fbpx

Simaksi Gunung Cikuray

Cikuray menjadi gunung paling banyak di kunjungi para pendaki dari luar Garut. Bagi para penggiat alam mendaki gunung merupakan sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Mendaki ke Gunung Cikuray memberikan pengalaman yang tak terlupakan di hati setiap pendaki.

Banyaknya pendaki yang datang di setiap bulannya maka calon pendaki diwajibkan mengurus perizinan dengan pihak pengelola Gunung supaya aktivitas pendakian lebih terkontrol dan mewujudkan keamanan serta kenyamanan para pendaki. Maka dari itu alangkah baiknya sebelum kita mendaki kita sudah mengetahui prosedur mengurus perizinan untuk memasuki kawasan pendakian Gunung Wilayah Garut.

Cara Pendaftaran Pendakian Gunung Cikuray

Sama seperti pada umummnya, pendaftaran Gunung Cikuray tidaklah sulit. Kawan pendaki harus mengisi formulir yang diwakili oleh ketua kelompok. Selanjutnya sobat diwajibkan membayar tiket masuk. Beberpa kegiatan yang bisa dikenakan Simaksi diantaranya :
Penelitian dan pengembangan.
Ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Pembuatan film dan  dokumenter dan promosi.
Pembuatan foto komersial, dan
Ekspedisi.
Untuk pengunjung biasa yang tidak menginap hanya diwajibkan membayar tiket masuk saja. Pendaftaran kemping di Gunung Cikuray bisa dilakukan dengan sistem booking karena belum ada sistem booking, jadi bisa juga langsung saja datang dan daftar ditempat.
Daftar Online

SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi)

Merupakan dokumen bukti legalitas orang untuk melakukan aktivitas tertentu dalam kawasan konservasi.

Prosedur yang harus dilalui bagi setiap orang, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang ingin memasuki kawasan konservasi, yaitu terlebih dahulu harus mendapatkan izin masuk kawasan (SIMAKSI) dari pengelola kawasan, hal ini berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : SK.192/IV-Set/HO/2006 tanggal 13 November 2006 tentang Izin Masuk Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru.
Pengaturan mengenai izin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI) bertujuan untuk menciptakan ketertiban dalam pemanfaatan dan menjaga serta mempertahankan keberadaan kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pengembangan, ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Ruang lingkup pengaturan izin masuk kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru adalah untuk kegiatan :
Penelitian dan pengembangan
Ilmu pengetahuan dan pendidikan
Pembuatan film dan atau video klip, dalam bentuk film dokumenter, film komersial, film promosi.
Pembuatan foto komersial, dan
Ekspedisi
Pemberian izin masuk kawasan untuk kegiatan tersebut diatas bagi warga negara asing dan atau warga negara Indonesia untuk kepentingan asing diterbitkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, sedangkan untuk pemberian ijin bagi warga negara Indonesia diterbitkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat.

Tata cara permohonan

Permohonan izin masuk kawasan konservasi bagi warga negara asing dan atau warga negara Indonesia untuk kepentingan asing di ajukan oleh pemohon kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dengan tembusan kepada
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati
Kepala Balai setempat
Untuk kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan dilampiri persyaratan sebagai berikut:
Surat izin penelitian dari LIPI
Proposal kegiatan
Copy pasport
Surat pemberitahuan penelitian dari Direktorat Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri
Surat jalan dari Kepolisian
Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi ketentuan perundang-undangan
Dan untuk kegiatan pembuatan foto komersial dan ekspedisi dilampiri persyaratan sebagai berikut :
Proposal
Copy pasport
Daftar peralatan
Surat jalan dari Kepolisian
Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi ketentuan perundang-undangan.
Sedangkan permohonan izin masuk kawasan konservasi bagi warga negara Indonesia diajukan oleh pemohon kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis setempat dengan tembusan disampaikan kepada :
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati
Kepala Seksi Konservasi Wilayah setempat
Untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan dan pendidikan,pembuatan foto komersial serta ekspedisi dilampiri dengan :

Proposal kegiatan

Fotocopy tanda pengenal

Dan untuk kegiatan pembuatan film dan atau video klip dilampiri dengan persyaratan sebagai berikut:
Surat izin produksi (untuk tujuan komersial)
Tanda pendaftaran rekaman video/film dari Badan Informasi dan Komunikasi Nasional
Sinopsis film yang akan dibuat
Daftar peralatan yang akan digunakan
Daftar crew
Surat pernyataan tidak merusak lingkungan serta kesediaan mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Penerbit surat izin masuk kawasan berhak menolak atau menyetujui permohonan izin yang diajukan oleh pemohon yang didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu :

Aspek teknis

Aspek ini antara lain meliputi obyek yang tidak atau boleh dilihat, waktu berkunjung, larangan berkunjung dan ketaatan pembuatan laporan.

Aspek Legal

Aspek ini meliputi keabsahan persyaratan administrasi dan kelengkapan dokumen.

Aspek kemananan

Aspek keamanan ini menjadi sangat penting karena berkaitan langsung kepada pengunjung antara lain, kondusif atau tidaknya wilayah tersebut untuk dikunjungi.
© Copyright 2020 - Basecamp Gunung Cikuray - All Rights Reserved
apartmentsunfile-addlicenseenter-down

Pin It on Pinterest

Share This
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram