaan, karena lisensi mereka dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Menurut data provinsi, PT Aquafarm Nusantara memiliki 322 keramba ikan di Danau Toba sementara PT Suritani Pemuka memiliki 184.

Jokowi, selama kunjungannya, mengancam akan mencabut izin usaha perusahaan yang mencemari danau.

"Memang benar bahwa perusahaan yang merusak lingkungan Danau Toba terpaksa ditutup karena mereka membawa dampak negatif bagi pariwisata," kata Edy.

Related posts

Desember 15, 2020
15 Manfaat Madu untuk Kesehatan dan Segala Sisi Kehidupan

Pembuatan alami yang mengagumkan dan tak pernah basi, ini manfaat madu untuk kesehatan, kecantikan hingga mendukung ibu hamil. Pernahkah kamu membayangkan proses pembuatan madu yang terjadi secara alami melalui aktivitas para lebah? Siapa sangka, hasil dari kerja keras serangga ini menghasilkan sesuatu yang bukan hanya nikmat, tapi juga berguna bagi kehidupan manusia. Tahukah kamu bahwa […]

Read More
Oktober 4, 2020
Cara Membuat Api Unggun

Bagi banyak orang, api unggun adalah tradisi luar ruangan yang dicintai dan sangat diperlukan — kekuatan alam yang kinetik, bercahaya, seperti mimpi yang selama beberapa generasi telah menjadi pusat pertemuan di pedalaman. Artikel ini menjelaskan langkah-langkah kunci untuk membuat api unggun yang sukses, serta tip etiket api, baik saat Anda berkemah di mobil atau backpacking. […]

Read More
Oktober 4, 2020
Cara Memilih Filter atau Penjernih Air

Pengolahan air penting untuk menjaga kesehatan Anda di luar ruangan. Tidak semua sumber air tidak aman, tetapi bahkan sumber yang tampak paling murni pun dapat membuat Anda sakit. Jika ternak, satwa liar atau manusia dapat mencapai suatu daerah, maka kontaminan dapat ditularkan melalui kotoran mereka. Semakin banyak dari kita yang menjelajahi tempat-tempat liar, tingkat kontaminasi meningkat. Mengapa bermain rolet […]

Read More
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved
th-largeclosearrow-circle-o-downphoneenvelopelocation-arrow

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram